SELAMAT DATANG
18 September 2025
FORMAT dan CONTOH RPP DEEP LEARNING
05 Februari 2025
RABAT, BRUTO, NETO, dan TARA

Penjelasan Singkat:
- Rabat adalah potongan harga suatu barang
- Bruto adalah berat suatu barang beserta kemasannya (berat total dari barang+pembungkus).
- Netto adalah berat suatu barang tanpa kemasan.
- Tara adalah berat kemasan suatu barang.
Perbedaan antara bruto, netto, dan tara, terletak pada apakah kemasan/pembungkus produk ditimbang atau tidak.
Pengertian Rabat/Diskon
Rabat/Diskon adalah potongan harga suatu benda/barang/produk.
Rabat adalah potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli karena telah membeli barang dalam jumlah yang besar/banyak. Sedangkan diskon adalah potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli yang telah membeli dalam jumlah kecil/sedikit.
Rumus untuk menentukan potongan harga berupa rabat atau diskon adalah:
Potongan Harga = Persen Potongan Harga x Harga Semula
Jika dinyatakan dalam persen, maka rumusnya adalah:
Persen Potongan Harga = (Potongan Harga : Harga Semula) x 100%
Untuk menentukan harga setelah rabat atau diskon, maka rumusnya:
Harga setelah Diskon/Rabat = Harga Semula - Potongan Harga
Pengertian Bruto
Bruto (berat kotor), yaitu berat keseluruhan suatu benda/barang/produk beserta dengan kemasannya.
Artinya, bruto dihitung berat dari isi produknya dan berat dari kemasannya sekaligus.
Ketika kita membeli sebuah barang, bruto merupakan keterangan seberapa berat dari barang tersebut, dan termasuk berat dari kemasannya atau pembungkusnya.
Misalnya, kita membeli satu karung beras dengan berat bruto 50 kg. Maka, ukuran bruto sebesar 50 kg itu merupakan berat hasil penjumlahan antara berat berasnya dan juga termasuk berat karungnya.
Pengertian Netto
Netto (berat bersih), yaitu berat suatu benda/barang/produk tanpa kemasannya.
Artinya, netto dihitung hanya berat dari isi produknya saja, tanpa menghitung berat dari kemasan atau pembungkusnya.
sebagai contoh, jika suatu produk tertera Netto 450 g itu artinya berat bersih (tanpa kemasan) dari produk tersebut adalah 450 gram.
Misalnya, kita membeli satu karung beras dengan berat netto 50 kg. Maka ukuran netto 50 kg itu merupakan berat bersih dari beras tersebut, tidak termasuk berat karungnya. Sehingga jika ditimbang beserta karungnya sekaligus, mungkin 50,02 kg, hal ini karena berat karungnya mungkin 0,02 kg
Misalnya kita membeli satu karung gula. Misalnya tertera berat bruto dari satu karung gula adalah 10 kg, tetapi nettonya seberat 9.98 kg. Hal ini karena netto hanya menghitung isi bersih atau hanya menghitung berat gula saja, tanpa menghitung berat karungnya.
Pengertian Tara
Tara (potongan berat), yaitu berat kemasan/pembungkus dari suatu benda/barang/produk.
Berikut ini adalah beberapa rumus yang biasa digunakan dalam perhitungan Aritmetika Sosial:
RUMUS-RUMUS YANG DIGUNAKAN:
Rumus Bruto:
Bruto = Netto + Tara
Rumus Netto:
Netto = Bruto – Tara
Rumus Tara:
Tara = Persen Tara x Bruto
Rumus Lain yang dibutuhkan untuk menghitung terkait bruto, netto, dan tara diantaranya adalah:
Rumus menghitung Harga Bersih:
Harga Bersih = netto x harga per satuan berat
Rumus Persentase:
a). Rumus mencari persen neto:
Persentase Netto = (Neto : Bruto) x 100%
b). Rumus mencari persen tara:
Persentase Tara = (Tara : Bruto) x 100%
Jadi,
Jika sebuah karung beras memiliki netto 50 kg dan tara 0,5 kg, maka berat bruto karung beras tersebut adalah 50,5 kg.
Jika kita membeli beras dengan bruto 100 kg dan tara 3%, maka berat bersih beras yang didapat adalah 97 kg. Hal ini, karena tara 3% dari 100 kg adalah (3 : 100) x 100 kg = 3 kg.
Contoh Soal
Sebuah karung gabah bertuliskan netto = 71,5 kg dan tara = 1,5 kg. Berapakah nilai bruto?
Jawab:
Bruto = Netto + Tara
= 71,5 kg + 1,5 kg
Bruto = 73 kg
Contoh Soal
Sebuah karung benih jagung memiliki berat kotor atau bruto seberat 60 kg. Sementara itu, tara = 0,5 kg. Berapakah nilai berat bersih atau netto?
Jawab:
Netto = Bruto – Tara
=60 kg – 0,5 kg
Netto = 59,5 kg
Contoh Soal
Seorang distributor ingin mengetahui berat dari peti yang digunakan untuk menjadi wadah dari telur yang dibeli dari peternak. Berat bruto dari peti berisi telur tersebut adalah 120 kg. Sementara itu netto seberat 119 kg. Berapakah berat peti tersebut?
Jawab:
Peti telur = pembungkus dari isi produk = Tara
Tara = Bruto – Netto
=120 kg – 119 kg
Tara = 1 kg
Contoh Soal Menghitung Harga Bersih
Seorang pedagang membeli 2 karung beras dengan berat seluruhnya 100 kg dan tara 2%. Berapa yang harus dibayar pedagang, jika harga 1 kg beras Rp7.500, 00 per kg?
Jawab:
Tara 2% = 2% x 100 kg= 2 kg
Netto = bruto – tara
= 100 kg – 2kg = 98 kg
Jadi harga yang harus dibayarkan adalah
= netto x harga persatuan berat
= 98 kg x Rp 7.500, 00
= Rp 735.000, 00
CONTOH SOAL:
1. Budi membeli kemeja dengan harga Rp125.000,00. Setelah didiskon 25%, berapakah harga kemeja tersebut?
Jawab:
Diskon = Persen potongan harga x Harga semula
= 25% x 125.000
= 31.250
Harga setelah diskon = Harga semula - diskon
= 125.000 - 31.250
= 93.750
Jadi, harga kemeja yang dibeli Budi setelah didiskon adalah Rp93.750,00.
2. Ani adalah seorang pemilik warung kelontong. Di pasar, ia membeli 1 karung tepung terigu dengan berat 25 kg dan tara 2%. Diketahui harga 1 kg tepung terigu adalah Rp10.000,00, maka berapa banyak uang yang harus dibayarkan Ani?
Jawab:
Bruto 1 karung tepung terigu = 25 kg
Tara = Persen tara x bruto
= 2% x 25
= 0,5
Neto = Bruto - Tara
= 25 - 0,5
= 24,5
Jika harga 1 kg tepung terigu adalah Rp10.000,00, maka:
Harga yang harus dibayar = 24,5 x 10.000
= 245.000
Jadi, uang yang harus dibayarkan oleh Ani adalah Rp245.000,00.
SEMOGA BERMANFAAT...
06 Oktober 2024
PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL DALAM PENDIDIKAN

- Memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.
- Membantu siswa dalam memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang akan membantu mereka dalam memahami emosi yang dirasakan, mengembangkan identitas mereka, dan menetapkan tujuan.
- Mengurangi stress dan tekanan yang dialami dalam proses belajar.
- Siswa mampu mencapai kebahagiaan dan keberhasilan dalam hidup dengan keseimbangan antara kompetensi akademik dan sosial emosional
- Meningkatkan prestasi akademik: Melansir dari The Circle Education, pembelajaran sosial emosional dapat meningkatkan prestasi akademik siswa. Hal ini dikarenakan, ketika siswa merasa didengarkan dan dihormati di kelas, mereka dapat lebih mudah fokus pada pembelajaran dan merasa percaya diri dengan kemampuan mereka. SEL juga membuat perilaku siswa di sekolah menjadi lebih baik, meningkatkan kehadiran mereka di sekolah, dan memotivasi mereka untuk belajar.
- Meningkatkan kesadaran diri dan rasa percaya diri: Social emotional learning juga dapat meningkatkan kesadaran diri dan rasa percaya diri siswa. Sebab, SEL mendorong perubahan perkembangan di mana siswa yang biasanya bergantung pada orang lain dalam memutuskan bagaimana mereka bertindak dan bersikap, kini lebih percaya diri untuk menentukan arah mereka sendiri. Pembelajaran ini memungkinkan anak-anak untuk membangun rasa percaya diri dan percaya terhadap diri sendiri. Selain itu, pembelajaran sosial emosional juga meningkatkan kesadaran diri remaja dengan mengajari mereka untuk memperhatikan bagaimana tindakan dan keputusan mereka memengaruhi diri mereka sendiri dan orang lain.
- Meningkatkan empati terhadap orang lain: Empati adalah kemampuan seseorang dalam memahami perasaan dan perspektif orang lain. Empati juga sering dianggap sebagai keterampilan sosial inti. Sayangnya, kemampuan berempati sering diabaikan dalam kurikulum sekolah. Dengan menerapkan pembelajaran sosial emosional, akan mendorong siswa untuk mempertimbangkan perspektif dan perasaan teman sebaya, guru, dan orang tua mereka. Mempraktikkan empati adalah pintu gerbang untuk membangun keterampilan penting lainnya seperti penyelesaian konflik, komunikasi yang sehat, dan kebaikan terhadap orang lain.
- Meningkatkan keterampilan membangun hubungan baik: Pembelajaran sosial emosional juga meningkatkan keterampilan siswa dalam membangun hubungan yang baik dan sehat. Ketika siswa belajar menempatkan diri pada posisi orang lain dan melatih empati, mereka juga menjadi lebih terampil dalam membangun dan memelihara hubungan dengan baik. Ini berlaku dalam hal mengetahui bagaimana menjadi teman yang baik, mengenali emosi orang lain, dan terlibat dalam penyelesaian konflik. Pembelajaran ini juga mengajarkan siswa bagaimana cara bekerja sama yang baik dengan orang lain dan melatih kerja sama tim. Keterampilan bekerja sama yang baik tidak hanya bermanfaat untuk siswa di kelas saja, tapi juga dalam lingkungan sosial dan dunia kerja nantinya.
- Mengurangi tekanan emosional: Menerapkan pembelajaran sosial emosional dapat mengurangi tekanan emosional yang dirasakan oleh siswa. Sebab, pembelajaran ini membekali siswa dengan kemampuan dalam mengatur diri sendiri, serta mengelola dan mengatasi emosi sehingga rasa cemas, depresi, dan stres yang dirasakan siswa dapat berkurang.

- Mengidentifikasi emosi: seseorang harus mengidentifikasi emosi yang dimiliki karena mosi ini berkaitan erat dengan aktivitas yang dilakukan. Jika tak mampu mengidentifikasi diri dan mengontrolnya, seseorang akan kesulitan untuk beraktivitas dan bersosialisasi.
- Self-perception yang akurat karena pada dasarnya kesadaran diri berkaitan dengan diri sendiri. Anak perlu mengenali bagaimana dirinya, apakah baik atau buruk. Dengan begitu, anak akan paham dan mengerti dirinya sendiri dan mengontrol dirinya termasuk tingkah lakunya.
- Mengenali keunggulannya karena masing-masing anak memiliki keunggulan yang berbeda. Mengenali sisi plus dari anak bisa membantu perkembangan sosial emosinya. Jadi, anak bisa fokus pada keunggulan yang ada di dirinya dan bukan fokus kekurangan.
- Memiliki kepercayaan diri yang akan sangat berpengaruh untuk kehidupan sosialnya. Misalnya berinteraksi dengan orang lain.
- Memiliki keyakinan diri untuk mencapai tujuan dengan kemampuan yang dimiliki.
- Menahan hasrat atau nafsu yang berkaitan dengan menunda perayaan atau kepuasaan diri sendiri. Kemampuan ini juga berkaitan dengan unjuk gigi di saat yang tepat atau berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Dengan begitu, anak bisa tahu, kapan harus bertindak dan kapan harus menahan diri.
- Manajemen stress untuk membantu anak bertahan di kondisi tertentu, misalnya saat belajar, sehingga tujuannya tercapai.
- Mendisiplinkan diri dan dalam hal ini termasuk mengontrol perasaan dan hasrat diri. Self-discipline juga bisa dikatakan sebagai kemauan diri untuk menahan diri agar bisa fokus ke tujuan yang sudah dibuat.
- Mengatur tujuan yang ingin dicapai. Dalam mengatur goal perlu mempertimbangkan SMART untuk menyesuaikan dengan kemampuan anak. SMART adalah singkatan dari specific, measurable, attainable, realistic, timely.
- Memotivasi diri: anak butuh dorongan dari dalam dirinya sendiri agar bisa bertindak untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tanpa adanya motivasi diri, seseorang hanya bisa berjalan di tempat dan tidak akan mengalami proses yang berarti.
- Kemampuan berorganisasi yang akan bermanfaat untuk mengatur informasi dan waktu. Dengan begitu, anak akan lebih terorganisir, produktif dan memaksimalkan waktu serta menyaring informasi yang relevan dengan tujuan.
- Pengambilan atau melihat dari perspektif: kemampuan ini berkaitan erat dengan pemahaman dari sudut pandang yang berbeda di kondisi dan situasi tertentu. Anak perlu belajar untuk mencoba memahami situasi yang berbeda untuk memahami kondisi sekitarnya.
- Empati berkaitan dengan memahami apa perasaan orang lain karena seakan menempatkan diri di posisi orang tersebut.
- Mengapresiasi dan menghormati perbedaan yang dimiliki antar individu. Jadi, anak Anda tidak membeda-bedakan orang berdasarkan pada asalnya, bahasanya, kulit tubuhnya, kondisinya, jenis kelaminnya, kepercayaannya terutama saat berteman.
- Menghormati orang lain dengan pikiran terbuka dan tidak sembarangan melakukan penghakiman atas kondisi tertentu. Dalam melatih anak, cobalah untuk memulai untuk mengajarkan pada anak untuk tidak saling membenci. Anda juga bisa menunjukkan dengan tindakan bagaimana cara menghormati dan berpikiran terbuka.
- Berkomunikasi dengan jelas: komunikasi yang Anda tangkap mungkin berkaitan dengan berbicara atau menyampaikan pendapat. Namun, komunikasi dalam hal ini juga berkaitan dengan memahami gesture atau bahasa tubuh, ekspresi sehingga bisa meminimalisir kesalahpahaman.
- Mendengarkan dan meresponnya dengan baik. Untuk menjadi pendengar yang baik, tentu kemampuan kontak mata, fokus, memahami ekspresi muka dan memberikan jawaban diperlukan.
- Bekerja sama dengan yang lain untuk meraih tujuan. Dalam kemampuan ini, sebagai individu, anak dituntut untuk beradaptasi dan bekerja sama dengan yang lainnya. Dengan begitu, anak akan lebih menghormati pendapat orang lain dan bekerja sama untuk keperluan tim.
- Tahan dari tekanan sosial dan kemampuan ini sangat erat kaitannya dengan self management skill. Anak yang mampu bertahan dari tekanan sosial dapat bertahan untuk tidak terlibat dengan sesuatu yang berpotensi merusak diri.
- Perundingan masalah secara konstruktif yang melibatkan pencapaian untuk saling memuaskan dan memenuhi kebutuhan dari semua pihak. Dengan kata lain, skill ini berkaitan erat dengan musyawarah mufakat untuk membuat dan menentukan solusi yang adil untuk semua pihak.
- Menawarkan dan mencari bantuan jika diperlukan karena tidak semua orang mampu bertahan di kondisi yang berbeda-beda. Jadi, perlu pemahaman yang baik untuk mengenali situasi dan apa yang dibutuhkan/ditawarkan ke orang lain. Dengan begitu, aktivitas bisa berjalan dengan baik dan mencapai tujuan.
- Mengidentifikasi masalah: apakah masalah yang dihadapi tersebut mudah atau susah. Dalam pembelajaran, anak akan dihadapkan dalam suatu masalah dan biarkan anak untuk bertindak sendiri. Lihat dan bimbing apakah anak mampu mengidentifikasi masalahnya atau justru sebaliknya dan butuh bantuan dari orang dewasa.
- Menganalisa situasi yang berkaitan erat dengan mengidentifikasi masalah. Untuk menganalisa situasi, tentu anak Anda harus melihat dari sudut pandang yang berbeda. Dengan begitu, anak Anda bisa mengetahui masalahnya seperti apa dan cara mengatasinya.
- Mengatasi masalah yang dihadapi. Dalam hal ini, anak harus tahu kemungkinan yang akan terjadi jika keputusan tersebut diambil. Misalnya apakah akan merugikan salah satu pihak atau cukup adil untuk semua pihak.
- Mempertimbangkan tanggung jawab dari keputusan yang diambil. Dalam pembelajaran, anak perlu mempertimbangkan mengenai norma yang berlaku.
- Evaluasi dan introspeksi diri sebagai bentuk perubahan atas keputusan yang diambil. Anak perlu tahu apakah keputusan tersebut tepat atau tidak dan kemudian mengevaluasi sehingga ada perbaikan di masa depan.
30 September 2024
KETERKAITAN PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL DENGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Pembelajaran Sosial Emosional
Pembelajaran
Sosial Emosional (PSE) atau Social Emotion Learning (SEL): adalah pendekatan pembelajaran
yang memperhatikan aspek sosial dan emosional peserta didik.
Tujuan Pembelajaran Sosial dan
Emosional: Membantu peserta didik mengembangkan keterampilan sosial, mengelola
emosi, dan membangun hubungan yang sehat.
Kompetensi Pembelajaran Sosial
Emosional
Menurut Collaborative for
Academic, Social, and Emotional Learning (CASEL), ada lima kompetensi inti
dalam pembelajaran sosial emosional, yaitu:
- Kesadaran diri (self-awareness): Kesadaran diri atau self-awareness adalah kemampuan seseorang dalam mengenali emosi, pikiran, nilai, dan diri sendiri secara akurat. Siswa yang memiliki tingkat kesadaran diri yang tinggi dapat mengenali keterkaitan antara perasaan, tindakan, dan pikiran yang dilakukan. Siswa juga memiliki kesadaran diri yang tinggi terkait kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sehingga tingkat percaya diri, mindset, dan memiliki rasa optimis yang sangat kuat.
- Manajemen diri (self-management): Kompetensi manajemen diri atau self-management berkaitan dengan kemampuan siswa dalam mengelola emosi, pikiran, dan perilaku di berbagai situasi. Kemampuan ini juga berhubungan dengan cara siswa menangani stres, mengontrol keinginannya, dan bertahan saat menghadapi tantangan.
- Kesadaran sosial (social awareness): Kesadaran sosial atau social awareness adalah kemampuan yang berkaitan dengan empati. Siswa yang memiliki empati yang tinggi mampu memahami, menghormati, dan menempatkan diri pada posisi orang lain yang mungkin berasal dari latar belakang atau budaya yang berbeda darinya.
- Kemampuan berinteraksi sosial (relationship skills): Kompetensi ini berkaitan erat dengan kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan siswa. Siswa yang pandai berkomunikasi dapat membangun dan memelihara hubungan yang sehat dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Mereka juga mampu mendengarkan dan mampu berkomunikasi dengan orang lain, menyelesaikan konflik secara damai, dan mengetahui kapan harus meminta atau menawarkan bantuan. Kompetensi ini akan sangat
- Pengambilan keputusan bertanggung jawab (responsible decision-making): Kompetensi dalam pembelajaran sosial emosional lainnya adalah pengambilan keputusan bertanggung jawab(responsible decision-making). Kompetensi ini berkaitan dengan mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil.
Kompetensi yang dimiliki oleh
siswa melalui pembelajaran sosial emosional menghasilkan suatu keterampilan
sosial emosional. Keterampilan ini mengacu pada kemampuan yang dimiliki
individu untuk mengelola emosi mereka, memahami emosi orang lain, dan
berinteraksi secara efektif dengan orang lain dalam konteks sosial.
Keterampilan ini penting untuk kesejahteraan pribadi, keberhasilan akademis,
dan pencapaian profesional. Keterampilan ini meliputi kesadaran diri, manajemen
atau pengaturan diri, kesadaran sosial, keterampilan hubungan, dan pengambilan
keputusan yang bertanggung jawab.
Profil pelajar Pancasila
Profil pelajar Pancasila adalah
karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri
setiap individu peserta didik.
Sebagaimana dikutip dari Pusat
Kolaborasi Kemdikbud, pembelajaran sosial dan emosional (PSE) atau social
Emotional Learning (SEL) memiliki peran penting dalam membentuk profil
pelajar Pancasila.
Profil Pelajar Pancasila merupakan
ciri-ciri dan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh peserta didik, yang
didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Profil ini terdiri dari enam dimensi,
yaitu:
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
- Mandiri
- Bergotong-royong
- Berkebinekaan global
- Bernalar kritis
- Kreatif
Keterkaitan Pembelajaran Sosial Emosional dengan Profil Pelajar Pancasila
Perubahan zaman yang sarat akan
tantangan, pendidikan bukan lagi sekadar membekali generasi muda dengan
pengetahuan akademis semata. Lebih dari itu, pendidikan harus menjadi wadah
untuk menumbuhkan karakter kuat, berbudi pekerti luhur, serta memiliki
kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi.
Inilah esensi dari Profil Pelajar
Pancasila, sebuah visi pendidikan yang bertujuan membentuk individu-individu
unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara
emosional dan sosial.
Pembelajaran Sosial dan Emosional
(PSE) muncul sebagai salah satu pendekatan inovatif yang memiliki kaitan erat dengan
penguatan Profil Pelajar Pancasila.
PSE tidak hanya memberikan
pengetahuan tentang emosi dan interaksi sosial, tetapi juga mengajarkan
keterampilan penting seperti mengenali dan mengelola emosi, membangun hubungan
positif, mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta mengembangkan empati
dan kepedulian terhadap sesama.
Pembelajaran sosial emosional di Satuan
Pendidikan atau sekolah dilakukan untuk menghasilkan Budaya Satuan Pendidikan
yang menampilkan nilai dsn norma Pancasila bagi semua unsur terkait dalam satuan
pendidikan tersebut. Pembelajaran sosial emosional di satuan Pendidikan dilaksanakan
melalui:
·
Pembelajaran Intrakurikuler: Integrasi
SEL dalam pembelajaran membantu peserta didik memahami nilai-nilai Pancasila
dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
·
Ekstra Kurikuler: Integrasi SEL dalam kegiatan
ekstrakurikuler membatu siswa memahami nilai-nilai Pancasila melalui
kegiatan-kegiatan tertentu.
·
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila:
Projek lintas disiplin ilmu yang kontekstual dan berbasis pada kebutuhan
masyarakat atau permasalahan di lingkungan satuan pendidikan.
Penguatan profil pelajar
Pancasila melalui pembelajaran sosial dan emosional membentuk karakter dan
kemampuan peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Dengan pendekatan ini, kita dapat
menciptakan generasi yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan
nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Pembelajaran sosial emosional
dilakukan untuk mengelola diri dalam menjalani kehidupannya, dan menghasilkan
suatu kompetensi yang memberi manfaat untuk, meningkatkan kompetensi: prestasi
akademik, kesadaran diri dan rasa percaya diri, empati terhadap orang lain,
keterampilan membangun hubungan baik, dan mengurangi tekanan emosional.
Pembelajaran sosial emosional menghasilkan
kompetensi yang dimiliki siswa dengan selalu menunjukkan nilai-nilai Pancasila yang
merupakan bentuk dari Profil Pelajar Pancasila dalam menjalani kehidupannya.
Berikut nilai-nilai Pancasila yang
akan dimiliki siswa sebagai Profil Pelajar Pancasila yang dihasilkan melalui
pembelajaran sosial emosional:
·
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
dan Berakhlak Mulia: PSE menanamkan nilai-nilai moral dan etika sejak dini,
membantu siswa memahami pentingnya menghormati keyakinan orang lain, bertindak
jujur dan adil, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan.
·
Berkebinekaan Global: PSE mengajarkan
siswa untuk menghargai perbedaan, memahami keragaman budaya, serta
mengembangkan sikap toleransi dan inklusif. Siswa belajar untuk berinteraksi
secara harmonis dengan individu dari latar belakang yang berbeda, mempersiapkan
mereka untuk menjadi warga dunia yang terbuka dan inklusif.
·
Bergotong Royong: PSE melatih siswa untuk
bekerja sama dalam tim, menghargai kontribusi setiap anggota, serta
menyelesaikan konflik secara konstruktif. Melalui kegiatan kolaboratif, siswa
belajar untuk saling mendukung, berbagi tanggung jawab, dan mencapai tujuan bersama.
·
Mandiri: PSE membantu siswa mengembangkan
kemandirian emosional dan sosial. Siswa belajar untuk mengenali kekuatan dan
kelemahan diri, mengatur emosi secara efektif, serta mengambil keputusan yang
bertanggung jawab berdasarkan pertimbangan yang matang.
·
Bernalar Kritis: PSE mendorong siswa
untuk berpikir secara kritis dan reflektif terhadap emosi dan interaksi sosial.
Siswa belajar untuk menganalisis situasi, mengevaluasi informasi, serta
mengambil keputusan berdasarkan penalaran yang logis dan etis.
·
Kreatif: PSE merangsang kreativitas siswa
dalam mengekspresikan emosi dan membangun hubungan sosial. Siswa belajar untuk
mengembangkan ide-ide baru, mencari solusi inovatif, serta mengkomunikasikan
gagasan secara efektif.
Implementasi PSE dalam Konteks
Pendidikan
Penerapan PSE dalam lingkungan
pendidikan dapat dilakukan melalui berbagai cara. Guru dapat mengintegrasikan
pembelajaran sosial emosional ke dalam mata pelajaran yang ada, menciptakan
iklim kelas yang positif dan mendukung, serta memberikan kesempatan bagi siswa
untuk berlatih keterampilan sosial emosional dalam situasi nyata.
Misalnya, dalam pelajaran Bahasa
Indonesia, guru dapat menggunakan cerita atau puisi untuk membahas emosi
karakter dan bagaimana mereka mengatasi konflik. Dalam pelajaran Matematika,
guru dapat mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan
masalah.
Dalam pelajaran Seni, siswa dapat
mengekspresikan emosi mereka melalui lukisan atau musik.
Selain itu, sekolah dapat
menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada pengembangan
keterampilan sosial emosional, seperti klub debat, drama, atau kegiatan sosial.
Sekolah juga dapat mengundang
pembicara tamu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pentingnya
kecerdasan emosional dan sosial.
28 Februari 2024
Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
Dalam ilmu akuntansi, jurnal dibagi menjadi 2 jenis yaitu jurnal khusus dan jurnal umum. Kedua jurnal ini menghasilkan output yang sama, tetapi memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda.
Jurnal umum dan jurnal khusus adalah dua jenis jurnal akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu merekam transaksi keuangan, namun keduanya memiliki perbedaan dalam hal jenis transaksi yang dicatat.
Dengan kata lain, Jurnal umum dan jurnal khusus memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan jurnal umum adalah untuk menyimpan catatan transaksi secara kronologis, sedangkan tujuan jurnal khusus adalah untuk membantu mengelompokkan dan mengorganisir transaksi bisnis berdasarkan jenisnya.
Pada suatu perusahaan besar, pasti terjadi transaksi yang sangat banyak, Karena itu, maka pembuatan jurnal umum saja dinilai kurang efektif untuk bisa mengecek setiap transaksi secara cepat, sehingga diperlukannya jurnal khusus dalam sebuah pencatatan transaksi keuangan.
Berikut pembahasan mengenai perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus.
Jurnal umum adalah sebuah jurnal yang digunakan untuk pencatatan segala jenis transaksi keuangan dalam suatu bisnis pada periode tertentu.
Jurnal khusus merupakan jurnal yang dikelompokan secara khusus sesuai dengan jenis transaksinya.
Transaksi khusus yang dimaksud adalah transaksi yang sering terjadi dalam setiap bulannya dan selalu berulang-ulang.
Jurnal umum dan jurnal khusus adalah dua jenis jurnal akuntansi yang sering digunakan dalam pencatatan transaksi bisnis. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu mencatat transaksi, namun ada perbedaan yang signifikan dalam fungsinya.
Lingkup Transaksi: Perbedaan pertama antara jurnal umum dan jurnal khusus adalah lingkup transaksi yang dicatat. Jurnal umum mencatat seluruh transaksi yang terjadi di perusahaan, sedangkan jurnal khusus hanya mencatat transaksi tertentu yang terkait dengan akun khusus. Misalnya, jurnal penjualan hanya mencatat transaksi penjualan, sementara jurnal pembelian hanya mencatat transaksi pembelian.
Tujuan: Jurnal umum dan jurnal khusus memiliki tujuan yang berbeda. Tujuan jurnal umum adalah untuk menyimpan catatan transaksi secara kronologis, sedangkan tujuan jurnal khusus adalah untuk membantu mengelompokkan dan mengorganisir transaksi bisnis berdasarkan jenisnya.
Informasi yang Disajikan: Perbedaan ketiga antara jurnal umum dan jurnal khusus adalah informasi yang disajikan. Jurnal umum mencatat transaksi secara umum, sedangkan jurnal khusus mencatat transaksi berdasarkan jenisnya. Jurnal umum memberikan informasi tentang debit dan kredit setiap transaksi, sedangkan jurnal khusus memberikan informasi lebih spesifik tentang setiap transaksi.
Frekuensi Pencatatan: Jurnal umum dan jurnal khusus juga berbeda dalam frekuensi pencatatan. Jurnal umum dicatat setiap kali terjadi transaksi bisnis, sedangkan jurnal khusus hanya dicatat pada saat terjadi transaksi tertentu. Sebagai contoh, jurnal penjualan hanya dicatat ketika ada transaksi penjualan yang terjadi.
Keterkaitan dengan Neraca dan Laporan Laba Rugi: Perbedaan terakhir antara jurnal umum dan jurnal khusus adalah keterkaitannya dengan neraca dan laporan laba rugi. Jurnal umum digunakan untuk menghasilkan neraca dan laporan laba rugi secara keseluruhan, sedangkan jurnal khusus digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan yang lebih spesifik, seperti laporan penjualan atau pembelian.
Jurnal umum memiliki 5 fungsi penting bagi sebuah perusahaan, yaitu:
- Fungsi Historis: Pencatatan setiap transaksi dilakukan berdasarkan waktu terjadinya transaksi, sehingga jurnal umum bisa menggambarkan kegiatan perusahaan sehari-hari dalam satu bulan.
- Fungsi Pencatatan: Jurnal umum digunakan untuk melakukan berbagai hal pencatatan keuangan yang terjadi dalam perusahaan selama periode waktu tertentu.
- Fungsi Analisis: Menganalisis semua transaksi untuk mengetahui akun mana yang harus di debit maupun di kredit.
- Fungsi Instruksi: Merupakan perintah untuk melakukan pencatatan pada buku besar baik yang di debit maupun di kredit sesuai dengan hasil analisis.
- Fungsi Informatif: Jurnal umum memiliki fungsi sebagai informasi melalui pencatatan transaksi yang dilakukan.
- Jurnal Pembelian, berfungsi untuk mencatat semua transaksi pembelian barang usaha secara kredit.
- Jurnal Penjualan, untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penjualan barang usaha secara kredit.
- Jurnal Penerimaan Kas, untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang dari berbagai sumber pemasukan.
- Jurnal Pengeluaran Kas, untuk mencatat semua transaksi pengeluaran uang dari berbagai sumber pengeluaran.
Perbedaaan Berdasarkan Ciri-Ciri
Jurnal Umum:
- Terdiri dari 2 kolom yaitu debit dan kredit
- Untuk mencatat semua transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
- Bentuk dari jurnal ini terdiri atas kolom Tanggal, Akun, Keterangan, Referensi (Ref), dan Jumlah yang terdiri atas Kredit dan Debit
- Semua transaksi hanya dicatat pada satu jurnal saja
- Dilakukan setiap terjadi transaksi
- Untuk jurnal ini posting dari jurnal ke buku besar dilakukan langsung setiap terjadi transaksi
- Pencatatan dapat dilakukan oleh satu orang
- Digunakan hanya pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang yang masih tergolong kecil, di mana transaksinya belum begitu banyak
- Hanya memiliki satu jenis
- Fungsi dari jurnal ini berdasarkan kegunaan dari jurnal tersebut
- Terdiri dari banyak kolom
- Hanya digunakan untuk mencatat transaksi sejenis dan sering terjadi
- Bentuk jurnal disesuaikan dengan kolom-kolom yang diperlukan dalam mencatat transaksi sejenis
- Transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai dengan jenisnya dalam beberapa jenis jurnal yang berbeda. Contohnya, apabila transaksi tersebut berhubungan dengan pengeluaran, maka harus dicatat pada Jurnal Pengeluaran Kas
- Dilakukan secara periodik, biasanya setiap akhir bulan
- Posting dari jurnal ke buku besar dilakukan secara berkala dan kolektif
- Pencatatan dilakukan oleh banyak orang
- Digunakan oleh perusahaan berskala besar
- Memiliki 4 jenis yaitu jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan, dan jurnal penerimaan kas.
- Berdasarkan dari jenis jurnal yang telah dikelompokkan
Perbedaaan Berdasarkan Pencatatan
Untuk cara pencatatan antara jurnal umum dan jurnal khusus tidak berbeda jauh, yang perlu diperhatikan adalah langkah-langkah sebelum memasukkan ke dalam buku jurnalnya, berikut langkah-langkahnya :
- Identifikasi setiap transaksi yang masuk ke dalam jurnal umum atau jurnal khusus. Jangan sampai salah dalam memasukan transaksi.
- Identifikasi saldonya, apakah akan mengurangi atau justru malah menambah saldo awal. Perhatikanlah saldo awal dan jenis transaksi untuk melakukan identifikasi.
- Telitilah dalam menuliskan nominal setiap transaksi, jangan sampai salah dalam menulis.
- Lakukan analisis untuk mengetahui antara yang ada di debit dan di kredit harus sama.
Perbedaaan Berdasarkan Akuntansi
Jurnal umum dan jurnal khusus adalah dua jenis jurnal yang digunakan dalam proses pencatatan transaksi bisnis. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencatat transaksi bisnis, namun ada perbedaan dalam hal fokus, konten, dan penggunaannya.
Fokus: Jurnal umum (general journal) digunakan untuk mencatat transaksi bisnis yang tidak masuk ke dalam jurnal khusus. Jurnal umum mencatat transaksi seperti penyesuaian akhir periode, pencatatan pembelian aset tetap, dan pencatatan penyusutan. Jurnal khusus (special journal), di sisi lain, memiliki fokus yang lebih spesifik, dan digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan aktivitas bisnis tertentu, seperti penjualan, pembelian, dan penggajian.
Konten: Jurnal umum mencatat transaksi secara umum, termasuk nomor akun, tanggal, keterangan, dan jumlah. Sedangkan jurnal khusus mencatat informasi yang lebih spesifik, tergantung pada jenis jurnal khususnya. Sebagai contoh, jurnal penjualan (sales journal) mencatat informasi seperti nama pelanggan, tanggal penjualan, nomor faktur, dan jumlah penjualan.
Penggunaan: Jurnal umum dan jurnal khusus digunakan untuk tujuan yang berbeda. Jurnal umum digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak masuk ke dalam jurnal khusus, sedangkan jurnal khusus digunakan untuk mencatat transaksi yang terkait dengan aktivitas bisnis tertentu. Penggunaan jurnal khusus membantu untuk memudahkan pencatatan dan pelacakan transaksi bisnis yang berkaitan dengan aktivitas tertentu, seperti penjualan atau pembelian.
Frekuensi: Jurnal umum biasanya digunakan secara periodik, seperti bulanan atau tahunan, untuk mencatat transaksi yang tidak masuk ke dalam jurnal khusus. Sedangkan jurnal khusus digunakan secara rutin setiap kali terjadi transaksi bisnis yang berkaitan dengan aktivitas tertentu. Sebagai contoh, jurnal penjualan digunakan setiap kali terjadi penjualan.
Keterkaitan: Jurnal umum dan jurnal khusus saling terkait dalam proses akuntansi. Jurnal umum digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak masuk ke dalam jurnal khusus, dan juga sebagai referensi untuk mencatat transaksi di jurnal khusus. Jurnal khusus, di sisi lain, mencatat transaksi yang terkait dengan aktivitas bisnis tertentu, dan hasil pencatatannya akan dikumpulkan dan dicatat ke dalam jurnal umum sebagai bagian dari proses akuntansi yang lebih besar
SEMOGA BERMANFAAT...
08 Desember 2022
Analisis Hasil Belajar
Analisis Hasil Belajar merupakan suatu proses yang harus dilakukan oleh setiap guru setelah melakukan penilaian pada pembelajaran tertentu.
Bagi guru yang berminat, yang akan periksa hasil penilaian akhir semester....
Silahkan download aplikasi sederhana di bawah ini... aplikasi Analisis Butir Soal (ABS), dapat dipakai untuk periksa hasil penilaian akhir semester (PAS), atau penilaian lainnya.
Silahkan download... Semoga bermanfaat
Pada aplikasi ini, guru dapat melakukan analisis hasil penilaian dengan jumlah maksimum: responden sebanyak 50 orang, soal Pilihan Ganda sebanyak 50 soal, soal uraian sebanyak 20 soal.
Untuk download, silahkan klik DI SINI 50-50-20.
Sedangkan untuk download aplikasi analisis hasil penilaian dengan jumlah maksimum: responden sebanyak 50 orang, soal Pilihan Ganda sebanyak 50 soal, soal uraian sebanyak 10 soal, silahkan klik DI SINI 50-50-10.
04 Juli 2022
Inovasi dan Kebaruan Dalam Pembelajaran
Innovation, Discovery, dan Invention
Kata innovation, discovery, dan invention merupakan tiga kata yang memiliki arti hampir sama. Dalam bahasa Indonesia, ketiga kata tersebut dapat diartikan sebagai “penemuan”, yang mengandung arti “ditemukannya sesuatu yang baru” baik sebenarnya barang itu sudah ada lama kemudian baru diketahui atau memang benar-benar baru dalam arti sebelumnya tidak pernah ada. Demikian pula mungkin hal yang baru itu diadakan dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu.
Kata inovasi dalam bahasa Inggris “innovation” diterjemahkan sebagai segala hal yang baru atau pembaharuan (S. Wojowasito, 1972; Santoso S. Hamijoyo, 1996).
Inovasi kadang-kadang juga dipakai untuk menyatakan penemuan, karena hal yang baru itu hasil penemuan. Kata penemuan juga sering digunakan untuk menterjemahkan kata dari bahasa inggris discovery dan invention.
Pengertian Inovasi Menurut Beberapa Ahli:
Menurut Everett M. Rogers, bahwa inovasi adalah “an idea, practice, or object perceived as new by the individual.” (suatu gagasan, praktek, atau benda yang dianggap/dirasa baru oleh individu). Rogers menjelaskan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi
Dengan definisi ini maka kata perceived menjadi kata yang penting karena pada mungkin suatu ide, praktek atau benda akan dianggap sebagai inovasi bagi sebagian orang tetapi bagi sebagian lainnya tidak, tergantung apa yang dirasakan oleh individu terhadap ide, praktek atau benda tersebut.
An innovation is an idea for accomplishing some recognition social and in a new way or for a means of accomplishing some social (Donald P. Ely;1982)
Menurut Stephen Robbins, bahwa Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.
Menurut Van de Ven, Andrew H, bahwa Inovasi adalah pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan baru oleh orang dimana dalam jangka waktu tertentu melakukan transaksi-transaksi dengan orang lain dalam suatu tatanan organisasi
Menurut Kuniyoshi Urabe, bahwa Inovasi bukan merupakan kegiatan satu kali pukul (one time phenomenon), melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif yang meliputi banyak proses pengambilan keputusan di dan oleh organisasi dari mulai penemuan gagasan sampai implementasinya di pasar.
An Innovation is any idea, practice, or mate artifact perceived to be new by relevant unit of adopt. The innovation is the change object. (Zaltman, Duncan; 1977:12)
Menurut UU No. 18 tahun 2002, bahwa Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.
Untuk lebih jelasnya, dapat dijelaskan terkait pengertian diskoveri, invensi, dan inovasi, sebagai berikut:
Diskoveri (discovery) adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada, tetapi belum diketahui orang. Misalnya penemuan benua Amerika.
Invensi (invention) adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasil kreasi manusia. Benda atau hal yang ditemui itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan dengan hasil kreasi baru. Misalnya penemuan teori belajar, teori pendidikan, teknik pembuatan barang dari plastik, mode pakaian, dan sebagainya.
Inovasi (innovation) ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invensi maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
Jadi, bisa dipahami bahwa inovasi adalah suatu ide, barang, kejadian, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invensi maupun diskoveri.
Artinya inovasi menggambarkan penemuan yang dijadikan untuk memecahkan masalah untuk mencapai tujuan tertentu. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Jadi, inovasi dalam bidang pendidikan adalah inovasi yang dipakai untuk memecahkan masalah pendidikan khususnya dalam kegiatan pembelajaran atau untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa:
Inovasi (innovation) merupakan suatu ide, gagasan, metode, cara, barang barang buatan manusia, hal-hal praktis yang dianggap sebagai sesuatu hal yang baru bagi sekelompok masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu atau memecahkan masalah.. Hal-hal yang baru tersebut dapat berupa hasil invensi ataupun diskoveri.
Invensi (invention) merupakan penemuan sesuatu yang benar-benar baru dengan kata lain penemuan tersebut memang belum ada sebelumnya, yang kemudian diadakan suatu hasil kreasi baru.
Diskoveri (discovery) merupakan penemuan sesuatu yang baru tetapi sebenarnya hal itu telah ada tetapi baru dikenal masyarakat secara umum.
Inovasi dan Kebaruan Dalam Pembelajaran:
Perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi secara pesat dalam berbagai aspek kehidupan merupakan suatu upaya untuk menjembatani masa sekarang dan masa yang akan datang, yaitu dengan cara menunjukkan berbagai pembaharuan yang lebih mengejar efisiensi dan efektivitas.
Inovasi dan kebaruan dalam pembelajaran perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan layanan individual terhadap peserta didik dan perbaikan kesempatan belajar bagi mereka, dan merupakan pendorong adanya pembaharuan yang mengiringi perkembangan zaman.
Pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan untuk memungkinkan terjadinya proses belajar yang dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut secara aktif, efektif, dan inovatif.
Inovasi pembelajaran dapat dikatakan sebagai suatu penemuan ide baru yang digunakan untuk membelajarkan, atau memecahkan masalah dalam proses membelajarkan.
Inovasi pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dan mesti dimiliki atau dilakukan oleh guru. Hal ini disebabkan karena pembelajaran akan lebih hidup dan bermakna. Berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa agar lebih giat dan senang belajar. Inovasi pembelajaran diartikan juga sebagai suatu perubahan yang baru dan berbeda dari hal yang sebelumnya, yang diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pembelajaran.
Inovasi pembelajaran merupakan suatu penemuan atau pembaharuan dari unsur-unsur suatu sistem yang tersusun baik itu material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Untuk itu perlu diadakan suatu pembaharuan dalam pembelajaran agar keahlian dan pengetahuan dari pembelajar dapat tereksplor serta dapat berkembang seimbang menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi.
Kebaruan pembelajaran adalah suatu perubahan/ pembaruan sistem pembelajaran yang telah ada diperbaharui lagi agar lebih efektif dan efisien.
Sedangkan hubungan inovasi pembelajaran dan kebaruan pembelajaran dapat disimpulkan sebagai berikut: “ Kebaruan itu merupakan sistem dan hasil dari pemikiran inovasi”. Jadi, inovasi bersifat umum dan kebaruan itu bersifat lebih khusus.
Hubungan pembaruan dengan kebaruan adalah pembaruan merupakan proses menjadi lebih baru dan kebaruan merupakan hasil dari proses pembaruan.
25 Juni 2019
Aplikasi Rapor SMP Kurikulum 2013
Agar aplikasi RAPOR-KKM-SMP-... dapat berjalan lancar, pastikan laptop yang akan dipakai harus sudah terinstall Microsoft Office 2016 (Microsoft Excel 2016), atau versi lebih tinggi diatasnya.
RAPOR-KKM-SMP-2019 (merupakan program aplikasi e-rapor menggunakan MS.Excel yang memungkinkan KKM berbeda untuk setiap MP (mata pelajaran).
Aplikasi rapor ini dipakai selama 3 tahun pelajaran (berdasarkan tahun masuk siswa).
Untuk tahun masuk berikutnya, dapat dicopy paste folder RAPOR-KKM-SMP-2019 beserta semua isinya, lalu ganti nama foldernya menjadi RAPOR-KKM-SMP-2020 atau RAPOR-KKM-SMP-2021 atau tahun-tahun selanjutnya..., sehingga dapat dipakai seterusnya selama tidak ada perubahan aturan pengolahan nilai.
KETERANGAN:
MP-1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
MP-2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
MP-3 Bahasa Indonesia
MP-4 Matematika
MP-5 IPA
MP-6 IPS
MP-7 Bahasa Inggris
MP-8 Seni Budaya
MP-9 Penjas Orkes
MP-10 Prakarya
MP-11 Informatika.
Langkah-langkah operasi
Copy folder "RAPOR-KKM-SMP-2019" beserta semua isinya, dan paste ke direktori. Misalnya paste ke drive D>/ atau ke direktori lainnya.
Ganti nama folder "RAPOR-KKM-SMP-2019" menjadi "RAPOR-KKM-SMP-2020" atau "RAPOR-KKM-SMP-2021", atau nama lainnya sesuai kebutuhan.
1. Lengkapi data setiap siswa dan data sekolah pada file "DATA-SISWA"
2. Berikan (copy) setiap file (file "MP-1","MP-2",...,"MP-11", beserta file "DATA-SISWA") dan berikan kepada setiap guru mata pelajaran untuk dilakukan input nilai setiap mata pelajaran. Sehingga setiap guru mapel mendapatkan 2 file yaitu: 1 file MP-... dan 1 file DATA-SISWA.
3. Setelah dilengkapi semua nilai pada setiap file (MP-1,...,MP-11) oleh setiap guru mata pelajaran, kembalikan (paste) file (MP-1,...,MP-11) dengan cara timpa (paste replace..., jangan ganti nama file) ke tempat Folder semula (ke folder RAPOR-KKM-SMP-2019)
4. Lengkapi data: presensi, sikap, catatan wali kelas, ektra kurikuler, prestasi, pada file "MP-SIKAP".
5. Buka file "RAPOR" dan rapor siap dicetak., Cetak rapor berdasarkan kode siswa (ketik kode siswa misalnya: 1,2,3,... lalu tekan Enter)
6. Silahkan cetak rapor.
INGAT, INGAT, INGAT:
Jika muncul peringatan UPDATE, silahkan klik tobol "Update"
Jika muncul peringatan "We can't update some of the links...", klik tombol "Continue"
Jika muncul peringatan "Security Warning...", klik "Enable"; atau "Option" pilih Enable, lalu klik "OK"
RAPOR INI DIGUNAKAN MULAI SISWA MASUK KELAS VII DAN BERLANJUT HINGGA KELAS IX.
RAPOR untuk siswa tahun masuk berikutnya, dapat dibuat dengan cara copy folder "RAPOR-KKM-SMP-2019" (beserta seluruh isinya), lalu ganti nama folder menjadi "RAPOR-KKM-SMP-2020" atau "RAPOR-KKM-SMP-2021" atau lainnya, maka rapor siap digunakan.
Selanjutnya dapat digunakan untuk tahun-tahun seterusnya.
SEMOGA BERMANFAAT...
12 Mei 2016
Model Pembelajaran: Problem Based Learning dan Discovery Learning
Fase-Fase
|
Perilaku Guru
|
Fase 1
Orientasi peserta didik pada masalah
|
· Menjelaskan tujuan pembelajarn tentang materi vektor yaitu menerapakn prinsip penjumlahan vektor.
· Memperlihatkan dan menampilkan video atau gambar tentang peristiwa atau hal-hal yang berkaitan dengan penerapan vektor dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya video atau gambar tentang penarikan kapal yang mengalami kecelakaan atau kerusakan di tengah lautan dan harus segera dibawa ke pelabuhan terdekat untuk diperbaiki. Untuk menarik kapal tersebut dibutuhkan dua kapal dengan dilengkapi kawat baja. Agar kapal dapat sampai ke pelabuhan yang dituju, posisi kapal selama perjalanan selama perjalanan tetap stabil besar gaya yang dibutuhkan oleh masing-masing kapal penarik dan sudut yang dibentuk oleh kawat baja harus diperhitungkan secara cermat.
· Memotivasi peserta didik agar terlibat pada aktivitas pemecahan masalah.
· Menjelaskan logistik yang dibutuhkan seperti pembentukan tugas kelompok, serta mengarahkan peserta untuk berkumpul dengan kelompoknya masing-masing.
|
Fase 2
Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar
|
· Membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut yaitu tentang menggambar vektor, resultan vektor, komponen vektor serta mengitung besar arah resultan vektor
· Mengarahkan peserta didik untuk melakukan kajian teori yang relevan dengan masalah serta mencari narasumber lainnya
|
Fase 3
Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
|
Mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai yaitu bagaimana mencari resultan dua vektor sebidang atau mencari resultan dua vektor dengan menerapkan operasi vektor.
|
Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
|
Membantu peserta didik dalam memecahkan masalah seperti merencanakan dan menyiapkan laporan serta membantu siswa dalam berbagi tugas dengan temannya.
|
Fase 5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
|
Membantu siswa melakukan refleksi serta evaluasi terhadap penyelidikan peserta didik dalam proses-proses yang dilakukan serta meminta kelompok untuk presentasi.
|
Fase-Fase
|
Perilaku Guru
|
Stimulation
(Pemberian Stimulus)
|
· Memberikan stimulus kepada peserta didik berupa pertanyaan yang berkaitan dengan materi vektor. Misalnya “bagaimana cara menguraikan vektor menjadi dua buah vektor yang sebidang?”.
· Mengajak peserta didik berdiskusi untuk mencari penyebab dan menemukan pemecahan masalah
|
Problem Satatement
(Mengidentifikasi Masalah)
|
Membimbing siswa untuk membentuk kelompok yang dilanjutkan dengan disuksi rumusan maslah, tujuan, dan langkah kerja dengan alat dan bahan yang telah tersedia
|
Data Callecting
(Mengumpulkan Data)
|
Membimbing peserta didik dalam menyiapkan alat dan bahan berupa necara pegas, busur derajat, benang, paku payung, dan papan triplek yang dilengkapi kertas berpetak dengan tujuan untuk menguraikan vektor menjadi dua buah vektor yang sebidang.
|
Data Processing
(Mengolah Data)
|
Membimbing pesera didik dalam mengolah data eksperimen yaitu berupa vasiasi sudut a
|
Verification
(Menguji Hasil)
|
Membimbing siswa menguji hasil pengolahan data pengamatan yaitu bagaimana kecenderungan rata-rata hasil pengukuran apakah mempunyai nilai yang sama antar data dengan mengubah-ubah sudut a, serta kesalahan pengukuran dan presentase eror perhitungan pada tiap-tiap data pengukuran.
|
Generalization
(Menyimpulkan)
|
Mengarahkan peserta didik agar menyusun kesimpulan dari eksperimen serta mengarahkan peserta didik agar membuat laporan.
|




