SELAMAT DATANG

"Selamat Datang di blog saya, semoga blog ini dapat bermanfaat bagi anda"
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan

05 Februari 2025

RABAT, BRUTO, NETO, dan TARA


Penjelasan Singkat:

  • Rabat adalah potongan harga suatu barang
  • Bruto adalah berat suatu barang beserta kemasannya (berat total dari barang+pembungkus).
  • Netto adalah berat suatu barang tanpa kemasan.
  • Tara adalah berat kemasan suatu barang.

Perbedaan antara bruto, netto, dan tara, terletak pada apakah kemasan/pembungkus produk ditimbang atau tidak.


Pengertian Rabat/Diskon

Rabat/Diskon adalah potongan harga suatu benda/barang/produk.

Rabat adalah potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli karena telah membeli barang dalam jumlah yang besar/banyak. Sedangkan diskon adalah potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli yang telah membeli dalam jumlah kecil/sedikit.

Rumus untuk menentukan potongan harga berupa rabat atau diskon adalah:

Potongan Harga = Persen Potongan Harga x Harga Semula

Jika dinyatakan dalam persen, maka rumusnya adalah:

Persen Potongan Harga = (Potongan Harga : Harga Semula) x 100%

Untuk menentukan harga setelah rabat atau diskon, maka rumusnya:

Harga setelah Diskon/Rabat = Harga Semula - Potongan Harga


Pengertian Bruto

Bruto (berat kotor), yaitu berat keseluruhan suatu benda/barang/produk beserta dengan kemasannya.

Artinya, bruto dihitung berat dari isi produknya dan berat dari kemasannya sekaligus.

Ketika kita membeli sebuah barang, bruto merupakan keterangan seberapa berat dari barang tersebut, dan termasuk berat dari kemasannya atau pembungkusnya. 

Misalnya, kita membeli satu karung beras dengan berat bruto 50 kg. Maka, ukuran bruto sebesar 50 kg itu merupakan berat hasil penjumlahan antara berat berasnya dan juga termasuk berat karungnya.


Pengertian Netto

Netto (berat bersih), yaitu berat suatu benda/barang/produk tanpa kemasannya. 

Artinya, netto dihitung hanya berat dari isi produknya saja, tanpa menghitung berat dari kemasan atau pembungkusnya.

sebagai contoh, jika suatu produk tertera Netto 450 g itu artinya berat bersih (tanpa kemasan) dari produk tersebut adalah 450 gram.

Misalnya, kita membeli satu karung beras dengan berat netto 50 kg. Maka ukuran netto 50 kg itu merupakan berat bersih dari beras tersebut, tidak termasuk berat karungnya. Sehingga jika ditimbang beserta karungnya sekaligus, mungkin 50,02 kg, hal ini karena berat karungnya mungkin 0,02 kg 

Misalnya kita membeli satu karung gula. Misalnya tertera berat bruto dari satu karung gula adalah 10 kg, tetapi nettonya seberat 9.98 kg. Hal ini karena netto hanya menghitung isi bersih atau hanya menghitung berat gula saja, tanpa menghitung berat karungnya.


Pengertian Tara

Tara (potongan berat), yaitu berat kemasan/pembungkus dari suatu benda/barang/produk.


Berikut ini adalah beberapa rumus yang biasa digunakan dalam perhitungan Aritmetika Sosial:

RUMUS-RUMUS YANG DIGUNAKAN:

Rumus Bruto: 

Bruto = Netto + Tara

Rumus Netto: 

Netto = Bruto – Tara

Rumus Tara: 

Tara = Persen Tara x Bruto

Rumus Lain yang dibutuhkan untuk menghitung terkait bruto, netto, dan tara diantaranya adalah:

Rumus menghitung Harga Bersih: 

Harga Bersih = netto x harga per satuan berat

Rumus Persentase:

a). Rumus mencari persen neto:

Persentase Netto = (Neto : Bruto) x 100%

b). Rumus mencari persen tara:

Persentase Tara = (Tara : Bruto) x 100%


Jadi, 

Jika sebuah karung beras memiliki netto 50 kg dan tara 0,5 kg, maka berat bruto karung beras tersebut adalah 50,5 kg.

Jika kita membeli beras dengan bruto 100 kg dan tara 3%, maka berat bersih beras yang didapat adalah 97 kg. Hal ini, karena tara 3% dari 100 kg adalah (3 : 100) x 100 kg = 3 kg.


Contoh Soal

Sebuah karung gabah bertuliskan netto = 71,5 kg dan tara = 1,5 kg. Berapakah nilai bruto?

Jawab:

Bruto = Netto + Tara 

= 71,5 kg + 1,5 kg

Bruto = 73 kg

Contoh Soal

Sebuah karung benih jagung memiliki berat kotor atau bruto seberat 60 kg. Sementara itu, tara = 0,5 kg. Berapakah nilai berat bersih atau netto?

Jawab:

Netto = Bruto – Tara

=60 kg – 0,5 kg

Netto = 59,5 kg

Contoh Soal

Seorang distributor ingin mengetahui berat dari peti yang digunakan untuk menjadi wadah dari telur yang dibeli dari peternak. Berat bruto dari peti berisi telur tersebut adalah 120 kg. Sementara itu netto seberat 119 kg. Berapakah berat peti tersebut?

Jawab:

Peti telur = pembungkus dari isi produk = Tara

Tara = Bruto – Netto

=120 kg – 119 kg

Tara = 1 kg

Contoh Soal Menghitung Harga Bersih

Seorang pedagang membeli 2 karung beras dengan berat seluruhnya 100 kg dan tara 2%. Berapa yang harus dibayar pedagang, jika harga 1 kg beras Rp7.500, 00 per kg?

Jawab:

Tara 2% = 2% x 100 kg= 2 kg

Netto = bruto – tara

= 100 kg – 2kg = 98 kg

Jadi harga yang harus dibayarkan adalah

= netto x harga persatuan berat

= 98 kg x Rp 7.500, 00

= Rp 735.000, 00


CONTOH SOAL:

1. Budi membeli kemeja dengan harga Rp125.000,00. Setelah didiskon 25%, berapakah harga kemeja tersebut?

Jawab:

Diskon = Persen potongan harga x Harga semula

= 25% x 125.000

= 31.250

Harga setelah diskon = Harga semula - diskon

= 125.000 - 31.250

= 93.750

Jadi, harga kemeja yang dibeli Budi setelah didiskon adalah Rp93.750,00.

2. Ani adalah seorang pemilik warung kelontong. Di pasar, ia membeli 1 karung tepung terigu dengan berat 25 kg dan tara 2%. Diketahui harga 1 kg tepung terigu adalah Rp10.000,00, maka berapa banyak uang yang harus dibayarkan Ani?

Jawab:

Bruto 1 karung tepung terigu = 25 kg

Tara = Persen tara x bruto

= 2% x 25

= 0,5

Neto = Bruto - Tara

= 25 - 0,5

= 24,5

Jika harga 1 kg tepung terigu adalah Rp10.000,00, maka:

Harga yang harus dibayar = 24,5 x 10.000

= 245.000

Jadi, uang yang harus dibayarkan oleh Ani adalah Rp245.000,00.


SEMOGA BERMANFAAT...

07 Maret 2021

Contoh Soal Kaidah Pencacahan - Aturan Perkalian

Contoh Soal:

Dari kota A ke kota B ada 4 jalan yang dapat dilalui, sedangkan dari kota B ke kota C ada 3 jalan yang dapat dilalui. Berapa carakah seseorang dapat pergi:

a. dari kota A ke kota C melalui kota B?

b. dari kota A ke kota C melalui kota B dan kembali lagi ke kota A melalui kota B:

c. dari kota A ke kota C melalui kota B dan kembali lagi ke kota A melalui kota B, tetapi jalan yang ditempuh pada waktu kembali tidak boleh sama dengan jalan yang dilalui ketika berangkat.

PembahasanBanyak cara seseorang dapat pergi:
(a). Dari kota A ke kota C melalui kota BJalur yang ditempuhA ke B = 4 jalan  B ke C = 3 jalanJadi banyak cara seseorang dapat pergi= AB × BC= (4 × 3) cara= 12 cara
(b). banyak cara sesorang dapat pergi dari kota A ke kota C melalui kota B dan kembali lagi ke kota A melalui kota B  Jalur yang ditempuh:  A ke B = 4 jalanB ke C = 3 jalanC ke B = 3 jalanB ke A = 4 jalanJadi banyak cara seseorang dapat pergi= AB × BC × CB × BA= (4 × 3 × 3 × 4) cara= 144 cara
(c). dari kota A ke kota C melalui kota B dan kembali lagi ke kota A melalui kota B, tetapi jalan yang ditempuh pada waktu kembali tidak boleh sama dengan jalan yang dilalui ketika berangkat.Jalur yang ditempuh:  A ke B = 4 jalanB ke C = 3 jalanC ke B = (B ke C) - 1 = 2 jalan (karena 1 jalan sudah dilewati saat pergi dari B ke C)B ke A = (A ke B) - 1 = 3 jalan (karena 1 jalan sudah dilewati saat pergi dari A ke B)Jadi banyak cara seseorang dapat pergi= AB × BC × CB × BA= (4 × 3 × 2 × 3) cara= 72 cara

15 Agustus 2020

1 dibagi 0; 0 dibagi 1; dan 0 dibagi 0

(1/0) 1 dibagi 0

1/0 = ~ (tak terdefinisi).

Jika 1/0 = x, maka 1 = (0 . x) atau (0 . x) = 1., operasi "0 . x = 1" artinya kita harus mencari "0 dikalikan dengan bilangan (x) agar memenuhi hasilnya sama dengan 1", lalu berapa nilai x nya?... Jawabannya "Tidak Ada". Ternyata, tidak ada bilangan (x) yang dikalikan dengan 0 menghasilkan 1. 

Jadi bilangan (x) tersebut "tak terdefinisi". Sehingga, 1 dibagi 0 adalah "tak terdefinisi" atau dengan kata lain tidak memiliki solusi.  


(0/1) 0 dibagi 1

0/1 = 0.

Jika 0/1 = x, maka 0 = (1 . x) atau (1 . x) = 0., operasi "1 . x = 0" artinya kita harus mencari "1 dikalikan dengan bilangan (x) agar memenuhi hasilnya sama dengan 0", lalu berapa nilai x nya?... Jawabannya "0".

Jadi bilangan (x) tersebut "0", sesuai konsep dasar bahwa bilangan berapapun dikalikan dengan 0 maka hasilnya sama dengan 0. Sehingga 0 dibagi 1 adalah "0" atau dengan kata lain memiliki satu solusi yaitu 0.


(0/0) 0 dibagi 0

0/0 = Tak Terhingga.

Jika 0/0 = x, maka 0 = (0 . x) atau (0 . x) = 0., operasi "0 . x = 0" artinya kita harus mencari "0 dikalikan dengan bilangan (x) agar memenuhi hasilnya sama dengan 0", lalu berapa nilai x nya?... Jawabannya "Tak Terhingga Banyaknya..., bisa ..., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ...". Ternyata, bilangan yang memenuhi nilai x itu adalah tak terhingga banyaknya, berapapun nilai x ketika dikalikan dengan 0 hasilnya akan tetap 0. 

Jadi bilangan (x) tersebut "tak terhingga". Sehingga, 0 dibagi 0 adalah "tak terhingga" atau dengan kata lain memiliki banyak solusi.  

25 Februari 2016

Monte Carlo

MAKALAH
Orgenes Tonga (P3500210006)
"STUDI DAN IMPLEMENTASI PENGINTEGRASIAN NUMERIK MULTI DIMENSI
MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO"

A. PENDAHULUAN
Banyak permasalahan dalam ilmu sains yang melibatkan integrasi. Terkadang hasil integrasi ini dapat dihitung secara langsung secara matematis, tetapi seringkali hanya dibutuhkan suatu angka pasti yang mendekati hasil integrasi yang sebenarnya. Cara penghitungan untuk mendapatkan angka yang mendekati hasil integrasi yang sebenarnya disebut dengan integrasi numerik. Ada beberapa metode integrasi yang dikenal, akan tetapi pada makalah ini hanya akan berfokus pada metode Monte Carlo. Semua metode yang berupa prosedur numerik dimana keluarannya tergantung setidaknya pada sebuah variabel bilangan acak bisa disebut sebagai metode integrasi Monte Carlo.
Simulasi Monte Carlo adalah proses menurunkan secara acak nilai variabel tidak pasti secara berulang-ulang untuk mensimulasikan model. Metode Monte Carlo karena itu merupakan teknik stokastik. Kita dapat menemukan metode Monte Carlo diaplikasikan dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi sampai fisika nuklir untuk pengaturan lalu lintas aliran. Tentu saja cara aplikasinya berbeda dari satu bidang ke bidang lainnya, dan ada banyak sekali himpunan bagian Monte Carlo meskipun dalam satu bidang yang sama. Hal yang menyamakan semua itu adalah bahwa percobaan Monte Carlo membangkitkan bilangan acak untuk memeriksa permasalahan.
Walaupun menggunakan bilangan acak, Monte Carlo mempunyai akurasi yang cukup tinggi karena mempunyai metode solusi berdasarkan pada dasar teori probabilitas dan statistik. Untuk menghitung nilai integral dengan menggunakan metode Monte Carlo dibutuhkan suatu pembangkit bilangan acak dimana terdapat masalah juga dalam bagaimana bilangan semu-acak yang dihasilkan oleh komputer dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Berbagai penerapan dari pengintegralan dengan metode Monte Carlo, diantaranya: aproksimasi bilangan Pi, aproksimasi masalah pengintegralan numerik, aproksimasi masalah cardioids, model Ising dalam Fisika, fenomena partikel dimana Monte Carlo menghasilkan titik-titik pada ruang fase multipartikuler, dan lainnya.

PENGINTEGRASIAN METODE MONTE CARLO

Sejarah Monte Carlo
Ide awal dimulainya pencarian suatu metode pendekatan untuk mencari suatu solusi dalam pemecahan masalah perlindungan radiasi dan jarak tempuh neutron, yang dicetuskan Enrico Fermi di tahun 1930-an. Pada saat itu para fisikawan di Laboratorium Sains Los Alamos sedang memeriksa perlindungan radiasi dan jarak yang akan neutron tempuh melalui beberapa macam material. Namun data yang didapatkan tidak dapat membantu untuk memecahkan masalah yang ingin mereka selesaikan karena ternyata masalah tersebut tidak bisa diselesaikan dengan penghitungan analitis. Lalu John von Neumann dan Stanislaw Ulam memberikan ide untuk memecahkan masalah dengan memodelkan eksperimen di computer, dimana metode tersebut dilakukan secara probabilitas. Karena takut hasil karyanya ditiru oleh orang lain, metode tersebut diberi kode nama dengan sebutan metode Monte Carlo.
Nama Monte Carlo kemudian akhirnya menjadi populer oleh Enrico Fermi, Stanislaw Ulam, dan rekan-rekan mereka sesama peneliti fisika. Nama Monte Carlo merujuk kepada sebuah kasino terkenal di Monako. Di sanalah paman dari Stanislaw Ulam sering meminjam uang untuk berjudi. Kegunaan dari ketidakteraturan dan proses yang berulang memiliki kesamaan dengan aktivitas di kasino.
Hal yang berbeda dari simulasi Monte Carlo adalah ia membalikkan bentuk simulasi yang umum. Metode ini akan mencari kemungkinan terlebih dahulu sebelum memahami permasalahan yang ada. Sementara umumnya menggunakan simulasi untuk menguji masalah yang sebelumnya telah dipahami. Walaupun pendekatan terbalik ini sudah ada sejak lama, namun pendekatan ini baru diakui setelah metode Monte Carlo populer. Dalam metode Monte Carlo menerapkan teknik yang disebut “Simulasi Monte Carlo” dan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemecahan masalah melalui teknik computer karena simulasi Monte Carlo menggunakan angka acak untuk model semacam proses. Teknik ini bekerja sangat baik ketika proses adalah salah satu tempat probabilitas mendasar tetapi lebih sulit untuk menentukan hasilnya. Sebagian besar dari waktu CPU pada beberapa komputer tercepat di dunia dihabiskan untuk melakukan simulasi Monte Carlo karena kita bisa menuliskan beberapa hukum dasar fisika tetapi tidak dapat menyelesaikannya secara analitis sehingga diperlukan metode numeric seperti metode Monte Carlo untuk masalah kepentingan.
Metode ini telah digunakan di bidang fisika, kimia fisika, dan lain-lain. Rand Corporation dan U.S. Air Force merupakan sponsor utama dalam pengembangan metode Monte Carlo pada waktu itu dan metode ini semakin berkembang di berbagai bidang. Pada tahun 1950-an, metode ini digunakan di Laboratorium Nasional Los Alamos untuk penelitian awal pengembangan bom hydrogen, dan kemudian sangat popular dalam bidang fisika dan riset operasi sampai saat ini.
Teknik dalam metode simulasi Monte Carlo merupakan suatu teknik khusus dimana kita dapat membangkitkan beberapa hasil numerik tanpa secara aktual melakukan suatu tes eksperimen. Kita dapat menggunakan hasil dari tes sebelumnya yang pernah dilakukan untuk menentukan distribusi probabilitas dari parameter-parameter yang ditinjau dalam kasus tersebut. Kemudian kita menggunakan informasi ini untuk membangkitkan parameter-paramater data numerik. Dasar dari prosedur teknik simulasi Monte Carlo adalah membangkitkan bilangan acak semu. Menurut Kakiay (2004), metode Monte Carlo dikenal juga dengan istilah Sampling Simulasi atau Monte Carlo Sampling Technique. Metode monte carlo menggunakan data yang sudah ada (historical data). Metode monte carlo merupakan salah satu algoritma komputasi untuk mensimulasikan berbagai prilaku sistem fisika dan matematika, yang secara klasik penggunaan metode ini adalah untuk mengevaluasi integral tertentu (definit), terutama integral multidimensi dengan syarat dan batasan yang rumit. Menurut Subagyo, Asri dan Handoko (2000) Model Stochastic juga disebut model simulasi Monte Carlo dimana sifat – sifat keluaran (output) dari proses ditentukan berdasarkan, iterasi dan merupakan hasil dari konsep random (acak).
Karena agoritma ini memerlukan perulangan (repetisi) dan perhitungan yang amat kompleks, metode Monte Carlo pada umumnya dilakukan menggunakan komputer, dan memakai berbagai teknik simulasi komputer. Algoritma Monte Carlo adalah metode monte carlo numeric yang digunakan untuk menemukan solusi problem matematis (yang dapat terdiri dari banyak variable) yang susah dipecahkan, misalnya dengan kalkulus intergral, atau metode numeric lainnya. Penggunaan metode Monte Carlo membutuhkan sejumlah besar angka acak sehingga metode ini, menggunakan pembangkitan bilangan acak semu (pseudorandom number generator) dengan menggunakan algoritma tertentu sesuai kebutuhan.
Penggunaan metode Monte Carlo untuk mendapatkan solusi numeric dengan nilai estimasi yang paling mendekati dari yang diharapkan dengan cara bereksperimen melalui angka-angka acak yang dihasilkan RNG (Random Generator) dan teori probabilitas. Penggunaan pembangkitan bilangan acak akan lebih efektif digunakan dari pada tabel angka acak yang telah ada sebelumnya dan sering digunakan untuk pengambilan sampel statistik.

Pengintegrasian Metode Monte Carlo Pada Perhitungan Integral
Sebelum membahas mengenai algoritma metode Monte Carlo, akan diberikan beberapa teorema pendukung dalam metode Monte Carlo.
Nilai Rerata. Serangkaian nilai yang menyebar dalam suatu fungsi f(x) yang dapat dinyatakan sebagai luas daerah pada interval tertentu memiliki nilai rata-rata integral.

Teorema 1 (Teorema Nilai Rerata untuk Integral): Jika f(x) kontinu pada [a,b], maka terdapat bilangan c dengan a
Berlanjut...

05 Februari 2016

Aplikasi Fraksi Kontinu pada Barisan k_Fibonacci dan Persamaan Diophantine

Pencarian solusi fundamental (mendasar) persamaan Pell klasik x^2 − dy^2 = 1 telah dilakukan sebelumnya dengan metode siklik oleh Bhascara (Edwards, 1977), dengan metode faktorisasi oleh Fermat dan dengan metode reduksi oleh Lagrange (Jacobson, 2009), namun prosesnya kurang efisien. Selanjutnya pencarian solusi dengan metode fraksi kontinu berhingga sederhana pada ekspansi (penjabaran) √d pencarian solusi fundamental ternyata lebih efisien (Baltus, 2007, dan Seung, 2008). Selanjutnya Orgenes Tonga menemukan solusi persamaan Diophantine:
x^2 − (t^2 + t)y^2 = 1,
u^2 − (t^2 + t)v^2 = −32t + 4, dan
x^2 −(t^2 + t)y^2 - (16t + 4)x + (16t^2 + 16t)y = 0, (t>=1).

Dalam tulisan ini akan membahas bagaimana menyelesaikan persamaan Diophantine kuadratik menggunakan aplikasi fraksi kontinu.
Misalkan t ≥ 1 merupakan bilangan bulat positif. Akan ditentukan solusi bilangan bulat positif dari persamaan Pell x^2 − (t^2 + t)y^2 = 1, yang dapat dipakai untuk menentukan solusi bilangan bulat positif dari persamaan Pell u^2 − (t^2 + t)v^2 = −32t + 4. Selanjutnya akan ditentukan solusi bilangan bulat positif dari persamaan Diophantine
x^2 −(t^2 + t)y^2 - (16t + 4)x + (16t^2 + 16t)y = 0, (t>=1).
Diperoleh beberapa rumus dan hubungan rekurensi dalam solusi bilangan bulat positif (xn, yn) dari persamaan Diophantine

Lebih lanjut., Konsep fraksi kontinu  = [a0, a1, a2, ⋯, an] dapat dipakai dalam barisan k-Fibonacci.
Rasio dari dua unsur tertentu barisan k-Fibonacci ditentukan menggunakan konvergensi fraksi kontinu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi kontinu dapat dipakai dalam menentukan rasio dari dua unsur tertentu barisan k-Fibonacci.

Tulisan selengkapnya, dapat dipelajari pada file berikut ini...
Download file Aplikasi Fraksi Kontinu pada Barisan k_Fibonacci dan Persamaan Diophantine.
Silahkan klik link berikut:

Barisan k-Fibonacci, silahkan klik k-Fibonacci
Persamaan Diophantine, Klik DISINI

19 Oktober 2013

Bilangan yang mengasyikan

Bilangan yang mengasyikan:

2012 = 1-2-3+4*567*8/9
2012 = 1+2/3*45*67-8+9
2012 = 1+2345*6/7-8+9
2012 = 12+34*56+7+89
2012 = 123+45*6*7+8-9
2012 = 1234-5-6+789

asyik...

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

makin asyik...

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

menarik... hehehehe

12345679 x 9 = 111111111
12345679 x 18 = 222222222
12345679 x 27 = 333333333
12345679 x 36 = 444444444
12345679 x 45 = 555555555
12345679 x 54 = 666666666
12345679 x 63 = 777777777
12345679 x 72 = 888888888
12345679 x 81 = 999999999

123456789 x 9 = 1111111101
123456789 x 18 = 2222222202
123456789 x 27 = 3333333303
123456789 x 36 = 4444444404
123456789 x 45 = 5555555505
123456789 x 54 = 6666666606
123456789 x 63 = 7777777707
123456789 x 72 = 8888888808
123456789 x 81 = 9999999909

9 x 9 = 81
99 x 99 = 9801
999 x 999 = 998001
9999 x 9999 = 99980001
99999 x 99999 = 9999800001
999999 x 999999 = 999998000001
9999999 x 9999999 = 99999980000001
99999999 x 99999999 = 9999999800000001
999999999 x 999999999 = 999999998000000001

6 x 7 = 42
66 x 67 = 4422
666 x 667 = 444222
6666 x 6667 = 44442222
66666 x 66667 = 4444422222
666666 x 666667 = 444444222222
6666666 x 6666667 = 44444442222222
66666666 x 66666667 = 4444444422222222
666666666 x 666666667 = 444444444222222222

29 April 2013

BILANGAN

MACAM-MACAM BILANGAN:


Bilangan asli
Bilangan Cacahli
Bilangan bulat
Bilangan imajiner
Bilangan kompleks
Bilangan riil
Bilangan rasional
Bilangan irasional
Bilangan prima
Bilangan komposit
Pecahan



#BILANGAN ASLI
Bilangan asli adalah himpunan bilangan bulat positif yang bukan nol. Nama lain dari bilangan ini adalah bilangan hitung atau bilangan yang bernilai positif (integer positif).
Contoh :
{1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, ...}


#BILANGAN CACAH
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan asli ditambah dengan nol.
Contoh :
{0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, ...}


#BILANGAN NEGATIF
Bilangan negatif (integer negatif) adalah bilangan yang lebih kecil/ kurang dari nol. Atau juga bisa dikatakan bilangan yang letaknya disebelah kiri nol pada garis bilangan.
Contoh :
{-1, -2, -3, -4, -5, -6, -7, -8, -9, ...}


#BILANGAN BULAT
Bilangan bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan asli, bilangan nol dan bilangan negatif.
Contoh :
{-4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, ...}


#BILANGAN PRIMA
Bilangan prima adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri.
Contoh :
{2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, ...}


#BILANGAN KOMPOSIT
Bilangan komposit adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang bukan merupakan bilangan prima. Bilangan komposit dapat dinyatakan sebagai faktorisasi bilangan bulat, atau hasil perkalian dua bilangan prima atau lebih. Atau bisa juga disebut bilangan yang mempunyai faktor lebih dari dua.
Contoh :
{4, 6, 8, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, …}


#BILANGAN KOMPLEKS
Bilangan kompleks adalah suatu bilangan yang merupakan penjumlahan antara bilangan real dan bilangan imajiner atau bilangan yang berbentuk a + bi. Dimana a dan b adalah bilangan real, dan i adalah bilangan imajiner tertentu. Bilangan real a disebut juga bagian real dari bilangan kompleks, dan bilangan real b disebut bagian imajiner. Jika pada suatu bilangan kompleks, nilai b adalah 0, maka bilangan kompleks tersebut menjadi sama dengan bilangan real a.
Contoh :
{3 + 2i}


#BILANGAN IMAJINER
Bilangan imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i2 = −1. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan kompleks. Secara definisi, bilangan imajiner i ini diperoleh dari penyelesaian persamaan kuadratik :
x2 + 1 = 0
atau secara ekuivalen
x2 = -1
atau juga sering dituliskan sebagai
x = √-1


#BILANGAN REAL
Bilangan real atau bilangan riil menyatakan bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk decimal, seperti 2,86547… atau 3.328184. Dalam notasi penulisan bahasa Indonesia, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang koma “,” sedangkan menurut notasi ilmiah, bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki angka di belakang tanda titik “.”. Bilangan real meliputi bilangan rasional, seperti 42 dan −23/129, dan bilangan irrasional, seperti Ï€ dan √2, dan dapat direpresentasikan sebagai salah satu titik dalam garis bilangan.
Himpunan semua bilangan riil dalam matematika dilambangkan dengan R (berasal dari kata “real”).


#BILANGAN IRRASIONAL
Bilangan irrasional merupakan bilangan real yang tidak bisa dibagi atau lebih tepatnya hasil baginya tidak pernah berhenti. Sehingga tidak bisa dinyatakan a/b.
Contoh :
Ï€ = 3,141592653358……..
√2 = 1,4142135623……..
e = 2,71828281284590…….


#BILANGAN RASIONAL
Bilangan rasional adalah bilangan-bilangan yang merupakan rasio (pembagian) dari dua angka (integer) atau dapat dinyatakan dengan a/b, dimana a merupakan himpunan bilangan bulat dan b merupakan himpunan bilangan bulat tetapi tidak sama dengan nol.
Contoh :
{½, ⅓, ⅔, ⅛, ⅜, ⅝, ⅞, ...}

Bilangan pecahan/ pecahan-pecahan termasuk sekumpulan bilangan rasional.
Pecahan desimal adalah pecahan-pecahan dengan bilangan penyebut 10, 100, dst. { 1/10, 1/100, 1/1000 }, semua bilangan ini dapat ditemukan dalam garis-garis bilangan.

Sebuah bilangan asli dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan rasional. Sebagai contoh bilangan asli 2 dapat dinyatakan sebagai 12/6 atau 30/15 dan sebagainya.
Bilangan Rasional diberi lambang Q (berasal dari bahasa Inggris “quotient”).


#BILANGAN PECAHAN
Bilangan pecahan adalah bilangan yang disajikan/ ditampilkan dalam bentuk a/b; dimana a, b bilangan bulat dan b ≠ 0.
a disebut pembilang dan b disebut penyebut.

13 Februari 2013

PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH

PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH

Pengertian matematika sekolah
Mengajarkan matematika tidaklah mudah, oleh karena itu tidak dibedakan antara matematika dan matematika sekolah.

Menurut Reyt.,et al. (1998:4) matematika adalah:
(1) studi pola dan hubungan (study of patterns and relationships) dengan demikian masing-masing topik itu akan saling berjalinan satu dengan yang lain yang membentuknya,
(2) Cara berpikir (way of thinking) yaitu memberikan strategi untuk mengatur, menganalisis dan mensintesa data atau semua yang ditemui dalam masalah sehari-hari,
(3) Suatu seni (an art) yaitu ditandai dengan adanya urutan dan konsistensi internal, dan
(4) sebagai bahasa (a language) dipergunakan secara hati-hati dan didefinisikan dalam term dan symbol yang akan meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi akan sains, keadaan kehidupan riil, dan matematika itu sendiri, serta
(5) sebagai alat (a tool) yang dipergunakan oleh setiap orang dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Sedangkan mengenai pengertian matematika sekolah Erman Suherman (1993:134) mengemukakan bahwa matematika sekolah merupakan bagian matematika yang diberikan untuk dipelajari oleh siswa sekolah (formal), yaitu SD, SLTP, dan SLTA. Menurut Soedjadi (1995:1) matematika sekolah adalah bagian atau unsur dari matematika yang dipilih antara lain dengan pertimbangan atau berorentasi pada pendidikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa.
Karakteristik matematika sekolah
Agar dalam penyampaian materi matematika dapat mudah diterima dan dipahami oleh siswa, guru harus memahami tentang karakteristik matematika sekolah.

Menurut Soedjadi (2000:13) matematika memiliki karakteristik : (1) memiliki obyek kajian abstrak, (2). Bertumpu pada kesepakatan, (3) berpola piker deduktif, 4). Memiliki symbol yang kosong dari arti, (5). Memperhatikan semesta pembicaraan, dan (6). Konsisten dalam sistemnya.
Sedang menurut Depdikbud (1993:1) matematika memiliki ciri-ciri, yaitu (1). Memiliki obyek yang abstrak, (2). Memiliki pola piker deduktif dan konsisten, dan (3) tidak dapat dipisahkan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Berdasarkan hal tersebut di atas dalam pembelajaran matematika perlu disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa, dimulai dari yang konkrit menuju abstrak. Namun demikian meskipun obyek pembelajaran matematika adalah abstark, tetapi mengingat kemampuan berpikir siswa Sekolah Dasar yang masih dalam tahap operasional konkrit, maka untuk memahami konsep dan prinsip masih diperlukan pengalaman melalui obyek konkrit (Soedjadi, 1995:1).
Suatu konsep diangkat melalui manipulasi dan observasi terhadap obyek konkrit, kemudian dilakukan proses abstraksi dan idealisasi. Jadi dalam proses pembelajaran matematika di SD peranan media/alat peraga sangat penting untuk pemahaman suatu konsep atau prinsip.
Heinich., et al. (1996:21) mengemukakan “adaptation of media and specially designed mean can contribute enormously to effective instructional …”.Hal tersebut mengandung maksud bahwa media yang sesuai dan dirancang khusus akan dapat memberikan dukungan yang sangat besar terhadap efektifitas pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran matematika juga dimulai dari yang sederhana ke kompleks. Menurut Karso (1993:124) matematika mempelajari tentang pola keteraturan, tentang struktur yang terorganisasikan. Konsep-konsep matematika tersusun secara hirarkis, terstruktur, logis, dan sistematis mulai dari konsep yang paling sederhana sampai pada konsep yang paling kompleks.

Skemp (1971:36) menyatakan bahwa dalam belajar matematika meskipun kita telah membuat semua konsep itu menjadi baru dalam pikiran kita sendiri, kita hanya bisa melakukan semua ini dengan menggunakan konsep yang kita capai sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut dalam matematika terdapat topic atau konsep prasyarat sebagai dasar untuk memahami topik atau konsep selanjutnya. Dengan demikian dalam mempelajari matematika, konsep sebelumnya harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami konsep-konsep selanjutnya. Hal ini tentu saja membawa akibat kepada bagaimana terjadinya proses belajar mengajar atau pembelajaran matematika. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika tidak dapat dilakukan secara melompat-lompat tetapi harus tahap demi tahap, dimulai dengan pemahaman ide dan konsep yang sederhana sampai kejenjang yang lebih kompleks. Seseorang tidak mungkin mempelajari konsep lebih tinggi sebelum ia menguasai atau memahami konsep yang lebih rendah. Berdasarkan hal tersebut mengakibatkan pembelajaran berkembang dari yang mudah ke yang sukar, sehingga dalam memberikan contoh guru juga harus memperhatikan tentang tingkat kesukaran dari materi yang disampaikan, dengan demikian dalam pembelajaran matematika contoh-contoh yang diberikan harus bervariasi dan tidak cukup hanya satu contoh.

Disamping itu pembelajaran matematika hendaknya bermakna, yaitu pembelajaran yang mengutamakan pengertian atau pemahaman konsep dan penerapannya dalam kehidupan. Agar suatu kegiatan belajar mengajar menjadi suatu pembelajaran yang bermakna maka kegiatan belajar mengajar harus bertumpu pada cara belajar siswa aktif (CBSA).

Menurut Chickering dan Gamson (Bonwell dan Eison, 1991:1) dalam belajar aktif siswa harus melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar mendengarkan, untuk bisa terlibat aktif para siswa itu harus terlibat dalam tugas yang perlu pemikiran tingkat tinggi seperti tugas analisis, sintesis, dan evaluasi. Oleh karena itu dalam rangka mewujudkan CBSA guru harus berusaha mencari metode mengajar yang dapat menyebabkan siswa aktif belajar.

Pembelajaran matematika hendaknya menganut kebenaran konsistensi yang didasarkan kepada kebenaran-kebnaran terdahulu yang telah diterima, atau setiap struktur dalam matematika tidak boleh terdapat kontradiksi. Matematika sebagai ilmu yang deduktif aksiomatis, dimana dalil-dalil atau prinsip-prinsip harus dibuktikan secara deduktif. Tetapi mengingat kemampuan berpikir siswa SD, penerapan pola deduktif tidak dilakukan secara ketat. Hal itu sesuai dengan yang dikemukakan oleh Soedjadi (1995:1) bahwa struktur sajian matematika tidak harus menggunakan pola pikir deduktif semata, tetapi dapat juga digunakan pola pikir induktif.

Fungsi Matematika Sekolah
Fungsi matematika adalah sebagai media atau sarana siswa dalam mencapai kompetensi. Dengan mempelajari materi matematika diharapkan siswa akan dapat menguasai seperangkat kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penguasaan materi matematika bukanlah tujuan akhir dari pembelajaran matematika, akan tetapi penguasaan materi matematika hanyalah jalan mencapai penguasaan kompetensi. Fungsi lain mata pelajaran matematika sebagai: alat, pola pikir, dan ilmu atau pengetahuan. Ketiga fungsi matematika tersebut hendaknya dijadikan acuan dalam pembelajaran matematika sekolah.
Dengan mengetahui fungsi-fungsi matematika tersebut diharapkan kita sebagai guru atau pengelola pendidikan matematika dapat memahami adanya hubungan antara matematika dengan berbagai ilmu lain atau kehidupan. Sebagai tindaklanjutnya sangat diharapkan agar para siswa diberikan penjelasan untuk melihat berbagai contoh penggunaan matematika sebagai alat untuk memecahkan masalah dalam mata pelajaran lain, dalam kehidupan kerja atau dalam kehidupan sehari-hari. Namun tentunya harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa, sehingga diharapkan dapat membantu proses pembelajaran matematika di sekolah.
Siswa diberi pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi misalnya melalui persamaan-persamaan, atau tabel-tabel dalam model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari soal-soal cerita atau soal-soal uraian matematika lainnya. Bila seorang siswa dapat melakukan perhitungan, tetapi tidak tahu alasannya, maka tentunya ada yang salah dalam pembelajarannya atau ada sesuatu yang belum dipahami. Belajar matematika juga merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan di antara pengertian-pengertian itu.
Dalam pembelajaran matematika, para siswa dibiasakan untuk memperoleh pemahaman melalui pengalaman tentang sifat-sifat yang dimiliki dan yang tidak dimiliki dari sekumpulan objek (abstraksi). Dengan pengamatan terhadap contoh-contoh diharapkan siswa mampu menangkap pengertian suatu konsep. Selanjutnya dengan abstraksi ini, siswa dilatih untuk membuat perkiraan, terkaan, atau kecenderungan berdasarkan kepada pengalaman atau pengetahuan yang dikembangkan melalui contoh-contoh khusus (generalisasi). Di dalam proses penalarannya dikembangkan pola pikir induktif maupun deduktif. Namun tentu kesemuanya itu harus disesuaikan dengan perkembangan kemampuan siswa, sehingga pada akhirnya akan sangat membantu kelancaran proses pembelajaran matematika di sekolah.
Fungsi matematika yang ketiga adalah sebagai ilmu pengetahuan, oleh karena itu, pembelajaran matematika di sekolah harus diwarnai oleh fungsi yang ketiga ini. Sebagai guru harus mampu menunjukkan bahwa matematika selalu mencari kebenaran, dan bersedia meralat kebenaran yang telah diterima, bila ditemukan kesempatan untuk mencoba mengembangkan penemuan-penemuan sepanjang mengikuti pola pikir yang sah.
Dalam buku standar kompetensi matematika Depdiknas, secara khusus disebutkan bahwa fungsi matematika adalah mengembangkan kemampuan berhitung, mengukur, menurunkan rumus dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistika, kalkulus dan trigonometri. Metamatika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika, diagram, grafik, atau tabel.
Tujuan Matematika Sekolah
Matematika diajarkan di sekolah membawa misi yang sangat penting, yaitu mendukung ketercapaian tujuan pendidikan nasional. Secara umum tujuan pendidikan matematika di sekolah dapat digolongkan menjadi :
1. Tujuan yang bersifat formal, menekankan kepada menata penalaran dan membentuk kepribadian siswa
2. Tujuan yang bersifat material menekankan kepada kemampuan memecahkan masalah dan menerapkan matematika.
Secara lebih terinci, tujuan pembelajaran matematika dipaparkan pada buku standar kompetensi mata pelajaran matematika sebagai berikut:
1. Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsistensi dan inkonsistensi.
2. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba.
3. Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan.
Tujuan pembelajaran matematika sekolah
Tujuan umum diberikannya matematika dijenjang pendidikan dasar dan pendidikan umum adalah:
a. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan kedalam kemidupan dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis. Cermat, jujur, efektif dan efisien.
b. Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola piker matematika dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.


Di dalam GBPP mata pelajaran matematika SD disebutkan bahwa tujuan yang hendak dicapai dari pembelajaran matematika sekolah adalah:
a. Menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan berhitung (menggunakan bilangan) sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari
b. Menumbuhkan kemampuan siswa, yang dapat dialihgunakan, melalui kegiatan matematika.
c. Mengembangkan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal lanjut di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).
d. Membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin. (Depdikbud, 1993:40)

Sedangkan tujuan mata pelajaran matematika yang tercantum dalam KTSP pada SD/MI adalah sebagai berikut:
a. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
d. Mengkomunkasikan gagasan dengan simbol, table, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah
(Depdiknas, 2006 : 417).

Adapun ruang lingkup materi atau bahan kajian matematika di SD/MI mencakup : a). bilangan,
b). geometri dan pengukuran, dan
c). Pengolahan data.
Selanjutnya tujuan khusus pengajaran matematika di sekolah tingkat lanjutan pertama adalah:
• Memiliki kemampuan siswa, yang dapat dialihgunakan, melalui kegiatan matematika.
• Memiliki pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan menengah.
• Mempunyai keterampilan matematika sebagai peningkatan dan perluasan dari matematika sekolah dasar untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
• Mempunyai pandangan yang cukup luas dan memiliki sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin serta menghargai kegunaan matematika.

Selain itu dalam GBPP Matematika yang khusus untuk sekolah menengah umum yang dewasa ini dipakai dikemukakan bahwa tujuan khusus pengajaran matematika adalah:
• Siswa mengetahui pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan kependidikan tinggi.
• Siswa memiliki keterampilan matematika sebagai peningkatan matematika pendidikan dasar untuk dapat digunakan kehidupan yang lebih luas (dunia kerja) maupun dalam kehidupan sehari-hari.
• Siswa mempunyai pandangan yang lebih luas serta memiliki sikap menghargai kegunaan matematika, sikap kritis objektif, terbuka, kreatif serta inovatif.
• Siswa memiliki kemampuan yang dapat dialihgunakan (transferable) melalui kegiatan matematika.
Peran Matematika Sekolah
Sesuai dengan tujuan diberikannya matematika di sekolah, kita dapat melihat bahwa matematika sekolah memegang peranan sangat penting. Anak didik memerlukan matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dapat berhitung, dapat menghitung isi dan berat, dapat mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menafsirkan data, dapat menggunakan kalkulator dan komputer. Selain itu, agar mampu mengikuti pelajaran matematika lebih lanjut, membantu memahami bidang studi lain seperti fisika, kimia, arsitektur, farmasi, geografi, ekonomi, dan sebagainya, dan agar para siswa dapat berpikir logis, kritis, dan praktis, beserta bersikap positif dan berjiwa kreatif.
Sebagai warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan pendidikan seperti yang tertuang dalam UUD 1945, tentunya harus memiliki pengetahuan umum minimum. Pengetahuan minimum itu diantaranya adalah matematika. Oleh sebab itu, matematika sekolah sangat berarti baik bagi para siswa yang melanjutkan studi maupun yang tidak.
Bagi mereka yang tidak melanjutkan studi, matematika dapat digunakan dalam berdagang dan berbelanja, dapat berkomunikasi melalui tulisan/gambar seperti membaca grafik dan persentase, dapat membuat catatan-catatan dengan angka, dan lain-lain. Kalau diperhatikan pada berbagai media massa, seringkali informasi disajikan dalam bentuk persen, tabel, bahkan dalam bentuk diagram. Dengan demikian, agar orang dapat memperoleh informasi yang benar dari apa yang dibacanya itu, mereka harus memiliki pengetahuan mengenai persen, cara membaca tabel, dan juga diagram. Dalam hal inilah matematika memberikan peran pentingnya.
Sejalan dengan kemajuan jaman, tentunya pengetahuan semakin berkembang. Supaya suatu negara bisa lebih maju, maka negara tersebut perlu memiliki manusia-manusia yang melek teknologi. Untuk keperluan ini tentunya mereka perlu belajar matematika sekolah terlebih dahulu karena matematika memegang peranan yang sangat penting bagi perkembangan teknologi itu sendiri. Tanpa bantuan matematika tidak mungkin terjadi perkembangan teknologi seperti sekarang ini.
Namun demikian, matematika dipelajari bukan untuk keperluan praktis saja, tetapi juga untuk perkembangan matematika itu sendiri. Jika matematika tidak diajarkan di sekolah maka sangat mungkin matematika akan punah. Selain itu, sesuai dengan karakteristiknya yang bersifat hirarkis, untuk mempelajari matematika lebih lanjut harus mempelajari matematika level sebelumnya. Seseorang yang ingin menjadi ilmuawan dalam bidang matematika, maka harus belajar dulu matematika mulai dari yang paling dasar.
Jelas bahwa matematika sekolah mempunyai peranan yang sangat penting baik bagi siswa supaya punya bekal pengetahuan dan untuk pembentukan sikap serta pola pikirnya, warga negara pada umumnya supaya dapat hidup layak, untuk kemajuan negaranya, dan untuk matematika itu sendiri dalam rangka melestarikan dan mengembangkannya.

Ruang Lingkup Matematika Sekolah
Pembelajaran matematika di sekolah diarahkan pada pencapaian standar kompetensi dasar oleh siswa. Kegiatan pembelajaran matematika tidak berorientasi pada penguasaan materi matematika semata, tetapi materi matematika diposisikan sebagai alat dan sarana siswa untuk mencapai kompetensi. Oleh karena itu, ruang lingkup mata pelajaran matematika yang dipelajari di sekolah disesuaikan dengan kompetensi yang harus dicapai siswa.
Standar kompetensi matematika merupakan seperangkat kompetensi matematika yang dibakukan dan harus ditunjukkan oleh siswa sebagai hasil belajarnya dalam mata pelajaran matematika. Standar ini dirinci dalam kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok, untuk setiap aspeknya. Pengorganisasian dan pengelompokan materi pada aspek tersebut didasarkan menurut kemahiran atau kecakapan yang hendak ingin di capai.
Merujuk pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai siswa maka ruang lingkup materi matematika adalah aljabar, pengukuran dan geomerti, peluang dan statistik, trigonometri, serta kalkulus.
- Kompetensi aljabar ditekankan pada kemampuan melakukan dan menggunakan operasi hitung pada persamaan, pertidaksamaan dan fungsi.
- Pengukuran dan geometri ditekankan pada kemampuan menggunakan sifat dan aturan dalam menentukan porsi, jarak, sudut, volum, dan tranfrormasi.
- Peluang dan statistika ditekankan pada menyajikan dan meringkas data dengan berbagai cara.
- Trigonometri ditekankan pada menggunakan perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri.
- Kalkulus ditekankan pada mengunakam konsep limit laju perubahan fungsi.

Standar Kompetensi Bahan Kajian Matematika Sekolah
Kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika mulai SD dan MI sampai SMA dan MA, adalah sebagai berikut:
1. Menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
2. Memiliki kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, grafik atau diagram untuk menjelaskan keadaan atau masalah.
3. Menggunakan penalaran pada pola, sifat atau melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
4. Menunjukkan kemampuan strategik dalam membuat (merumuskan), menafsirkan, dan menyelesaikan model matematika dalam pemecahan masalah.
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan
Kecakapan di atas diharapkan dapat dicapai siswa dengan memilih materi matematika melalui aspek berikut:
1. Bilangan
a. Melakukan dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah
b. Menafsirkan hasil operasi hitung
2. Pengukuran dan Geometri
a. Mengidentifikasi bangun datar dan ruang menurut sifat, unsur, atau kesebangunan
b. Melakukan operasi hitung yang melibatkan keliling, luas, volume, dan satuan pengukuran
c. Menaksir ukuran (misal: panjang, luas, volume) dari benda atau bangun geometri
d. Mengaplikasian konsep geometri dalam menentukan posisi, jarak, sudut, dan transformasi, dalam pemecaham masalah
3. Peluang dan Statistika
a. Mengumpulkan, menyajikan, dan menafsirkan data
b. Menentukan dan menafsirkan peuang suatu kejadian dan ketidakpastian
4. Trigonometri
a. Menggunakan perbandingan, fungsi, persamaan dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah
5. Aljabar
a. Melakukan operasi hitung dan manipulasi aljabar pada persamaan, pertidaksamaan, dan fungsi, yang meliputi: bentuk linear, kuadrat, suku banyak, eksponen dan logaritma, barisan dan deret, matriks, dan vektor, dalam pemecahan masalah.
6. Kalkulus
a. Menggunakan konsep laju limit perubahan fungsi (diferensial dan integral) dalam pemecahan masalah
Standar Kompetensi Matematika Sekolah
Standar kompetensi dirancang secara berdiversifikasi, untuk melayani semua kelompok siswa (normal, sedang, tinggi). Dalam hal ini, guru perlu mengenal dan mengidentifikasi kelompok-kelompok tersebut. Kelompok normal adalah kelompok yang memerlukan waktu belajar relatif lebih lama dari kelompok sedang, sehingga perlu diberikan pelayanan dalam bentuk menambah waktu belajar atau memberikan remidiasi. Sedangkan kelompok tinggi adalah kelompok yang memiliki kecepatan belajar lebih cepat dari kelompok sedang, sehingga guru dapat memberikan layanan dalam bentuk akselerasi (percepatan) belajar atau memberikan materi pengayaan.
Kemampuan matematika yang dipilih dalam standar kompetensi dirancang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa agar dapat berkembang secara optimal, serta memperhatikan pula perkembangan pendidikan matematika di dunia sekarang ini. Untuk mencapai standar kompetensi tersebut dipilih materi-materi matematika dengan memperhatikan struktur keilmuan, tingkat kedalaman materi, serta sifat-sifat esensial materi dan keterpakaiannya dalam kehidupan sehari-hari.
Secara rinci, standar kompetensi mata pelajaran matematika untuk sekolah menengah pertama adalah sebagai berikut:
1. Bilangan
a. Melakukan dan mengunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah
b. Menaksir hasil operasi hitung
2. Pengukuran dan Geometri
a. Mengidentifikasi bangun datar dan bangun ruang menurut sifat, unsur, atau kesebangunannya
b. Melakukan operasi hitung yang melibatkan keliling, luas, volume, dan satuan pengukuran
c. Menaksir ukuran (misal: panjang, luas, volume) dari benda atau bangun geometri
d. Mengidentifikasi sifat garis dan sudut dalam pemecahan masalah
3. Peluang dan statistika
a. Mengumpulkan, menyajikan, dan menafsirkan data (ukuran pemusatan data)
b. Menentukan dan menafsirkan peluang suatu kejadian
4. Aljabar
a. Melakukan operasi hitung pada persamaan, pertidaksamaan, dan fungsi, meliputi: bentuk linear, kuadrat, barisan dan deret, dalam pemecahan masalah.
Sementara itu, standar kompetensi mata pelajaran matematika untuk Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah adalah sebagai berikut:
1. Pengukuran dan geometri
a. Menggunakan sifat dan aturan dalam menentukan posisi, jarak, sudut, volum, dan transformasi dalam pemecahan masalah
2. Peluang dan Statistika
a. Menyusun dan menggunakan kaidah pencacahan dalam menentukan banyak kemungkinan
b. Menentukan dan menafsirkan peluang kejadian majemuk
c. Menyajikan dan meringkas data dengan berbagai cara dan memberi tafsiran
3. Trigonometri
a. Menggunakan perbandingan, fungsi, persamaan, dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah
b. Menggunakan manipulasi aljabar untuk merancang/menyusun bukti
4. Aljabar
a. Menggunakan operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahanmasalah yang beraitan dengan: bentuk pangkat, akar, logaritma, persamaan dan fungsi komposisi dan fungsi invers
b. Menyusun/menggunakan persamaan lingkaran dan garis singgungnya
c. Menggunakan algoritma pembagian, teorema sisa, dan teorema faktor dalam pemecahan masalah
d. Merancang dan menggunakan model matematika program linear
e. Menggunakan sifat dan aturan yang berkaitan dengan barisan, deret, matriks, vektor, transformasi, fungsi eksponen, dan logaritma dalam pemecahan masalah
5. Kalkulus
a. Menggunakan konsep limit fungsi, turunan, dan integral dalam pemecahan masalah

Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar (SD).
Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang amat pesat baik materi maupun kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari . Penguasaan matematika secara baik sejak dini perlu ditanamkan sehingga konsep-konsep dasar matematika dapat diterapkan dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memakai konsep dasar matematika maka anak akan memiliki bekal untuk menguak perkembangan ilmu dan teknologi yang berkembang pesat dewasa ini.
Dalam pembelajaran matematika, tentunya tidak lepas dari ciri matematika itu sendiri (Depdikbud, 1996), yaitu: (1) memiliki objek kejadian yang abstrak dan (2) berpola pikir deduktif dan konsisten. Disamping itu matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan pembelajaran matematika di SD (Depdikbud, 1996) adalah:
1. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan dalam kehidupan melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran logis, rasional, kritis, cermat, jujur dan efektif.
2. Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.
3. Menambah dan mengembangkan keterampilan berhitung dengan bilangan sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari.
4. Mengembangkan pengetahuan dasar matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan menengah.
5. Membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin.
Aspek pembelajaran matematika di SD
Matematika merupakan sebuah disiplin ilmu yang universal dalam perkembangan teknologi modern sejak dahulu. Matematika mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin serta untuk memajukan daya pikir manusia. Sebagai contoh teori peluang, teori bilangan, analisis, aljabar dan matematika diskrit melandasi perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan informasi yang semakin maju. Untuk itu diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini agar mampu menguasai dan menciptakan teknologi di bidang komunikasi dan informasi pada masa-masa yang akan datang.
Matematika sebagai mata pelajaran perlu diberikan kepada semua siswa peserta didik mulai dari kelompok bermain (PAUD), sekolah dasar, sekolah menengah sampai perguruan tinggi, sebagai dasar serta pengembangan kemampuan berpikir sistematis, kritis, analitis, logis, dan kreatif serta menumbuhkan kemampuan bekerja sama. Mata pelajaran Matematika terutama di sekolah dasar sebagai sekolah awal peserta didik agar memiliki kemampuan untuk mengelola, memperoleh, serta memanfaatkan informasi untuk dapat bertahan dan mengembangkan dinamika kehidupan yang kompetitif untuk semua bidang.
Menurut BSNP (2006:417), “Mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek bilangan, geometri dan pengukuran, serta pengolahan data.” Ketiga aspek tersebut kemudian dijabarkan lagi menjadi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang diterjemahkan dan diaplikasikan menjadi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

20 Mei 2012

SOAL LATIHAN UJIAN SEMESTER SMA

Untuk melatih kemampuan kognitif siswa, perlu dilakukan latihan dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan. Dengan melaksanakan tes, guru dapat mengetahui tingkat ketercapaian pembelajaran. Khusus para siswa, berikut ini saya lampirkan SOAL LATIHAN MATEMATIKA SMA yang dapat dipakai untuk melatih kemampuan akademik siswa, dalam mempersiapkankan ujian semester.

Untuk download SOAL LATIHAN MATEMATIKA KELAS X SEMESTER GENAP, klik DI SINI

Untuk download SOAL LATIHAN MATEMATIKA KELAS XI IPA SEMESTER GENAP, klik DI SINI

Untuk download SOAL LATIHAN MATEMATIKA KELAS XI IPS SEMESTER GENAP, klik DI SINI

Semoga Bermanfaat

27 Februari 2012

Indahnya Angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9

Indahnya suatu bilangan dengan kombinasi angka: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 Bilangan 2012 menggunakan kombinasi angka 10 sampai 1:
2012 = 10*9*8+7+6-5+4*321

Bilangan 2012 menggunakan kombinasi angka 1 sampai 9:
2012 = 1-2-3+4*567*8/9
2012 = 1+2/3*45*67-8+9
2012 = 1+2345*6/7-8+9
2012 = 12+34*56+7+89
2012 = 123+45*6*7+8-9
2012 = ‎1234-5-6+789

27 Januari 2012

Bilangan Prima Terbesar

Tahukah anda tentang, Apa itu BILANGAN PRIMA"?. Tentu anda masih ingat definisi bilangan prima, sejak di sekolah dasar kita sudah mulai diperkenalkan dengan yang namanya bilangan prima. "Bilangan prima adalah bilangan yang hanya memiliki dua faktor pembagi,yaitu bilangan 1 dan bilangan itu sendiri". Contoh bilangan prima yaitu : 2, 3, 5, 7,11,13,17,19 dan seterusnya sampai tak terhingga.

Dapatkah Anda menyebutkan bilangan prima terbesar? Barangkali pertanyaan ini belum pernah terlintas di benak para siswa sekolah maupun Gurunya. Namun jangan khawatir,bilangan terbesar di dunia baru-baru ini sudah ditemukan, atau paling tidak untuk saat ini. Mudah-mudahan suatu saat nanti putra-putri Indonesia ada yang berhasil menemukan bilangan prima melebihi dari yang sudah ditemukan oleh para pecinta matematika di Universitas California Los Angeles (UCLA) ini. Mau tahu bilangan prima terbesar tersebut?

Pecinta matematika di Universitas California di Los Angeles (UCLA), berhasil mengungkapkan bilangan prima terbesar yang berhasil dihitung sejauh ini. Tentu sulit untuk menyebutkan maupun menuliskannya karena bilangan tersebut terdiri dari 13 juta digit atau angka.

Untuk menghitungnya tidak mudah karena yang harus dicari adalah bilangan prima Mersenne (Marin Marsenne, 8 September 1588 – 1 September 1648), yang pertama kali memperkenalkannya. Bilangan tersebut didefiniskan sebagai hasil dari 2 pangkat n dikurangi 1, dengan n yang juga bilangan prima. Bilangan Prima Mersenne dituliskan dengan rumus:
Mn = 2^n − 1

Di antara semua bilangan prima Mersenne yang sudah ditemukan, sepuluh bilangan terbesarnya ditemukan dengan menggunakan GIMPS. Bilangan prima Mersenne terbesar, sekaligus bilangan prima terbesar yang diketahui saat ini memiliki nilai n=43.112.609 dengan mencapai 13 juta digit angka (ditemukan: 2011). Kebanyakan bilangan-bilangan prima terbesar yang diketahui merupakan bilangan prima Mersenne.

Belum diketahui apakah jumlah bilangan prima Mersenne tak terhingga.

Berikut adalah tabel daftar bilangan prima Mersenne yang sudah ditemukan.

# | n | Mn | JumlahAngkaDalamMn | TanggalDitemukan | Penemu
1 2 3 1
2 3 7 1
3 5 31 2
4 7 127 3
5 13 8191 4 1456
6 17 131071 6 1588 Cataldi
7 19 524287 6 1588 Cataldi
8 31 2147483647 10 1772 Euler
9 61 2305843009213693951 19 1883 Pervushin
10 89 618970019…449562111 27 1911 Powers
11 107 162259276…010288127 33 1914 Powers
12 127 170141183…884105727 39 1876 Lucas
13 521 686479766…115057151 157 30 Jan 1952 Robinson
14 607 531137992…031728127 183 30 Jan 1952 Robinson
15 1,279 104079321…168729087 386 25 Jun 1952 Robinson
16 2,203 147597991…697771007 664 7 Okt 1952 Robinson
17 2,281 446087557…132836351 687 9 Okt 1952 Robinson
18 3,217 259117086…909315071 969 8 Sep 1957 Riesel
19 4,253 190797007…350484991 1.281 3 Nov 1961 Hurwitz
20 4,423 285542542…608580607 1.332 3 Nov 1961 Hurwitz
21 9,689 478220278…225754111 2.917 11 Mei 1963 Gillies
22 9,941 346088282…789463551 2.993 16 Mei 1963 Gillies
23 11,213 281411201…696392191 3.376 2 Jun 1963 Gillies
24 19,937 431542479…968041471 6.002 4 Mar 1971 Tuckerman
25 21,701 448679166…511882751 6.533 30 Okt 1978 Noll & Nickel
26 23,209 402874115…779264511 6.987 9 Feb 1979 Noll
27 44.497 854509824…011228671 13,395 8 Apr 1979 Nelson & Slowinski
28 86.243 536927995…433438207 25,962 25 Sep 1982 Slowinski
29 110.503 521928313…465515007 33,265 28 Jan 1988 Colquitt & Welsh
30 132,049 512740276…730061311 39.751 20 Sep 1983 Slowinski
31 216,091 746093103…815528447 65.050 6 Sep 1985 Slowinski
32 756,839 174135906…544677887 227.832 19 Feb 1992 Slowinski & Gage
33 859,433 129498125…500142591 258.716 10 Jan 1994 Slowinski & Gage
34 1,257,787 412245773…089366527 378.632 3 Sep 1996 Slowinski & Gage
35 1,398,269 814717564…451315711 420.921 13 Nov 1996 GIMPS/JoelArmengaud
36 2,976,221 623340076…729201151 895.932 24 Agu 1997 GIMPS/GordonSpence
37 3,021,377 127411683…024694271 909.526 27 Jan 1998 GIMPS/RolandClarkson
38 6,972,593 437075744…924193791 2.098.960 1 Jun 1999 GIMPS/NayanHajratwala
39 13,466,917 924947738…256259071 4.053.946 14 Nov 2001 GIMPS/MichaelCameron
40* 20,996,011 125976895…855682047 6.320.430 17 Nov 2003 GIMPS/MichaelShafer
41* 24,036,583 299410429…733969407 7.235.733 15 Mei 2004 GIMPS/JoshFindley
42* 25,964,951 122164630…577077247 7.816.230 18 Feb 2005 GIMPS/MartinNowak
43* 30,402,457 315416475…652943871 9.152.052 15 Des 2005 GIMPS/CurtisCooper dan StevenBoone
44* 32,582,657 124575026…053967871 9.808.358 4 September 2006 GIMPS/CurtisCooper dan StevenBoone
45(46) 37,156,667 ------------------- 11,185,272 06 Sept 2008 GIMPS/Hans-MichaelElvenich
46(47) 42,643,801 ------------------- 12,837,064 12 Apr 2008 GIMPS/UCLA-OddMagnarStrindmo
47(45) 43,112,609 ------------------- 12,978,189 23 Agu 2008 GIMPS/UCLA

23 Januari 2012

Makna Matematika (Matematika itu Indah, Asyik, Menyenangkan, ...)

Matematika itu indah, karena: Dalam matematika terdapat seni angka dan perhitungannya yang mengajari tentang ketelitian dan kejujuran, Melalui matematika kita dapat melihat sifat kesimetrian berbagai bentuk/pola kehidupan yang mengajari tentang keteraturan. Melalui matematika kita dapat menyatakan kebenaran yang mengajari tentang berpikir logis dan sistematis.
Matematika itu menyenangkan dan mengasyikan, karena: Bekerja dan bermain dengan matematika dapat membuat kita senang dalam pemecahan masalah dan terkadang dapat melewatkan waktu.
Matematika itu suatu kebersamaan, karena: Bahasa matematika dapat diterima dan dipakai oleh setiap orang.

Berikut, beberapa bentuk seni matematika:

Sequential Inputs of numbers with 8
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

Sequential 1's with 9
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

Sequential 8's with 9
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Numeric Palindrome with 1's
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Without 8
12345679 x 9 = 111111111
12345679 x 18 = 222222222
12345679 x 27 = 333333333
12345679 x 36 = 444444444
12345679 x 45 = 555555555
12345679 x 54 = 666666666
12345679 x 63 = 777777777
12345679 x 72 = 888888888
12345679 x 81 = 999999999

Sequential Inputs of 9
9 x 9 = 81
99 x 99 = 9801
999 x 999 = 998001
9999 x 9999 = 99980001
99999 x 99999 = 9999800001
999999 x 999999 = 999998000001
9999999 x 9999999 = 99999980000001
99999999 x 99999999 = 9999999800000001
999999999 x 999999999 = 999999998000000001
......................................

Sequential Inputs of 6
6 x 7 = 42
66 x 67 = 4422
666 x 667 = 444222
6666 x 6667 = 44442222
66666 x 66667 = 4444422222
666666 x 666667 = 444444222222
6666666 x 6666667 = 44444442222222
66666666 x 66666667 = 4444444422222222
666666666 x 666666667 = 444444444222222222
......................................

06 Januari 2012

Pengintegrasian Metode Monte Carlo

MAKALAH
Orgenes Tonga

STUDI DAN IMPLEMENTASI PENGINTEGRASIAN NUMERIK MULTI DIMENSI
MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO


A. PENDAHULUAN
Banyak permasalahan dalam ilmu sains yang melibatkan integrasi. Terkadang hasil integrasi ini dapat dihitung secara langsung secara matematis, tetapi seringkali hanya dibutuhkan suatu angka pasti yang mendekati hasil integrasi yang sebenarnya. Cara penghitungan untuk mendapatkan angka yang mendekati hasil integrasi yang sebenarnya disebut dengan integrasi numerik. Ada beberapa metode integrasi yang dikenal, akan tetapi pada makalah ini hanya akan berfokus pada metode Monte Carlo. Semua metode yang berupa prosedur numerik dimana keluarannya tergantung setidaknya pada sebuah variabel bilangan acak bisa disebut sebagai metode integrasi Monte Carlo.
Simulasi Monte Carlo adalah proses menurunkan secara acak nilai variabel tidak pasti secara berulang-ulang untuk mensimulasikan model. Metode Monte Carlo karena itu merupakan teknik stokastik. Kita dapat menemukan metode Monte Carlo diaplikasikan dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi sampai fisika nuklir untuk pengaturan lalu lintas aliran. Tentu saja cara aplikasinya berbeda dari satu bidang ke bidang lainnya, dan ada banyak sekali himpunan bagian Monte Carlo meskipun dalam satu bidang yang sama. Hal yang menyamakan semua itu adalah bahwa percobaan Monte Carlo membangkitkan bilangan acak untuk memeriksa permasalahan.
Walaupun menggunakan bilangan acak, Monte Carlo mempunyai akurasi yang cukup tinggi karena mempunyai metode solusi berdasarkan pada dasar teori probabilitas dan statistik. Untuk menghitung nilai integral dengan menggunakan metode Monte Carlo dibutuhkan suatu pembangkit bilangan acak dimana terdapat masalah juga dalam bagaimana bilangan semu-acak yang dihasilkan oleh komputer dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Berbagai penerapan dari pengintegralan dengan metode Monte Carlo, diantaranya: aproksimasi bilangan Pi, aproksimasi masalah pengintegralan numerik, aproksimasi masalah cardioids, model Ising dalam Fisika, fenomena partikel dimana Monte Carlo menghasilkan titik-titik pada ruang fase multipartikuler, dan lainnya.


B. PENGINTEGRASIAN METODE MONTE CARLO

1. Sejarah Monte Carlo
Ide awal dimulainya pencarian suatu metode pendekatan untuk mencari suatu solusi dalam pemecahan masalah perlindungan radiasi dan jarak tempuh neutron, yang dicetuskan Enrico Fermi di tahun 1930-an. Pada saat itu para fisikawan di Laboratorium Sains Los Alamos sedang memeriksa perlindungan radiasi dan jarak yang akan neutron tempuh melalui beberapa macam material. Namun data yang didapatkan tidak dapat membantu untuk memecahkan masalah yang ingin mereka selesaikan karena ternyata masalah tersebut tidak bisa diselesaikan dengan penghitungan analitis. Lalu John von Neumann dan Stanislaw Ulam memberikan ide untuk memecahkan masalah dengan memodelkan eksperimen di computer, dimana metode tersebut dilakukan secara probabilitas. Karena takut hasil karyanya ditiru oleh orang lain, metode tersebut diberi kode nama dengan sebutan metode Monte Carlo.




BACA SELENGKAPNYA...

DOWNLOAD Pengintegrasian Metode Monte Carlo, KLIK DI SINI

19 Mei 2011

Membuat Program Barisan Fibonacci Dengan Visual Basic

1.) kita harus buat designnya terlebih dahulu, terserah, seperti apa yang anda inginkan,,
2.) kalau sudah, double klik button1 atau button proses, lalu ketik sintaksnya, sintaksnya:

Dim w, y, z As Integer
        y = 0
        z = 1
        ListBox1.Items.Clear()
        ListBox1.Items.Add(y)
        ListBox1.Items.Add(z)
        For x As Integer = _
            1 To NumericUpDown1.Value
            w = y + z
            y = z
            z = w
            If w > NumericUpDown1.Value _
            Then Exit For
            ListBox1.Items.Add(w)
        Next

penjelasannya:

Variabel w berfungsi untuk menampung hasil penjumlahan dua bilangan sebelumnya dari deret yang tersedia yaitu variabel y dan z. Dan pada saat hasil penjumlahan tersebut telah melebihi batas yang telah ditentukan (dengan perintah IF), maka perulangan akan dikeluarkan dari proses dengan menggunakan perintah Exit For.

3.) klo udah, double click button2 atau button Exit dan ketikkan syntax berikut:

End

4.) kemudian tekan f5 untuk compile dan untuk menjalankan program,
perlu diingat, batas maksimal angkanya hanya 100.