SELAMAT DATANG
"Selamat Datang di blog saya, semoga blog ini dapat bermanfaat bagi anda"
13 Desember 2011
Penelitian Terkini Buktikan Aspirin Bisa Selamatkan Jiwa
Sejak jaman dulu orang sudah tahu aspirin berguna untuk mengurangi rasa sakit dan menurunkan demam panas. Tetapi, manfaat obat ini tidak terbatas pada itu saja. Dalam dosis kecil obat ini bisa membantu mencegah stroke atau serangan jantung.
Penelitian baru-baru ini menunjukkan minum pil aspirin dua kali sehari bisa memperlambat pertumbuhan kanker usus besar. Beberapa peneliti mengatakan obat ini bisa membantu pengidap kanker usus hidup lebih lama.
Kisah mengenai aspirin bermula dari pohon willow. Dua ribu tahun lalu, seorang dokter Yunani, Hippocrates, menyarankan pasiennya mengunyah kulit dan daun pohon willow. Pohon ini mengandung zat kimia yang disebut salisin.
Dalam tahun-tahun 1800-an peneliti sudah mengetahui cara membuat asam salisid dari bahan kimia itu. Tahun 1897 ahli kimia bernama Felix Hoffman dari perusahaan Friedrich Bayer menciptakan asam asetil salisid, yang kemudian menjadi produk yang disebut Aspirin.
Tahun 1982 ilmuwan Inggris mendapat hadiah Nobel karena mengetahui cara kerja aspirin. Ilmuwan John Vane mendapati, aspirin mencegah tubuh memproduksi bahan alami yang disebut prostaglandin. Bahan ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan jaringan, serta melindungi dinding usus dan usus kecil. Prostaglandin juga membuat hati, ginjal, dan pembuluh darah berfungsi baik.
Namun, masalahnya aspirin bekerja melawan semua prostaglandin termasuk yang bermanfaat bagi tubuh. Aspirin mampu mengurangi nyeri dan pembengkakan jaringan tubuh yang rusak, tetapi ini juga bisa melukai bagian dalam perut dan usus kecil serta bisa menyebabkan perdarahan.
Hasil penelitian di Inggris yang dikeluarkan tahun 2009 mengatakan meminum obat lain dengan sedikit aspirin bisa membantu mengurangi risiko perdarahan. Jika terbukti, ini bisa membantu ribuan orang yang mencari obat untuk mencegah kondisi yang mengancam jiwa.
(Sumber: http://www.voanews.com/indonesian/news/..., Rabu, 07 Desember 2011)
Makan Roti Tawar Dapat Meningkatkan Resiko Kanker Payudara ?
Makan roti tawar dan kentang dapat meningkatkan risiko tumbuhnya kanker payudara. Demikian dikatakan ilmuwan dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Universitas California, San Diego.
Sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengikuti diet kaya pati (amilum) lebih beresiko terkena tumor dibandingkan mereka yang jarang mengkonsumsi pati. Para peneliti belum dapat menjelaskan kecenderungan ini. Namun, mereka berasumsi bahwa peningkatan tingkat insulin yang dipicu ‘karbohidrat olahan’ seperti pati itu bisa merangsang pertumbuhan sel kanker.
Peneliti mempelajari pola makan dari 2.651 penderita kanker payudara selama 12 bulan. Mereka menemukan bahwa orang yang sering makan pati memiliki 14,2 persen resiko kanker payudara. Tingkat resiko ini lebih tinggi dibandingkan yang jarang mengkonsumsi pati, yaitu sekitar 9,7 persen.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukan hanya karbohidrat secara keseluruhan (yang berpotensi tingkatkan resiko kanker), tetapi terutama pati,” kata peneliti Universitas California, Jennifer Emond. Penelitian belum dapat memberikan rekomendasi untuk pola makan yang baik guna mencegah kanker ini.
Pada awalnya, asupan karbohidrat perempuan adalah 233 gram per hari. Peneliti mengamati pola makan wanita yang di tahun berikutnya mengalami kambuh penyakit. Perempuan yang penyakitnya kambuh itu umumnya menambah asupan pati sebanyak 2.3 gram per hari pada tahun pertama. Sementara itu, penderita yang tidak mengalami kambuh umumnya mengurangi asupan pati 2,7 gram setiap harinya.
Kanker payudara adalah kanker paling umum di Inggris. Penyakit ini diderita sekitar 46.000 wanita setiap tahun. Karbohidrat adalah bahan bakar yang paling penting untuk otot dan sumber energi penting untuk otak dan sistem saraf pusat. Karbohidrat olahan seperti roti mengandung pati lebih banyak dibandingkan dari biji-bijian (seperti beras).
CEO Kampanye Kanker Payudara, Baroness Delyth Morgan, mengapresiasi temuan ini. "Studi ini menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi pati mungkin bisa mengurangi risiko kambuhnya kanker payudara. Kita menunggu penelitian lebih lanjut tentang masalah ini,” ujar dia.
Sebuah studi menemukan bahwa orang yang mengikuti diet kaya pati (amilum) lebih beresiko terkena tumor dibandingkan mereka yang jarang mengkonsumsi pati. Para peneliti belum dapat menjelaskan kecenderungan ini. Namun, mereka berasumsi bahwa peningkatan tingkat insulin yang dipicu ‘karbohidrat olahan’ seperti pati itu bisa merangsang pertumbuhan sel kanker.
Peneliti mempelajari pola makan dari 2.651 penderita kanker payudara selama 12 bulan. Mereka menemukan bahwa orang yang sering makan pati memiliki 14,2 persen resiko kanker payudara. Tingkat resiko ini lebih tinggi dibandingkan yang jarang mengkonsumsi pati, yaitu sekitar 9,7 persen.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukan hanya karbohidrat secara keseluruhan (yang berpotensi tingkatkan resiko kanker), tetapi terutama pati,” kata peneliti Universitas California, Jennifer Emond. Penelitian belum dapat memberikan rekomendasi untuk pola makan yang baik guna mencegah kanker ini.
Pada awalnya, asupan karbohidrat perempuan adalah 233 gram per hari. Peneliti mengamati pola makan wanita yang di tahun berikutnya mengalami kambuh penyakit. Perempuan yang penyakitnya kambuh itu umumnya menambah asupan pati sebanyak 2.3 gram per hari pada tahun pertama. Sementara itu, penderita yang tidak mengalami kambuh umumnya mengurangi asupan pati 2,7 gram setiap harinya.
Kanker payudara adalah kanker paling umum di Inggris. Penyakit ini diderita sekitar 46.000 wanita setiap tahun. Karbohidrat adalah bahan bakar yang paling penting untuk otot dan sumber energi penting untuk otak dan sistem saraf pusat. Karbohidrat olahan seperti roti mengandung pati lebih banyak dibandingkan dari biji-bijian (seperti beras).
CEO Kampanye Kanker Payudara, Baroness Delyth Morgan, mengapresiasi temuan ini. "Studi ini menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi pati mungkin bisa mengurangi risiko kambuhnya kanker payudara. Kita menunggu penelitian lebih lanjut tentang masalah ini,” ujar dia.
Langganan:
Postingan (Atom)

