SELAMAT DATANG

"Selamat Datang di blog saya, semoga blog ini dapat bermanfaat bagi anda"

31 Januari 2013

Instalasi 1 CPU 2 Monitor Menggunakan BeTwin


Betwin (Menjadi Kembar) adalah perangkat lunak/software yang menjadikan beberapa pengguna/user secara bersamaan dan berdiri sendiri menggunakan resources sebuah komputer yang berjalan pada windows 2000 profesional, windows XP (32 bit) atau Home Edition. Secara sederhana dapat diartikan betwin membuat sebuah komputer bisa digunakan secara bersamaan dan berdiri sendiri dalam menjalankan softwarenya oleh beberapa pengguna, yang sudah saya coba itu sampai 4 (empat user). Instalasinya sangat mudah. Pasang kartu vga yang kedua (bisa pci ataupun pci-e) dan koneksikan ke monitor pengguna kedua.Pasang juga mouse USB, Keyboard USB atau Mouse, Keyboard PS2 namun menggunakan Converter USB to PS2. Setelah hardware terpasang barulah install software betwinnya. Manfaat dari software ini adalah :

1. Mengurangi investasi perangkat
2. Mengurangi biaya upgrade perangkat
3. Menawarkan pemeliharaan dan service yang mudah
4. Menghemat pengeluaran pembelian software original

Spesifikasi Komputer:
Pentium III 450 MHz atau lebih
RAM 192 MB untuk 2 user (masing2 64 MB)
USB Port
Slot PCI atau VGA

Yang harus diperhatikan dalam penggunaan software ini yaitu perangkat vga nya terutama yang memakai slot PCI yang lama. Sering terjadi masalah, vga yang dipasang bentrok atau konflik dengan vga yang lain, misal bentrok dengan vga onboard. Beberapa merk atau type vga yang disarankan yaitu :
ATi Rage 128 Pro
ATi Radeon
NVidia TNT2
NVidia Geforce
S3 Virge 4 MB
ATi Rage Pro 8 MB
dan lain-lain

Setelah semua perangkatnya siap maka langkah selanjutnya adalah instalasi software betwin. Untuk instalasi dan softwarenya dapat di download di sini
Software Betwin Versi Trial
Download 1
Download 2


Untuk Lisensi Software Betwin, dapat anda pergunakan dengan cara download melalui link di bawah ini, dan isikan passwordnya "tekaje" (tanpa tanda petik).
Lisensi


CARA INSTALASI BETWIN
Install Hardware:

1. Pasang VGA PCI terlebih dahulu misal kalo ingin dibuat 3 user berarti 1 vga untuk host (server) dan 2 vga pci buat station (client). Untuk percobaan coba pake 2 user dulu, boleh pake 1 vga agp (onboard) yang station pake vga pci.
2. Setelah dipasang pastikan bahwa 2 vga tersebut tidak bentrok atau konflik. Dapat dilihat di control panel->system information->hardware->device manager->display adapter,kalo jalan harusnya terdapat 2 display adapter. kalau ada yang bentrok/konflik terdapat tanda seru (kuning) pada salah satu display adapter.
3. Anggap vga tidak bentrok, kita cek dulu display dengan cara, kalau dari desktop, klik kanan ->properties->setting->pada display monitor ada 2, 1 vga defaultnya, lebih baik pilih yg agp/onboard sebagai defaultnya. kemudian display yg ke-2 kita klik "extend my windows desktop onto this monitor" untuk melihat hasilnya monitor harus sudah dipasangkan ke vganya. Nanti keliatan background monitor ke-2 sama dengan monitor ke-1.
4. Setelah vga selesai, kita pasangkan keyboar dan mouse yang sudah menggunakan converter usb to ps2. atau kalau ada keyboard usb dan mouse usb kita dapat langsung colokin ke USB computer.
5. Coba lihat di device manager, mouse dan keyboardnya apakah sudah ada 2 atau belum. kalau sudah kita tinggal install program cloningnya aja.


Install software:

1. Jalankan setup.exe untuk install BeTwin 2.0.348
2. Kemudian muncul Configuration Wizard (dicheklist aja) kemudian restart Betwin.
3. ada jendela muncul untuk mendeteksi hardware klik ok
4. ikuti petunjuk yang ada di layar, muncul perintah untuk menekan tombol Enter pada keyboard. Tekan keyboard sesuai petunjuk dilayar, apabila ada printah untukk mengklik mouse pada tombol OK, ikuti saja. setelah selesai muncul jendela yang berisi tulisan "1 station has configure........... maaf lupa lagi tulisannya :D) komputer langsung restart.
6. Setelah direstart klik "Betwin control center" di desktop, kalau ada pilihan Register pilih "Register Later" trus masuk ke "station configuration" -> login configuration. Pilih betwin station 1 trus set loginnya isikan juga password dan cheklist untuk loginnya.
7. Lalu masuk ke menu "User" -> user configuration ->create new account (buat station1), isikan password sama dengan password "login configuration"
8. Tutup / Close Betwin.
9. Masuk ke folder lisensi (di paket download)
10. Copy semua file dalam folder licence ke folder install program misal (C:\Program Files\BeTwin)
11. Masuk ke command prompt (Start ->Accesories->Command Prompt, masuk ke folder c:\program files\betwin
Caranya : cd\ (Enter)
cd\program files\betwin (Enter)

a. Jalankan keygen.exe di command prompt dengan parameter sebagai berikut:
keygen -r
untuk register 2 users
b. keygen -u (NUM diisi angka jumlah user misal 5)
jadi perintahnya seperti ini : keygen -u 5 (Enter)
c. Tutup jendela command prompt
d. kemudian restart komputer
e. coba masuk ke Betwin Controll Center (harusnya jendela register sudah tidak muncul),
Lihat menu help ->About, lihat lisensi dari betwin ada keterangan 1 Host+5 Betwin+5 RDP
f. Kemudian cek ke monitor yang satunya apakah sudah muncul menu login.
g. Apabila tidak muncul kemungkinan karena VGA tidak kuat untuk angkat display. Sehingga disarankan vga pci nya minimal 4 MB. Untuk user yang banyak vga bagusnya beda merk supaya tidak bentrok.
Sumber: http://tekajedotcom.blogspot.com

06 Desember 2012

Kurikulum 2013

Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. Disamping kurikulum, terdapat sejumlah faktor diantaranya: lama siswa bersekolah; lama siswa tinggal di sekolah; pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; buku pegangan atau buku babon; dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan.

Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 35: kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Hal ini sejalan pula dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.

Sejumlah hal yang menjadi alasan pengembangan Kurikulum 2013 adalah (a) Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output] memerlukan penambahan jam pelajaran; (b) Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam pelajaran [KIPP dan MELT di AS, Korea Selatan]; (c) Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat, dan (d) Walaupun pembelajaran di Finlandia relatif singkat, tetapi didukung dengan pembelajaran tutorial

Sementara itu, Kurikulum 2006 memuat sejumlah permasalahan diantaranya: (1) Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional; (2) Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan; (3) Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum; (4) Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global; (5) Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru; (6) Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala; dan (7) Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.

Tiga faktor lainnya juga menjadi alasan Pengembangan Kurikulum 2013 adalah, pertama, tantangan masa depan diantaranya meliputi arus globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Kedua, kompetensi masa depan yang antaranya meliputi kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang efektif, dan kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda.

Ketiga, fenomena sosial yang mengemuka seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam berbagai jenis ujian, dan gejolak sosial (social unrest). Yang keempat adalah persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa yang terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter.