SELAMAT DATANG

"Selamat Datang di blog saya, semoga blog ini dapat bermanfaat bagi anda"

Jumat, 21 Oktober 2011

Khasiat dan Manfaat Rambutan


Rambutan adalah salah satu tanaman yang multi guna. Semua bagian dari tanaman ini, dari kulit, daun, biji, sampai akar, dapat berfungsi sebagai obat. Daya tawarnya juga luar biasa. Demam, uban, disentri, sariawan, sampai kencing manis, bisa terobati dengan ramuan yang tepat.
Jenis-jenis buah rambutan yang tumbuh di Indonesia adalah : ropiah, simacan, sinyonya, lebakbulus, dan binjei. Bagi Anda yang ingin menamam buah ini caranya sangat mudah
Ada tiga cara yang kang salman ketahui dalam pembiakan yaitu dengan penanaman biji, tempelan tunas, atau dicangkok.

Bagian tanaman rambutan yang dapat kita manfaatkan yaitu : kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya.

Detail manfaat buah rambuatan adalah sebagai berikut:
Kulit buah : untuk mengatasi disentri, demam
Kulit kayu : untuk mengatasi sariawan
Daun : untuk mengatasi diare dan menghitamkan rambut
Akar : untuk mengatasi demam
Biji : untuk mengatasi kencing manis (diabetes melitus)
Untuk obat yang diminum, tidak ada dosis rekomendasi. Lihat contoh pemakaian di bawah!
Untuk pemakaian luar, giling daun sampai halus, lalu tambahkan sedikit air. Gunakan air perasannya untuk menghitamkan rambut yang beruban.

Pemakaian:
Disentri. Cuci kulit buah rambutan (10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah ,dingin, saring dan minum sehari dua kali, masingmasing tiga perempat gelas.
Demam. Cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 g). Tambahkan tiga gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing sepertiga bagian.
Menghitamkan rambut beruban. Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air sambil diaduk merata sampai menjadi adonan seperti bubur. Peras dan saring dengan sepotong kain. Gunakan air yang terkumpul untuk membasahi rambut kepala. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya.
Kencing manis. Gongseng biji rambutan (lima biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1–2 kali sehari
Sariawan. Cuci kulit kayu rambutan (tiga ruas jari), lalu rebus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat.

Beberapa Makanan Yang Mengandung Antioksidan

Antioksidan sangat berperan dalam mencegah kanker. Oleh karena itu, pola makan yang tidak sehat seharusnya diubah dengan mengkonsumsi makanan-makanan alami yang banyak mengandung antioksidan. Hal ini diungkapkan oleh dr. Phaidon L Toruan, konsultan gizi dan diet, dalam acara seminar Deteksi Dini Kanker di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Radikal bebas dan timbunan lemak dalam tubuh adalah faktor penyebab kanker. Radikal bebas yang diproduksi oleh DDT, radiasi, ultraviolet, polusi, serta asap rokok mengubah sifat inti sel yang merupakan pemicu kanker.Selain itu, timbunan lemak melemahkan daya tahan tubuh.Tetapi, antioksidan dapat mencegah kanker dengan membunuh radikal bebas.

Anda tidak perlu susah-susah memilih makanan yang memiliki kandungan lemak rendah dan kaya akan antioksidan, karena ternyata makanan yang dari dulu sudah dikonsumsi oleh nenek moyang kita seperti ubi, singkong, jagung, brokoli, melon, dan buah-buahan berwarna merupakan sumber antioksidan.

"Gantilah beras putih dengan beras merah, gula pasir dengan gula jawa, dan berhentilah makan gorengan, nenek moyang kita tidak kenal minyak," kata Phaidon.

Ubi merupakan makanan yang kompleks. Ubi mengandung karbohidrat, protein, antioksidan, juga mineral yang diperlukan tubuh.

Selain itu, ada baiknya mengkonsumsi makanan mentah seperti lalapan. Makanan mentah kaya akan enzim yang berfungsi untuk membersihkan usus."sayuran yang dimasak kehilangan 50-80% kandungan enzimnya," terang Phaidon.

Selain itu brokoli merupakan pilihan sayuran yang sangat bagus karena mengandung indol 3 kardinol yang dapat mengurangi efek lemak jahat pada tubuh.

Makanan lain yang mengandung anti oksidan adalah sayur hijau, dan kulih buah dan buah berwarna, kulit buah apel hijau, buah naga, jeruk, kentang, dll

Itulah beberapa makanan yang mengandung antioksidan dan semoga bermanfaat bagi anda

Selasa, 11 Oktober 2011

Konsep Quantum Learning 2

Quantum Learning berakar dari upaya Dr. George Lozanov, seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebutnya sebagai “suggestology” atau “suggestopedia”. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail apapun memberikan sugesti positif dan negative.

Beberapa teknik yang digunakannya untuk memberikan sugesti positif adalah mendudukkan murid secara nyaman, memasang musik latar didalam kelas, meningkatkan partisipasi individu, menggunakan poster-poser untuk memberikan kesan besar sambil menonjolkan informasi dan menyediakan guru-guru yang terlatih baik dalam seni pengajaran sugesti.

Istilah lain yang hampir dapat dipertukarkan dengan “suggestology”adalah “pemercepatan belajar” (accelerated learning). Pemercepatan belajar didefinisikan sebagai “memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi “kegembiraan”.

Cara ini menyatukan unsur-unsur yang secara sekilas tampak tidak mempunyai persamaan: hiburan, permainan, warna, cara berpikir positif, kebugaran fisik, dan kesehatan emosional. Namun, semua unsur ini bekerja sama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif. Jadi, dalam Quantum Learning lingkungan belajar harus diciptakan menyenangkan.

Dalam buku The Accelerated Learning Handbook, Dave Meier, yang dikutip oleh Hernowo, menyenangkan atau membuat suasana belajar dalam keadaan gembira bukan berarti menciptakan suasana ribut dan hura-hura. Kegembiraan yang dimaksud adalah bangkitnya minat, adanya keterlibatan penuh, serta terciptanya makna, pemahaman (penguasaan atas materi yang dipelajari), dan nilai yang membahagiakan pada diri siswa.

Meier menambahkan pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang dapat membawa perubahan terhadap diri si pembelajar.

Quantum Learning membahasakan kegembiraan dengan terbangunnya emosi positif, seseorang yang dapat membangun emosi positif di dalam dirinya, tentulah ia akan dapat menghadirkan suasana gembira. Frederickson menyebutkan empat keadaan emosi positif: joy (kegembiraan), interest (ketertarikan), contentment (kepuasaan atau kelegaan), dan love (cinta atau kasih sayang). Bayangkan jika setiap selesai proses belajar mengajar, senantiasa memiliki emosi positif.

Apabila emosi positif terus dibangun, tentulah hal-hal yang berkaitan dengan kehormatan diri dan kepercayaan diri akan semakin meningkat. Dan akhirnya, keberhasilan dalam proses belajar mengajar pun tidak harus dicapai secara 100%. Keberhasilan dapat dicapai di bawah 100% asal kemudian pencapaian itu terus dapat ditingkatkan akibat dari rasa senang yang terus menjalar di dalam diri. Dan proses peningkatan pencapaian kesuksesan dalam belajar atau mengajar hanya dapat tercapai dengan membangun emosi positif.

Roger Speryy, mengatakan bahwa otak memiliki dua belahan, yaitu belahan otak kiri dan belahan otak kanan. Menurutnya, kedua belahan otak tersebut bekerja sangat berbeda. Belahan otak kanan berpikir secara emosional dan belahan otak kiri secara rasional.

Quantum Learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP) yaitu suatu penelitian tentang cara kerja otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian antara siswa dan guru.

Para pendidik dengan pengetahuan NLP dapat mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan yang positif, faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang, dan menciptakan “pegangan” dari saat-saat keberhasilan yang meyakinkan.

Maksudnya dengan memahami komponen-komponen otak dan mengetahui bagaimana otak bekerja akan membuat seseorang dapat belajar secara efektif dan menyenangkan.

Quantum Learning dapat didefinisikan sebagai interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Semua kehidupan adalah energi.

Tubuh secara fisik adalah materi. Sebagai pelajar, tujuannya adalah meraih sebanyak mungkin cahaya interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilan energi cahaya.

Quantum Learning adalah seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti efektif untuk semua umur.

Quantum Learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar dan NLP dengan teori, keyakinan dan metode sendiri. Termasuk di antaranya konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan strategi belajar yang lain, sepeti:

1. Teori otak kanan/otak kiri

2. Teori otak triune (3 in 1)

3. Pilihan modalitas (visual, auditorial, kinestetik)

4. Teori kecerdasan ganda

5. Pendidikan holistic (menyeluruh)

6. Belajar berdasarkan pengalaman

7. Belajar dengan simbol (metaphorik learning)

8. Simulasi/permainan.

Jadi dapat disintesiskan Quantum Learning adalah gabungan kegiatan yang seimbang antara bekerja dan bermain, dengan kecepatan yang mengesankan dan dibarengi dengan kegiatan yang menggembirakan. Serta efektif digunakan oleh semua umur.

Sumber Buku Bacaan :

Bobby De Porter & Mike Hernacky, Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. (Bandung: Kaifa, 2003)

Konsep Quantum Learning 1

Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme). Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria.

Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik digunakan. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman. Musik dipasang, partisipasi mereka didorong lebih jauh. Poster-poster besar, yang menonjolkan informasi, ditempel. Guru-guru yang terampil dalam seni pengajaran sugestif bermunculan.

Prinsip suggestology hampir mirip dengan proses accelerated learning, pemercepatan belajar: yakni, proses belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Suasana belajar yang efektif diciptakan melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan, permainan, cara berpikir positif, dan emosi yang sehat.

“Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan posistif – faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang (Bobby De Porter dan Hernacki, 1992)

Selanjutnya Porter dkk mendefinisikan quantum learning sebagai “interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.” Mereka mengamsalkan kekuatan energi sebagai bagian penting dari tiap interaksi manusia. Dengan mengutip rumus klasik E = mc2, mereka alihkan ihwal energi itu ke dalam analogi tubuh manusia yang “secara fisik adalah materi”. “Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya: interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya”. Pada kaitan inilah, quantum learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP dengan teori, keyakinan, dan metode tertentu. Termasuk konsep-konsep kunci dari teori dan strategi belajar, seperti: teori otak kanan/kiri, teori otak triune (3 in 1), pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestik), teori kecerdasan ganda, pendidikan holistik, belajar berdasarkan pengalaman, belajar dengan simbol (metaphoric learning), simulasi/permainan.

Beberapa hal yang penting dicatat dalam quantum learning adalah sebagai berikut. Para siswa dikenali tentang “kekuatan pikiran” yang tak terbatas. Ditegaskan bahwa otak manusia mempunyai potensi yang sama dengan yang dimilliki oleh Albert Einstein. Selain itu, dipaparkan tentang bukti fisik dan ilmiah yang memerikan bagaimana proses otak itu bekerja. Melalui hasil penelitian Global Learning, dikenalkan bahwa proses belajar itu mirip bekerjanya otak seorang anak 6-7 tahun yang seperti spons menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik, dan kerumitan bahasa yang kacau dengan “cara yang menyenangkan dan bebas stres”. Bagaimana faktor-faktor umpan balik dan rangsangan dari lingkungan telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk belajar apa saja. Hal ini menegaskan bahwa kegagalan, dalam belajar, bukan merupakan rintangan. Keyakinan untuk terus berusaha merupakan alat pendamping dan pendorong bagi keberhasilan dalam proses belajar. Setiap keberhasilan perlu diakhiri dengan “kegembiraan dan tepukan.”

Berdasarkan penjelasan mengenai apa dan bagaimana unsur-unsur dan struktur otak manusia bekerja, dibuat model pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan kecerdasan linguistik, matematika, visual/spasial, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intarpersonal, dan intuisi. Bagaimana mengembangkan fungsi motor sensorik (melalui kontak langsung dengan lingkungan), sistem emosional-kognitif (melalui bermain, meniru, dan pembacaan cerita), dan kecerdasan yang lebih tinggi (melalui perawatan yang benar dan pengondisian emosional yang sehat). Bagaimana memanfaatkan cara berpikir dua belahan otak “kiri dan kanan”. Proses berpikir otak kiri (yang bersifat logis, sekuensial, linear dan rasional), misalnya, dikenakan dengan proses pembelajaran melalui tugas-tugas teratur yang bersifat ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detil dan fakta, fonetik, serta simbolisme. Proses berpikir otak kanan (yang bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik), dikenakan dengan proses pembelajaran yang terkait dengan pengetahuan nonverbal (seperti perasaan dan emosi), kesadaran akan perasaan tertentu (merasakan kehadiran orang atau suatu benda), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi.

Semua itu, pada akhirnya, tertuju pada proses belajar yang menargetkan tumbuhnya “emosi positif, kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri.” Keempat unsur ini bila digambarkan saling terkait. Dari kehormatan diri, misalnya, terdorong emosi positif yang mengembangkan kekuatan otak, dan menghasilkan keberhasilan, lalu (balik lagi) kepada penciptaan kehormatan diri.

Dari proses inilah, quantum learning menciptakan konsep motivasi, langkah-langkah menumbuhkan minat, dan belajar aktif. Membuat simulasi konsep belajar aktif dengan gambaran kegiatan seperti: “belajar apa saja dari setiap situasi, menggunakan apa yang Anda pelajari untuk keuntungan Anda, mengupayakan agar segalanya terlaksana, bersandar pada kehidupan.” Gambaran ini disandingkan dengan konsep belajar pasif yang terdiri dari: “tidak dapat melihat adanya potensi belajar, mengabaikan kesempatan untuk berkembang dari suatu pengalaman belajar, membiarkan segalanya terjadi, menarik diri dari kehidupan.”

Dalam kaitan itu pula, antara lain, quantum learning mengonsep tentang “menata pentas: lingkungan belajar yang tepat.” Penataan lingkungan ditujukan kepada upaya membangun dan mempertahankan sikap positif. Sikap positif merupakan aset penting untuk belajar. Peserta didik quantum dikondisikan ke dalam lingkungan belajar yang optimal baik secara fisik maupun mental. Dengan mengatur lingkungan belajar demikian rupa, para pelajar diharapkan mendapat langkah pertama yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar.

Penataan lingkungan belajar ini dibagi dua yaitu: lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro ialah tempat peserta didik melakukan proses belajar (bekerja dan berkreasi). Quantum learning menekankan penataan cahaya, musik, dan desain ruang, karena semua itu dinilai mempengaruhi peserta didik dalam menerima, menyerap, dan mengolah informasi. Ini tampaknya yang menjadi kekuatan orisinalitas quantum learning. Akan tetapi, dalam kaitan pengajaran umumnya di ruang-ruang pendidikan di Indonesia, lebih baik memfokuskan perhatian kepada penataan lingkungan formal dan terstruktur seperti: meja, kursi, tempat khusus, dan tempat belajar yang teratur. Target penataannya ialah menciptakan suasana yang menimbulkan kenyamanan dan rasa santai. Keadaan santai mendorong siswa untuk dapat berkonsentrasi dengan sangat baik dan mampu belajar dengan sangat mudah. Keadaan tegang menghambat aliran darah dan proses otak bekerja serta akhirnya konsentrasi siswa.

Lingkungan makro ialah “dunia yang luas.” Peserta didik diminta untuk menciptakan ruang belajar di masyarakat. Mereka diminta untuk memperluas lingkup pengaruh dan kekuatan pribadi, berinteraksi sosial ke lingkungan masyarakat yang diminatinya. “Semakin siswa berinteraksi dengan lingkungan, semakin mahir mengatasi sistuasi-situasi yang menantang dan semakin mudah Anda mempelajari informasi baru,” tulis Porter. Setiap siswa diminta berhubungan secara aktif dan mendapat rangsangan baru dalam lingkungan masyarakat, agar mereka mendapat pengalaman membangun gudang penyimpanan pengertahuan pribadi. Selain itu, berinteraksi dengan masyarakat juga berarti mengambil peluang-peluang yang akan datang, dan menciptakan peluang jika tidak ada, dengan catatan terlibat aktif di dalam tiap proses interaksi tersebut (untuk belajar lebih banyak mengenai sesuatu). Pada akhirnya, interaksi ini diperlukan untuk mengenalkan siswa kepada kesiapan diri dalam melakukan perubahan. Mereka tidak boleh terbenam dengan situasi status quo yang diciptakan di dalam lingkungan mikro. Mereka diminta untuk melebarkan lingkungan belajar ke arah sesuatu yang baru. Pengalaman mendapatkan sesuatu yang baru akan memperluas “zona aman, nyaman dan merasa dihargai” dari siswa.

QUANTUM TEACHING-LEARNING

PENGANTAR
Sekolah masa depan adalah sekolah yang ditandai dengan pola pembelajaran yang menyenangkan, karena terdapat sebuah adigium yang menyatakan, “belajar akan efektif, kalau anda dalam keadaan fun”. Revolusi cara belajar mengubah segalannya, ketika citarasa yang menyenangkan menjadi atmosfir pembelajaran. “Warung Jamu”, adalah sebuah kaidah yang merupakan kepanjangan dari WAktu-RUaNG-JumlAh dan MUtu. Makna Warung Jamu adalah dimennsi ukur yang harus diperhatikan, ketika seorang Guru melakukan pembelajaran.

Kapan [waktu], kita melalukan pembelajaran
Pada rentangan bagaimana atau pada kondisi yang bagaimana [ruang], kita melakukan pembelajaran
Kuantitas audience [jumlah]
Kuliatas yang diharapkan [mutu]

Sejalan dengan kaidah tersebut, kita diingatkan pula dengan kaidah “ABCD” –[Audience, Behavior, Condition and Degree]. Kaidah inilah, bagaikan bintang pengarah para guru untuk memilih metode pembelajaran yang EER[ Efektif, Efisien dan Rasional].
Saat ini terjadi revolusi pembelajaran, yang mengenarasi banyak metode pembelajaran, namun kita dicermati adalah berubahnya paradigma pem,belajaran. Dari Guru sebagai pusat pembelajaran, atau semuanya sangat ditentutkan dari atas “driver company”, menuju pembelajaran yang memberikan ruang gerak secara utuh dan menyeluruh pada siswanya “driver customer”. Paradigma inilah yang menuntut setiap Guru untuk cermat dalam memilih metode pembelajaran.
Seorang-orang bernama Dr. Georgi Lozanov, yang kenal sebagai bapak pembelajaran dipercepat [accerated learning], pendidik asal Bulgaria, yang bereksperimen dengan suggestology ternyata mengilhami Bobi DePorter untuk mengembangkan metode pembelajaran, yang mengubah cahaya menjadi energi. Pembelajaran inilah yang disebut dengan “QUANTUM TEACHING”.

LAHIRNYA QUANTUM TEACHING

Perkembangan selanjutnya, Bobbi de Porter (penulis buku best seller Quantum Learning dan Quantum Teaching), murid Lozanov ini, bersama Mike Hernacki, mantan guru dan penulis, mengembangkan konsep Lozanov menjadi Quantum Learning. Metode belajar ini diadopsi dari beberapa teori. Antara lain sugesti, teori otak kanan dan kiri, teori otak triune, pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik) dan pendidikan holistic
Buah pikir ini sukses diterapkan ketika di aplikasikan di Super Camp, lembaga kursus yang dibangun de Porter. Dan setelah dilakukan sebuah penelitian untuk disertasi doktroral pada 1991, dengan melibatkan sekitar 6.042 responden. Dari penelitian itu, Super Camp berhasil mendongkrak potensi psikis siswa. Antara lain peningkatan motivasi 80 persen, nilai belajar 73 persen, dan memperbesar keyakinan diri 81 persen.
Wahana pendidikan yang dikreasi de Porter itu, menjadi pusat percontohan tempat metode Quantum dipraktikkan. Remaja, karyawan, eksekutif perusahaan, menjadi murid di sekolah ini. Tujuannya satu: menjadi manusia baru. Pada akhirnya Quantum Learning itu kembali disempurnakan menjadi Quantum Teaching. Itulah sebabnya Jack Canfielf, penulis buku Chicken Soup of the Soul mengatakan, metode ini akan mengobarkan kembali api yang ada di dalam diri Anda
Quantum Teaching bahkan menggugat cara mengajar yang selama ini dilakukan secara ‘turun temurun’.

BERMACAM-MACAM MAKNA QUANTUM TEACHING

Hakikat Quantum Teaching adalah model pembelajaran yang menerapkan Quantum Learning. Acapkali dikatakan bahwa Quantum Leraning dimutakhirkan menjadi Quantum Teaching. Membicarakan Quantum Teaching sama dan sembanguin membicarakan Quantum Learning]
Quantum Learning, katanya, dapat pula didefinisi sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Semua kehidupan adalah energi. Dia mengatakan, rumus yang terkenal dalam fisika adalah massa kali kecepatam cahaya kuadrad siswa dan guru. ''Quantum Learning adalah gabungan yang sangat seimbang antara bekerja dan bermain, antara rangsangan internal dan eksternal,''.
Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme). Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif.
Selanjutnya Porter dkk mendefinisikan quantum learning sebagai “interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.” Mereka mengamsalkan kekuatan energi sebagai bagian penting dari tiap interaksi manusia. Dengan mengutip rumus klasik E = mc2, mereka alihkan ihwal energi itu ke dalam analogi tubuh manusia yang “secara fisik adalah materi”. “Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya: interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya”

PERSAMAAN QUANTUM TEACHING

Kata Quantum sendiri berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Jadi Quantum Teaching menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dengan cara menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas
Persamaan Quantum Teaching ini diibaratkan mengikuti konsep Fisika Quantum yaitu:
E = mc2
E = Energi (antusiasme, efektivitas belajar-mengajar,semangat)
M = massa (semua individu yang terlibat, situasi, materi, fisik)
c = interaksi (hubungan yang tercipta di kelas)
Berdasarkan persamaan ini dapat dipahami, interaksi serta proses pembelajaran yang tercipta akan berpengaruh besar sekali terhadap efektivitas dan antusiasme belajar pada peserta didik.
Bila metode ini diterapkan, maka guru akan lebih mencintai dan lebih berhasil dalam memberikan materi serta lebih dicintai anak didik karena guru mengoptimalkan berbagai metode.
Apalagi dalam Quantum Teaching ada istilah ‘Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan hantarlah dunia kita ke dunia mereka’. Hal ini menunjukkan, betapa pengajara dengan Quantum Teaching tidak hanya menawarkan materi yang mesti dipelajari siswa. Tetapi jauh dari itu, siswa juga diajarkan bagaimana menciptakan hubungan emosional yang baik dalam dan ketika belajar

PRINSIP QUANTUM TEACHING

Selain itu, ada beberapa prinsip Quantum Teaching, yaitu:

Segalanya berbicara, lingkungan kelas, bahasa tubuh, dan bahan pelajaran semuanya menyampaikan pesan tentang belajar.
Segalanya bertujuan, siswa diberi tahu apa tujuan mereka mempelajari materi yang kita ajarkan.
Pengalaman sebelum konsep, dari pengalaman guru dan siswa diperoleh banyak konsep.
Akui setiap usaha, menghargai usaha siswa sekecil apa pun.
Jika layak dipelajari, layak pula dirayakan, kita harus memberi pujian pada siswa yang terlibat aktif pada pelajaran kita. Misalnya saja dengan memberi tepuk tangan, berkata: bagus!, baik!, dll.

Lebih jauh, dunia pendidikan akan semakin maju ke depannya. Sebab, Quantum Teaching akan membantu siswa dalam menumbuhkan minat siswa untuk terus belajar dengan semangat. Apalagi Quantum Teaching juga sangat menekankan pada pentingnya bahasa tubuh. Seperti tersenyum, bahu tegak, kepala ke atas, mengadakan kontak mata dengan siswa dan lain-lain. Citarasa menyenagkan seperti humor dilakukan dengan maksud agar KBM tidak membosankan

KERANGKA RANCANGAN BELAJAR QUANTUM TEACHING

Kerangka rancangan Belajar Quantum Teaching yang dikenal sebagai TANDUR

TUMBUHKAN. Tumbuh- kan minat, motivasi, empati, simpati, dan haraga diri dengan memuaskan “Apakah Manfaat BAgiKU “ (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan siswa
ALAMI. Ciptakan atau hadirkan pengalaman umum yang dapat dimengerti, dan dipahami semua pelajar
NAMAI. Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi sebuah “masukan”
DEMONSTRASIKAN. Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk ‘menunjukkan bahwa mereka tahu”, dan ingat setiap siswa memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan.
ULANGI. Tunjukkan siswar cara-cara mengulang materi dan menegaskan , “Aku tahu dan memang tahu ini”. Sekaligus berikan simpulan
RAYAKAN. Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan

7 KUNCI KEUNGGULAN QUANTUM TEACHING

Integritas: Bersikaplah jujur, tulus, dan menyeluruh. Selaraskan nilai-nilai dengan perilaku Anda
Kegagalan awal kesuksesan: Pahamilah bahwa kegagalan hanyalah memberikan informasi yang Anda butuhkan untuk sukses
Bicaralah dengan niatan baik: Berbicaralah dengan pengertian positif, dan bertanggung jawablah untuk berkomunikasi yang jujur dan lurus. Hindari gosip.
Komitmen: Penuhi janji dan kewajiban, laksanakan visi dan lakukan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
Tanggung jawab: Bertanggungjawablah atas tindakan Anda.
Sikap Fleksibel: Bersikaplah terbuka terhadap perubahan atau pendekatan baru yang dapat membantu Anda memperoleh hasil yang diinginkan.
Keseimbangan: Jaga keselarasan pikiran, tubuh, dan jiwa Anda. Sisihkan waktu untuk membangun dan memelihara tiga bidang ini.

13 SUKSES KOMUNIKASI ALA QUANTUM TEACHING

Antusias : menampilkan semangat untuk hidup, angkat optisme
Berwibawa : menggerakkan orang, kuci keteladan
Optimis : melihat peluang dalam saat ini dan yang akan datang
Look Friendly, Sound Friendly and Feel Friendly: mudah menjalin hubungan dengan beragam peserta didik
Citarasa humor : selalu dalam suasana segar
Sarwa cara : menemukan lebih dari satu untuk mencapai hasil
Menerima : mencari di balik tindakan dan penampilan luar untuk menemukan nilai-nilai inti
Mampu komunikasi : berkomunikasi dengan jelas, ringkas, dan jujur
Ikhlas : memiliki niat dan motivasi positif
Spontan : dapat mengikuti irama dan tetap menjaga hasil
Menarik dan tertarik : mengaitkan setiap informasi dengan pengalaman hidup peserta didik dan peduli akan diri peserta didik
Menganggap peserta didik “mampu” : percaya akan keberhasilan peserta didik
Memicu dan memacu harapan tinggi: membuat pedoman kualitas hubungan dan kualitas kerja yang memacu dan memicu setiap peserta didik untuk berusaha sebaik mungkin

QUANTUM TEACHING = ORKESTRASI INTERAKSI DI DOMAIN BELAJAR

Quantum Teaching adalah orkestra dari warna-warni interaksi yang ada di dalam dan disekitar momen belajar. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi dirinya dan orang sekitarnya.
Orkestra merupakan kolaborasi berbagai interaksi belajar yang terdiri dari konteks maupun kontens. Konteksnya meliputi (1) suasana pembelajaran, (2) landasan/kerangka kerja (3) lingkungan pembelajaran (4) perancangan pembelajaran yang dinamis. Sedangkan kontensnya meliputi (1) presentasi/cara penyampaian materi (2) pemberdayaan fasilitas (3) ketrampilan hidup dan
RUJUKAN:


De Porter, Bobbi dkk. 1999. Quantum Learning. Bandung: Kaifa.
--------. 1999. Quantum Bussines. Bandung: Kaifa.
---------. 2001. Quantum Teaching. Bandung: Kaifa.
Dryden, Gordon dan Vos, Jeanette. Revolusi Cara Belajar (bagian I dan II). Bandung: Kaifa.

Jumat, 07 Oktober 2011

Hindari Kata "JANGAN"

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan...

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, †âÞi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai,maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah,maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

13. Jangan menunggu untuk diberi, tetapi memberilah maka kamu akan diberi

14. Jangan menunggu dihargai, tetapi hargailah orang lain maka kamu pasti akan dihargai

15. Jangan menunggu dihormati orang lain, tetapi hormatilah orang lain maka kamu akan dihormati

Selasa, 04 Oktober 2011

IDM 6.07 ( Internet Download Manager 6.07 + Patch )

IDM 6.07 ( Internet Download Manager 6.07 + Patch )

- Buat yg belum punya IDM : Download versi terbaru dahulu.
- Untuk yg sudah punya IDM : Uninstall IDM anda dan hilangkan dari REGISTRY.


Cara Hilangkan IDM dari REGISTRY :
- Klik Start - Run
- Ketik : Regedit
- Klik HKEY_LOCAL_USER
- Cari folder DownloadManager kemudian Hapus/Dellete (caranya: klik kanan pada folder DownloadManager lalu klik Dellete)


Instal IDM:
- Klik ganda icon idman607.
- Klik Next... Lanjutkan hingga selesai, lalu klik Finish
- (jika anda sedang menjalankan Mozilla atau InternetExplorer, maka IDM akan minta untuk direstart Mozilla, klik saja OK
- Tutup program IDM_6.07


Melakukan Registrasi:
*Sebelum mengcopy file "SnDk&p", INGAT: Antivirus anda harus di-Disable sementara!!!
*Sebelum menggunakan file ini "SnDk&p", INGAT: IDM anda HARUS dimatikan (close) lebih dahulu.
SELANJUTNYA...
- Copy dan Paste/Letakkan file "SnDk&p" ini dalam sebuah folder HASIL anda meng-INSTALL IDM_6.07. Biasanya di C:\Program Files\Internet Download Manager\..."SERIAL" (misalnya: buat folder baru dan beri nama foldernya "SERIAL".)
- Jalankan file "SnDk&p", nanti keluar program. Klik tombol "Patch Server Check" dan anda akan mendapatkan Serial Number IDM nya.
- Buka IDM anda yang baru, melalui Start..., lalu klik Internet Download Manager. Kemudian pilih menu "Registration" kemudian pilih "Registration".
- Masukkan Nama dan Email (terserah, bebas) kemudian masukkan Serial Number yang di dapat dari "SnDk&p" tadi.
-Klik OK
- Selamat IDM anda sudah Full Version dengan Nama lisensi anda sendiri.

Download Internet Download Manager 6.07 + Patch, Klik DISINI:
(password rar: "orgenestonga")

atau copy/paste link berikut:
http://www.4shared.com/file/xAxbyS-5/IDM_Full_Version_607__Patch.html
(password rar: "orgenestonga")

Upload by orgenes
http://www.orgenestonga.blogspot.com

Senin, 03 Oktober 2011

MACAM-MACAM METODE MENGAJAR

METODE MENGAJAR


Metode Pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Dapat dikatakan metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi instruksional. Tetapi tidak semua metode pembelajaran sesuai digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Penulisan mengenai metode di bawah ini tidak mengikuti suatu urutan tertentu, tetapi dilakukan secara acak. Diungkapkan pula kapan baiknya metode tersebut dilaksanakan serta keunggulan dan kekurangan metode tersebut.
Sebelum memutuskan metode mana yang akan dipakai dalam proses belajar mengajar, maka seorang pengajar perlu memperhatikan beberapa pertimbangan berikut :
a. Tujuan pembelajaran.
Pertimbangan ini merupakan syarat mutlak dalam pemilihan metode yang akan digunakan. Sebagai contoh, seorang guru kesenian menetapkan cara memainkan alat musik dengan benar. Dalam hal ini metode yang dapat membantu adalah metode ceramah, dimana diterangkan bagian-bagian dari masing-masing alat musik dan cara penggunaannya. Kemudian metode demonstrasi, siswa dapat mendemonstrasikan cara memainkan suatu alat musik dengan benar, selanjutnya metode pembagian tugas, siswa kita tugasi, bagaimana memegang gitar, bass, drum, dan apa tugas mereka, dan bagaimana mereka dapat bekerjasama dan memainkan suatu lagu dengan baik dan benar.
b. Pengetahuan awal siswa
Metode yang akan kita gunakan tergantung pada pengetahuan awal yang dimiliki para siswa. Jika siswa tidak memiliki prinsip, konsep, dan fakta atau memiliki pengalaman, maka kemungkinan besar mereka belum dapat dipergunakan metode yang bersifat belajar mandiri. Metode yang dapat digunakan hanyalah ceramah, demonstrasi, penampilan, latihan dengan teman, sumbang saran, praktikum, bermain peran, dan lain-lain.
c. Bidang studi/pokok bahasan/aspek
Pada SLTP dan Sekolah Menengah, program studi diatur dalam tiga kelompok. (1) program pendidikan umum (kognitif), (2) program pendidikan akademik, dan (3) pendidikan keterampilan (psikomotorik). Maka metode yang akan kita gunakan lebih berorientasi pada masing-masang ranah diatas yang terdapat dalam pokok bahasan/aspek.
d. Alokasi waktu dan sarana penunjang
Dalam satu jam pelajaran, kita perlu membagi waktu yang akan dipergunakan oleh masing-masing metode. Misalnya, pelajaran Kimia, metode yang akan dipakai adalah praktikum, bukan berarti metode lain tidak kita gunakan. Metode ceramah sangat perlu untuk memberi petunjuk, aba-aba, dan arahan, dengan alokasi waktu sekian menit. Kemudian memungkinkan metode diskusi, karena dari hasil praktikum, siswa memerlukan diskusi kelompok untuk memecahkan problem yang dihadapi.
e. Jumlah siswa
Idealnya metode yang diterapkan melalui pertimbangan rasio guru dan siswa agar proses belajar mengajar efektif. Dalam kelas yang besar dan siswa yang banyak, metode ceramah yang lebih efektif, akan tetapi yang perlu diingat bahwa metode ceramah memiliki banyak kelemahan.
f. Pengalaman dan kewibawaan pengajar.
Pengalaman akan membuat seorang pengajar dapat menentukan dengan tepat metode mana yang akan dipergunakan. Kewibawaan merupakan kelengkapan mutlak yang bersifat abstrak karena guru akan berhadapan dan mengelola siswa dengan latar belakang yang berbeda beda.

METODE-METODE PEMBELAJARAN

1. Metode Ceramah.
Metode ceramah adalah suatu cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dilaksanakan oleh para guru. Dengan penyajian materi melalui penuturan dan penerangan lisan guru kepada siswa. Metode ini digunakan bila pelajaran tersebut banyak mengandung hal-hal yang memerlukan penjelasan dari guru. Metode ini hendaknya digunakan bersama-sama metode lain, seperti metode tanya-jawab. Pada metode ceramah ini, siswa dilatih untuk menjadi pendengar yang balk. Agar siswa tetap berperan secara aktif dalam proses belajar-mengajar yang menggunakan metode ceramah ini, maka siswa perlu dilatih mengembangkan kemampuan untuk mendengarkan, memahami suatu informasi, dan mencatatnya dengan baik. Siswa hendaknya diminta mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan terhadap informasi-informasi tertentu.
Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas pe nggu naa nya.
Metode ceramah dapat dilakukan oleh guru :
a. Untuk memberikan pengarahan, petunjuk di awal pembelajaran.
b. Waktu terbatas, sedangkan materi / informasi banyak yang akan disampaikan. c. Lembaga pendidikan memiliki sedikit staf pengajar, sedangkan jumlah siswa banyak.
Keterbatasan metode ceramah adalah sebagai berikut :
a. Keberhasilan siswa tidak terukur,
b. Perhatian dan motivasi siswa sulit diukur.
c. Peran serta siswa dalam pembelajaran rendah.
d. Materi kurang terfokus.
e. Pembicaraan sering melantur.

2. Metode Demonstrasi
Metode demontrasi adalah suatu cara mengajar dengan mempertunjukkan cara kerja suatu benda. Benda itu dapat berupa benda sebenarnya atau suatu model. Hal-hal lain yang dapat dipertunjukkan adalah cara menggunakan alat atau serangkaian percobaan. Yang terakhir ini dilakukan bila alat-alat yang digunakan itu jumlahnya tidak memadai, percobaan itu mengandung hal-hal yang berbahaya, atau ada alat-alat yang mudah pecah. Dalam metode ini, antara lain dapat dikembangkan kemampuan siswa untuk mengamati, menggolongkan, menarik kesimpulan, menerapkan konsep, prinsip atau prosedur dan mengkomunikasikannya kepada siswa-siswa lain. Demonstrasi dapat dilakukan oleh guru atau siswa yang sudah dilatih sebelumnya.
Metode ini biasanya disatukan dengan metode eksperimen.
Pelaksanaan :
a. Manakala kegiatan pembelajaran bersifat formal, magang, atau latihan kerja.

b. Bila materi pelajaran berbentuk keterampilan gerak, petunjuk sederhana untuk melakukan keterampilan dengan menggunakan bahasa asing, dan prosedur melaksanakan suatu kegiatan.
c. Manakala guru, pelatih, instruktur bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang, baik yang menyangkut pelaksanaan suatu prosedur maupun dasar teorinya.
d. Pengajar bermaksud menunjukkan suatu standar penampilan.
e. Untuk menumbuhkan motivasi siswa tentang latihan/praktik yang kita laksanakan.
f. Untuk dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan kegiatan hanya mendengar ceramah atau membaca di dalam buku, karena siswa memperoleh gambaran yang jelas dari hasil pengamatannya.
g. Bila beberapa masalah yang menimbulkan pertannyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi atau eksperimen.
h. Bila siswa turut aktif bereksperimen, maka ia akan memperoleh pengalaman praktik untuk mengembangkan kecakapan dan memperoleh pengakuan dan pengharapan dari lingkungan sosial
Batasan Metode Demonstrasi
a. Akan menjadi tidak wajar bila alat yang didemonstrasikan tidak dapat diamati dengan seksama oleh siswa.
b. Kurang efektif bila tidak diikuti dengan metode eksperimen
c. Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelompok.
d. Terkadang saat suatu alat dibawa ke kelas untuk didemonstrasikan, terjadi proses yang berlainan dengan proses di dalam situasi nyata.
e. Bila setiap orang diminta mendemonstrasikan dapat menyita waktu yang banyak, dan membosankan bagi peserta yang lain.

3. Metode Eksperimen (Praktikum)
Bila pada metode Demonstrasi, yang terlibat lebih banyak adalah guru, maka pada metode ini siswa akan lebih banyak aktif. Metode Eksperimen ialah suatu cara memberikan kesempatan kepada siswa secara perseorangan atau kelompok untuk berlatih melakukan suatu proses percobaan secara mandiri. Melalui metode ini siswa sepenuhnya terlibat, antara lain dalam merencanakan eksperimen, menemukan fakta, mengumpulkan data, menarik kesimpulan, merumuskan konsep, prinsip, atau hukum.
Selanjutnya, siswa pun dapat melakukan pengujian kesimpulan atau pembuktian/penelitian kembali terhadap konsep atau prinsip yang telah ditemukannya itu melalui eksperimen verikatif. Metode ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan sikap ilmiah pada diri siswa.
Untuk dapat melaksanakan metode ini, maka pengajar harus :
a. Memberikan penjelasan yang cukup kepada siswa selama siswa berpraktik.
b. Melakukan tindakan pengamanan sebelum kegiatan dimulai untuk keselamatan siswa yang digunakan.
Metode ini tepat digunakan bila :
a. Pelajaran telah mencapai tingkat lanjutan
b. Kegiatan pembelajaran bersifat formal, latihan kerja, atau magang.
c. Siswa mendapat kemungkinan untuk menerapkan apa yang dipelajarinya ke dalam situasi sesungguhnya.
d. Kondisi praktek sama dengan kondisi kerja
e. Dapat disediakan bimbingan kepada siswa secara dekat selama praktik
f. Kegiatan ini menjadi remedial bagi siswa.

a. Membutuhkan waktu panjang, karena siswa harus mendapatkan kesempatan berpraktik sampai baik.
b. Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin mahal, sulit diperoleh, dan dipelihara secara terus menerus.
c. Membutuhkan pengajar yang lebih banyak, karena setiap pengajar hanya dapat membantu sejumlah kecil siswa.

4. Metode Proyek
Metode proyek merupakan suatu cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, membaca, meneliti, menghubungkan dan mengembangkan sebanyak mungkin pengetahuan yang telah diperoleh dari berbagai mata pelajaran. Metode proyek membahas suatu tema atau unit pelajaran. Kemudian siswa diminta untuk membuat lapran dari tugas yang diberikan kepadanya dalam bentuk makalah. Melalui metode ini diharapkan siswa dapat dilatih baik secara individual maupun kelompok untuk menelaah suatu materi pelajaran dengan wawasan yang lebih luas memantapkan pengetahuan yang telah diperoleh, meningkatkan penghargaan terhadap lingkungan, memahami dan berupaya memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari¬hari, serta menyalurkan minat yang memungkinkan baik dilihat dari segi waktu atau bahan pelajaran dari berbagai mata pelajaran.

5. Metode Diskusi
Metode diskusi ialah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui wahana tukar pendapat dan informasi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh guna memecahkan suatu masalah, memperjelas sesuatu bahan serta pelajaran dan mencapai kesepakatan. Melalui metode ini berbagai keterampilan seperti beratnya, berkomunikasi, menafsirkan, dan menyimpulkan dapat dikembangkan. Demikian pula keberanian mengemukakan pendapat, sikap-sikap kritis, skeptis, toleran, kemampuan mengendalikan emosi, dan sebagainya dapat dibina melalui penggunaan metode ini.
Metode ini dilaksanakan oleh pengajar bila :
a. Menyediakan bahan, topik, atau masalah yang akan didiskusikan
b. Menyebutkan pokok-pokok masalah yang akan dibahas, atau memberikan studi khusus kepada siswa sebelum mengadakan diskusi.
c. Menugaskan siswa untuk menjelasakan, menganalisis, dan meringkas.
d. Membimbing diskusi, tidak memberi ceramah.
e. Sabar terhadap kelompok yang lamban dalam berdiskusi.
f. Waspada terhadap kelompok yang tampak kebingungan atau berjalan dengan tidak menentu.
g. Melatih siswa dalam menghargai pendapat orang lain.
Metode ini tepat digunakan bila :
a. Siswa berada di tahap menengah atau tahap akhir proses belajar,
b. Pelajaran formal atau magang
c. Perluasan pengetahuan yang telah dikuasai siswa,
d. Belajar mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta mengambil keputusan.
e. Membiasakan siswa berhadapan dengan berbagai pendekatan, interpretasi, dan kepribadian.
f. Menghadapi masalah secara berkelompok
g. Membiasakan siswa untuk beragumentasi dan berfikir rasional.
Keterbatasan :
a. Menyita waktu lama dan jumlah siswa harus sedikit.

b. Mempersyaratkan siswa memiliki latar belakang yang cukup tentang topik atau masalah yang didiskusikan.
c. Tidak tepat bila digunakan pada tahap awal proses belajar bila siswa baru diperkenalkan kepada bahan pelajaran baru.
d. Apatis bagi siswa yang tidak terbiasa berbicara dalam forum.

6. Metode Widyawisata
Metode Widyawisata ialah suatu cara penguasaan bahan pelajran dengan membawa siswa langsung kepada objek yang akan dipelajari yang terdapat di luar kelas atau di lingkungan kehidupan nyata. Metode widyawisata antara lain diterpakan karena obyek yang akan dipelajari hanya terdapat di tempat tertentu. Selain itu, pengalaman langsung dapat membuat siswa lebih tertarik kepada pelajaran yang disajikan sehinggga lebih ingin mendalami hal yang diminatinya dengan mencari informasi dari buku-buku sumber lainnya serla menumbuhkan rasa cinta kepada Iingkungan alam dan lingkungan budaya. Metode widyawisata berfungsi pula memberikan variasi belajar kepada siswa. Agar widyawisata ini dapat mencapai hasil yang optimal, maka diperlukan adanya perencanaan yang matang, pelaksanaan yang efektif dan efisien, serta adanya kegiatan tindak lanjut seperti evaluasi, pelaporan, diskusi, deklamasi, pameran sederhana, pemuatan karangan siswa pada koran sekolah, majalah dinding atau media lainnya, dan sebagainya.

7. Metode Bermain peran
Metode bermain peran ialah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan imajinatif, daya ekspresi, dan penghayatan ini dilakukan dengan memerankan seseorang dari sejarah, dunia pengetahuan, dan lain-lain, atau peran lainnya dari dunia hewan dan tumbuhan. Kegiatan memerankan seseorang atau sesuatu akan membuat siswa mudah memahami dan seringkali menghayati hal-hal yang di pel aja rinya.

8. Metode Tanya Jawab
Merupakan suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk pertanyaan yang dijawab oleh siswa. Metode ini sering digunakan dalam proses belajar mengajar bersama-sama dengan metode lain. Tanya jawab ini dapat dilakukan pada awal, di tengah-tengah, atau pada akhir kegiatan belajar mengajar. Tanya jawab ini sering dilakukan pada untuk mengetahui sejauh mana bahan pelajaran yang sedang atau telah dibahas itu dipahami siswa. Dari hasil tanya-jawab, guru dapat memperjelas atau meluruskan pemahaman siswa mengenai suatu bahan pelajaran tertentu. Dalam metode ini, dapat dikembangkan kemampuan seperti mengajukan dan merumuskan pertanyaan serta mengkomunikasikan.
Metode ini sangat tepat bila pelaksanaannya bertujuan untuk :
a. Meninjau ulang pelajaran atau ceramah yang lalu, agar siswa memusatkan lagi perhatian pada jenis dan jumlah kemajuan yang telah dicapai sehingga mereka dapat melanjutkan pelajarannya.
b. Menyelingi pembicaraan agar tetap mendapatkan perhatian siswa, atau dengan perkataan lain untuk mengikut sertakan mereka.
c. Mengarahkan pengamatan dan pemikiran mereka.
Metode ini tidak wajar digunakan untuk :
a. Menilai kemajuan peserta didik.
b. Mencari jawaban dari siswa, tetapi membatasi jawaban yang dapat diterima. c. Memberi giliran pada siswa tertentu.
Kebaikan metode tanya jawab adalah :

a. Tanya jawab dapat memperolah sambutan yang lebih aktif bila dibandingkan dengan metode ceramah yang bersifat menolong.
b. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat sehingga nampak mana yang belum jelas atau belum dimengerti.
c. Mengetahui perbedaan-perbedaan pendapat yang ada, yang dapat dibawa ke arah suatu diskusi.
Kelemahannya adlah bahwa tanya jawab bis menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan. Lebih-lebih jika kelompok siswa yang memberi jawaban atau mengajukan pertannyaan yang dapat menimbulkan masalah baru dan menyimpang dari pokok persoalan.

9. Metode Latihan
Metode latihan merupakan suatu metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih melakukan suatu keterampilan tertentu berdasarkan penjelasan atau petunjuk guru. Melalui metode ini dapat dikembangkan keterampilan melalui pembiasaan.

10. Metode Pameran (penampilan)
Metode pameran digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyajikan dan menjelaskan apa yang dipelajarinya. Pameran yang dimaksud dapat berupa pameran kelas atau pameran sekolah dengan memamerkan grafik, model, alat, gambar ukiran, patung, tanaman, dan hasil karya lainnya yang dibuat oleh siswanya. Metode pameran dapat merupaan kegiatan puncak dari serangkaian kegiatan lain yang menggunakan widyawisata atau metode proyek. Pameran dapat digunakan sebagai sarana penilaian keberhasilan suatu kegiatan belajar.

11. Metode permainan
Metode permainan adalah suatu permainan adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk permainan. Permainan dimaksud dapat berupa teka-teki, papan bergambar (sejenis ular tangga), kotak rahasia, atau kartu gambar yang dibuat oleh siswa atau oleh guru. Metode ini dapat digunakan untuk memberikan pengalaman menarik bagi siswa dalam memahami suatu konsep, menguatkan konsep yang telah dipahami, atau memecahkan masalah. Metode ini bermanfaat karena dapat mengembangkan motivasi instrinsik, memberikan kesempatan untuk berlatih mengambil keputusan, dan mengembang pengendalian emosi bila menang atau kalah, serta lebih menarik dan menyenangkan sehingga memudahkan siswa untuk memahami bahan pelajaran yang disajikan. Dengan demikian, tujuan pembelajaran akan tercapai secara tidak Iangsung. Metode ini sering digunakan dalam mata pelajaran Matematika, IPA, PPKN, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, dan sebagainya.

12. Metode Cerita
Metode cerita adalah suatu cara penanaman nilai-nilai kepada siswa dengan mengungkapkan kepribadian tokoh-tokoh melalui penuturan hikayat, legenda, dongeng, dan sejarah lokal. Metode ini dapat digunakan untuk membantu penghayatan nilai dan moral serta pembentukan sikap. Hal ini terjadi karena metode ini lebih mudah untuk membawa emosi siswa ke suasana cerita sehingga siswa menjadi tertarik dan mungkin terharu sehingga akan mempermudah pembentukan sikap.

13. Metode Simulasi
Metode simulasi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui kegiatan praktik langsung tentang pelaksanaan nilai-nilai, penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini menampilkan simbol-simbol, protipe, atau peralatan yang menggantikan suatu proses, kejadian atau benda yang

sebenarnya. Metode ini dapat mengembangkan pemahaman pengetahuan dan penghayatan siswa terhadap sikap dan nilai yang berlaku di masyarakat.
Yang perlu diperhatikan :
a. Pada tahap permulaan, diperlukan tingkat di bawah realitas. Siswa diharapkan mengidentifikasi lokasi tujuan, sifat-sifat benda, tindakan yang sesuai dengan kondisi tertentu, dan lain sebagainya.
b. Pada tahap pertengahan, diperlukan tingkat realitas yang memadai. Siswa diharapkan dapat mempelajari sesuatu dalam kaitan dengan pengetahuan yang lebih luas dan memulai mengkoordinasikan keterampilan-keterampilan.
c. Pada tahap akhir, diperlukan tingkat realitas yang lebih tinggi.
d. Siswa diharapkan dapat melakukan pekerjaan seperti seharusnya dalam kondisi nyata.
Metode ini dapat dilakukan pada situasi :
a. Semua tahap belajar
b. Pendidikan formal atau magang
c. Memberikan kegiatan-kegiatan yang analogis
d. Memungkinkan praktik dan umpan balik dengan resiko kecil. e. Diprogramkan sebagai alat pelajaran mandiri
Kelemahan :
a. Biaya pengembangan tinggi dan perlu waktu lama
b. Fasilitas dan alat yang dibutuhkan mungkin sulit diperoleh dan harga yang mahal dan pemeliharaan yang sulit.
c. Resiko sangat tinggi bagi siswa maupun pengajar

14. Metode Studi Mandiri
Metode ini berbentuk pelaksanaan tugas membaca atau penelitian oleh siswa tanpa bimbingan atau pengajaran khusus. Metode ini dilakukan dengan cara :
a. Memberikan daftar bacaan kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya,
b. Menjelaskan hasil yang diharapkan dicapai oleh siswa pada akhir kegiatan studi mandiri.
c. Mempersiapkan tes untuk menilai keberhasilan siswa.
Metode ini sangat tepat dilakukan bila :
a. Pada tahap akhir proses belajar
b. Dapat digunakan pada semua mata pelajaran
c. Menunjang metode pembelajaran yang lain
d. Meningkatkan kemampuan kerja siswa
e. Mempersiapkan siswa untuk kenaikan tingkat atau jabatan
f. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperdalam minatnya tanpa dicampuri siswa lain
Metode ini hanya dapat digunakan saat siswa mampu menentukan sendiri tujuannya dan dapat memperoleh sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

15. Metode Pembelajaran Terprogram
Metode ini menggunakan bahan pengajaran yang disiapkan secara khusus. Isi pengajaran di dalamnya harus dipecah menjadi langkah-langkah kecil, diurup secara ceramat, diarahkan untuk mengurangi kesalahan, dan diikuti dengan umpan balik segera. Siswa mendapat kebebasan untuk belajar menurut kecepatan masing masing.

Yang perlu diperhatikan saat menggunakan metode ini :
a. Siswa harus benar-benar memiliki seluruh bahan, alat-alat dan perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pelajaran.
b. Siswa harus benar-benar tahu bahwa bahan itu bukan tes. Respon yang dibuat siswa selama proses belajar dimaksudkan untuk membantu belajar, bukan untuk dijadikan dasar penilaian.
c. Tersedia sumber yang dapat membantu siswa bila ia mengalami kesulitan
d. Secara berkala, siswa harus dicek kemampuannya untuk membuatnya benar-benar be laja r.
Kapan menggunakan metode ini ?
a. Saat siswa kurang mendapatkan interaksi sosial.
b. Pada semua tahap belajar, dari permulaan sampai dengan proses akhir belajar.
c. Merupakan pelajaran formal, belajar jarak jauh, dan magang.
d. Mengatasi kesulitan perbedaan individual
e. Mempermudah siswa belajar dalam waktu yang diinginkan
Kelemahan :
a. Kurang fleksibel karena bahan pelajaran yang telah dikumpulkan dengan baik membuat setiap siswa melalui urutan kegiatan belajar yang sama.
b. Biaya pengembangan yang tinggi
c. Siswa kurang mendapatkan interaksi sosial.

16. Metode Latihan bersama Teman
Metode ini memanfaatkan siswa yang telah lulus atau telah berhasil untuk melatih temannya dan ia bertindak sebagai pelatih dan pembimbing (asisten guru). Metode yang dipakai terserah kepada siswa pembimbing tersebut.
Yang perlu diperhatikan :
a. bila hal ini merupakan pengalaman yang pertama bagi siswa pembimbing, maka guru harus mengawasi dan mengarahkan siswa pembimbing terlebih dahulu.
b. Setelah siswa pembimbing mengenal tugas tersebut, maka ia mulai dilatih keterampilan dalam pelaksanaan tugasnya.
c. Setelah siswa yang dibimbingnya berhasil/lulus, maka ia menjadi pembimbing bagi siswa yang lain.
Metode ini dapat dilaksanakan dalam situasi :
a. Semua tahap yang membutuhkan latihan satu persatu.
b. Latihan kerja, latihan formal dan magang
Kelemahan :
a. Terbatasnya siswa yang dapat dilatih sebagai pembimbing dalam satu periode tertentu.
b. Kegiatan latihan harus senantiasa dikontrol secara langsung untuk memelihara kualitas.

17. Metode Pemecahan Masalah (Brainstorming)
Metode ini merupakan metode yang merangsan berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. Guru hanya melihat jalan pikiran siswa, pendapat, serta motivasi mengeluarkan pendapat siswa. Jangan sekali-kali tidak menghargai pendapat siswa sekalipun pendapat tersebut salah menurut guru.
Metode ini dapat dilaksanakan bila siswa telah mencapai tingkat yang lebih tinggi dengan prestasi yang tinggi pula, tetapi metode ini perlu diwaspadai karena akan

menimbulkan rasa frustasi di kalangan siswa karena tidak menemukan solusi dari proses yang kita lakukan. Akan tetapi guru dapat menggambarkan bahwa yang diminta adalah buah pikiran dengan alasan-alasan rasional, bukan hanya sekedar solusi.

18. Metode Studi Kasus / Penugasan
Merupakan suatu cara pemberian kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung, masalah, kejadian, atau situasi tertentu yang telah dipersiapkan guru. Kemudian siswa ditugasi untuk mencari alternatif pemecahanan. Dalam melaksanakan tugas ini siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung dan nyata. Tugas dapat diberikan secara berkelompok atau perorangan. Melalui metode ini siswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan dan pembiasaan untuk mandiri, jujur, mengembangkan pola fikir kritis dan menemukan solusi baru dari suatu tugas yang harus dipecahkan.
Metode ini dapat diterapkan bila siswa telah memiliki pengetahuan awal tentang masalah yang disampaikan.

19. Metode Insiden
Metode ini hampir sama dengan metode studi kasus, akan tetapi siswa dibekali denagn data dasar yang tidak lengkap tentang suatu kejadian atau peristiwa. Mereka harus mencari data tambahan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka tentang kejadian dan peristiwa tersebut. Data ini sudah tersedia di sekolah dan ada pada guru, maka guru mempersiapkan data itu untuk diberikan kepada siswa yang mem b utuh ka n nya.
Metode ini memiliki keunggulan dibanding studi metode kasis, siswa belajar memahami suatu permasalahan, kemudian berusaha memecahkannya. Dalam hal ini akan menumbuh kembangkan cara berfikir siswa sebagaimana yang dikehendaki dalam studi mandiri, siswa berfikir kritis dan kreatif.

20. Metode Seminar
Metod ini merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik atau masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif, dan kepada mereka dibebankan tanggung jawab untuk mendapatkan solusi dari topik atau masalah yang diberikan. Guru bertindak sebagai narasumber.
Seminar merupakan pembahasan yang bersifat ilmiah, topik pembicaraan adalah hal-hal yang bertalian dengan masalah kehidupan sehari hari. Sebuah seminar adalah sebuah kegiatan pembahasan yang mencari pedoman-pedoman atau pemecahan-pemecahan masalah tertentu. Itulah sebabnya maka seminar selalu diakhiri dengan kesimpulan dan kesepakatan semua peserta. Malahan tidak jaran, seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi.

21. Metode Simposium
Metode ini adalah metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang materi tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainaya kepada pembicara.
Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri dari beberapa pembicara, sedikitnya dua orang. Tetapi simposium berbeda dengan panel di dalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota simposium terlebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu.

Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titik tolak yang berbeda-beda.
Bentuk pola lain metode simposium dapat dikelompokkan pada sejumlah aspek, dan setiap aspek disoroti tersendiri dan khusus, tidak perlu dari berbagai sudut pandangan. Bagian prasana menyiapkan tulisan yang dibagi-bagikan kepada peserta dan diadakan sanggahan dari ahli tertentu yang disebut penyanggah utama. Pendengar dapat memberi pandangan umum dan pertanyaan sesudah penyanggah utama.

22. Metode tutorial
Metode ini merupakan cara penyampaian bahan pelajaran yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri. Siswa dapat mengkonsultasikan tentang msalah-masalah dan kemajuan yang ditemuinya secara periodik. Metode ini biasanya dilakukan pada SLTP terbuka, paket B, C, dan belajar jarak jauh dengan tatap muka yang terjadwal.

23. Metode deduktif
Metode ini merupakan penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atau contoh-contohnya dalam situasi tertentu. Metode ini menjelaskan teoritis ke bentuk realitas atau menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus. Guru menjelasakan teori-teori yang telah ditemui para ahli, kemudian menjabarkan kenyataan yang terjadi atau mengambil contoh-contoh. Seperti makhluk yang bernyawa akan mati. Manusia, binatang, dan tumbuhan adalah makhluk bernyawa, maka ia akan mati.
Metode ini tepat dipergunakan bila :
a. Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari.
b. Isi pelajaran meliputi terminologi, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berfikir kritis.
c. Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicaraan yang baik.
d. Waktu yang tersedia sedikit.

24. Metode induktif
Metode ini dimulai dengan pemberian berbagai kasus , fakta , contoh, atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian siswa dibimbing untuk berusaha keras menemukan atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajaran tersebut. Metode ini
disebut metode discovery atau socratic.
Metode ini tepat dipergunakan manakala :
a. Siswa telah mengenal atau mempunyai pengalaman yang berhubungan dengan mata pelajaran tersebut.
b. Yang diajarkan berupa keterampilan komunikasi antara pribadi, sikap, pemecahan, dan pengambilan keputusan.
c. Pengajar mempunyai keterampilan fleksibel, terampil mengajukan pertannyaan, terampil mengulang pertannyaan, dan sabar.

25. Metode Computer Assisted Learning (CAL)
Metode ini digunakan untuk kegiatan belajar yang berstruktur, dimana komputer diprogramkan untuk permasalahan-permasalahan (sistem Pakar). Siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut atau mencari jawaban dengan mempergunakan komputer dan seketika itu juga jawaban siswa diproses secara elektronik. Dalam beberapa detik siswa sudah mendapat jawaban atau umpan balik jawaban tersebut. CAL memberikan siswa untuk maju sesuai dengan kecepatan masing-masing mereka.

Metode ini dapat dipergunakan pada setiap tingkat pengetahuan dari yang sederhana sampai pada yang paling kompleks.
Kelemahan :
a. Pengembangan program membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang lama.
b. Pengadaan dan pemeliharaan alat mahal.
Sumber Bacaan :
R. Ibrahim & Nana Syaodih S, Perencanaan Pen gajaran, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1996
Zainal Aqib, Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran, Penerbit Insan Cendikia, Surabaya, 2002