SELAMAT DATANG

"Selamat Datang di blog saya, semoga blog ini dapat bermanfaat bagi anda"

28 Agustus 2021

PANDANGAN-PANDANGAN ANTROPOLOGIS DAN SOSIOLOGIS

 

PANDANGAN-PANDANGAN ANTROPOLOGIS DAN SOSIOLOGIS

  

A.  ANTROPOLOGI


Pengertian Antropologi

 Secara etimologis, Antropologi tersusun dari Bahasa Latin anthropos artinya manusia dan logos artinya kata atau berbicara. Maka Antropologi berarti berbicara tentang manusia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, antropologi diartikan sebagai: Ilmu tentang manusia khususnya tentang asal-usul, aneka warna bentuk fisik, adat istiadat, dan kepercayaannya pada masa lampau. Antropologi merupakan ilmu sosial yang mempelajari manusia sebagai makhluk hidup dan makhluk sosial dengan mengkhususkan pada studi manusia. Secara umum, antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang manusia.

Dengan demikian, disimpulkan bahwa antropologi merupakan ilmu pengetahuan tentang manusia. Dalam refleksi yang lebih bebas, antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mencoba menelaah sifat-sifat manusia secara umum dan menempatkan manusia yang unik dalam sebuah lingkungan hidup yang lebih bermartabat.

  

Definisi Antropologi Menurut Beberapa Ahli

 Berikut ini beberapa definisi tentang antropologi: 

1.    William A. Haviland. Antropologi merupakan sebuah studi yang mempelajari tentang umat manusia.

Ilmu ini berusaha membuat atau menciptakan suatu generalisasi yang berguna untuk mengetahui dan mempelajari tentang manusia beserta perilakunya guna memperoleh pemahaman mengenai keragaman hidup manusia secara lengkap.

Menurut Haviland, secara umum antropologi dibagi menjadi 2 cabang besar yaitu antropologi budaya dan antropologi fisik.

Untuk cabang antropologi budaya sendiri masih dibagi lagi menjadi 3 subbagian yang meliputi antropologi linguistic, arkeologi, dan etnologi.

 

2.    David E. Hunter Hubel. Antropologi adalah sebuah ilmu yang lahir atau muncul dari rasa keingintahuan manusia yang tidak terbatas.

 

3.    Koentjaraningrat. Antropologi adalah suatu ilmu atau studi yang mempelajari tentang berbagai warna dan bentuk fisik.

Ada lima jenis butir permasalahan yang dibahas dalam ilmu antropologi, yaitu sebagai berikut:

·         Masalah sejarah bagaimana terjadinya dan berkembangnya manusia sebagai makhluk biologis.

·         Masalah sejarah bagaimana terjadinya beragam warna dari umat manusia dipandang dari bentuk dan ciri-ciri fisik.

·         Masalah persebaran dan bagaimana terjadinya beragam bahasa yang diucapkan dan digunakan oleh masyarakat yang tersebar di seluruh dunia.

·         Masalah perkembangan, persebaran, dan bagaimana terjadinya beragam warna kebudayaan umat manusia yang ada di seluruh dunia.

·         Masalah dasar-dasar dan beragam warna kebudayaan yang ada di masyarakat, serta tersebarnya suku-suku bangsa di seluruh dunia.

4.    Rifhi Siddiq. Antropologi mengacu pada sebuah ilmu yang mempelajari dan mendalami semua aspek yang ada pada kehidupan manusia.

Aspek yang dipelajari dalam antropologi meliputi konsepsi kebudayaan, norma, ilmu pengetahuan, tradisi, teknologi, seni, linguistic dan lambang, serta kelembagaan.

5.    Roger Keesing. Antropologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari kajian tentang manusia.

Menurut pendapatnya, antropologi terdorong untuk berorientasi pada upaya pemahaman makna bukan hanya sekadar ukuran yaitu dengan lebih menekankan pada penafsiran yang dekat dengan hakikat manusia atau human being (kemanusiaan).

6.    Ariyono Suyono dan Kamus Antropologi. Antropologi merupakan suatu ilmu yang berusaha untuk mempelajari dan mencapai sebuah pengertian mengenai tentang makhluk hidup. Yaitu manusia dengan memahami, mempelajari, dan mendalami ragam warna dan bentuk fisik, kepribadian, masyarakat, dan kebudayaannya.

7.    Prof. Dr. Harsojo, SU, M.Sc. Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang umat manusia sebagai makhluk sosial yang bermasyarakat. Terutama dalam segi tradisi, sifat khusus badani (fisik), cara produksi, dan nilai pergaulan hidup yang berbeda antar satu individu dengan individu lainnya.

8.    Zerhun Dodda Doffana. Antropologi merupakan suatu studi keilmuan yang mempelajari dan mendalami berbagai aspek mengenai manusia.

9.    Mario Blaser. Antropologi adalah suatu ilmu yang meneliti dan mempelajari mengenai kehidupan manusia dari segi kebudayaan (culture). Ia juga menekankan bahwa asal manusia sendiri bukanlah dari monyet yang mengalami evolusi hingga menjadi manusia, sehingga berbanding terbalik dengan teori Darwin.

10.  Melville J. Herskovits. Antropologi merupakan sebuah studi keilmuan yang mempelajari tentang manusia dan kehidupannya.

11.  Conrad Phillip Kottak. Antropologi merupakan studi ilmu yang secara holistic mempelajari berbagai keragaman pada manusia, meliputi aspek biologis, kebahasaan, sosial budaya, dan lingkungannya dalam dimensi waktu lampau, saat ini, dan masa mendatang.

Ia membagi antropologi menjadi 4 subdisiplin meliputi antropologi biologi, antropologi linguistik, antropologi sosial-budaya, dan antropologi arkeologi.

Ilmu antropologi juga memiliki perspektif atau sudut pandang yang luas dan tidak seperti cara pandang orang pada umumnya.

Conrad Phillip Kottak, antropologi adalah sebuah studi mengenai semua lapisan masyarakat mulai dari masyarakat kuno (primitif) hingga modern dan masyarakat sederhana hingga masyarakat yang kompleks.

Dengan begitu, pengertian antropologi dapat disimpulkan sebagai suatu studi ilmu lintas budaya atau komparatif. Dengan arti yang membandingkan antara satu kebudayaan di suatu masyarakat dengan kebudayaan masyarakat yang lainnya.

12.  Prof. Dr. Sarmini, M. Hum. Antropologi lebih menekankan pada aspek antropologi budaya. Pengertian antropologi ini menyatakan bahwa antropologi sebagai sebuah ilmu yang menggunakan aspek kebudayaan. Yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi di dalam kehidupan manusia melalui dimensi kebudayaan atau manusia itu sendiri.

13.  Clifford Geertz. Antropologi adalah pabrik atau sumber pengertian mengenai kehidupan umat manusia untuk menafsirkan pengalaman dan menuntun tindakan.

14.  Edward B. Tylor. Antropologi adalah studi ilmu yang mempelajari mengenai perkembangan kebudayaan manusia dari yang sederhana hingga menjadi kompleks.

Menurut Edward B. Tylor, ada 3 tahap utama evolusi yang dilalui oleh manusia yaitu tahap liar, biadab, dan peradaban.

15.  Prof. Steve Benford. Antropologi budaya adalah segala cara yang bentuknya tidak berada di bawah kendali keturunan. Dengan begitu, ilmu ini memiliki fungsi untuk membantu penyesuaian pada individu dan kelompok terhadap masyarakat ekologinya (hubungan timbal balik antara manusia dengan kondisi alam sekitar).

16.  Tapi Omas Ihromi. Antropologi adalah sebuah cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang kehidupan manusia dengan perannya sebagai makhluk sosial, baik dalam segi ekonomi maupun politik.

17.  Anthony Reid. Antropologi merupakan suatu rumpun ilmu yang menjadikan berbagai macam cara hidup manusia beserta tindakannya sebagai objek penelitian dan bahan analisis.

18.  Carol R. Ember dan Melvin Ember. Antropologi sebagai suatu disiplin ilmu yang didasarkan pada rasa keingintahuan yang tiada henti-hentinya (tidak terbatas) mengenai kehidupan manusia secara luas.

Pengertian ilmu antropologi menurut Carol R. Ember dan Melvim Ember adalah suatu ilmu yang berfokus pada kehidupan seluruh manusia yang ada di dunia. Baik itu menemukan evolusinya dan perkembangan budaya dari masa lampau hingga saat ini.

19.  Grace De Laguna. Antropologi menurut Grace de Laguna adalah suatu ilmu pengetahuan yang mencoba untuk membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia sebagai makhluk sosial dari zaman dahulu hingga sekarang ini.

20.  A. L. Kroeber dan Clyde Kluckhohn. Antropologi adalah suatu sistem pola yang implisit (tersirat) dan eksplisit (tersurat/terlihat).

Dua hal tersebut membahas mengenai perilaku manusia yang diwariskan dan dipelajari mengenai simbol-simbol yang menjadi prestasi khas manusia tersebut. Dalam hal ini, antropologi sebagai suatu studi ilmu juga mempelajari bagaimana manusia mencoba bertahan hidup dan beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.

21.  E. K. M. Masinambow. Antropologi adalah suatu disiplin ilmu yang mencoba untuk mengkaji kelompok manusia atau yang biasa disebut dengan masyarakat.

22.  Priscilla A. Hart. Antropologi adalah bagian dari teologi Kristen. Ia berpendapat bahwa antropologi merupakan studi ilmu yang mempelajari tentang asal-usul, sifat manusia, dan masa depannya. Terutama perbedaannya dengan sifat Tuhan yaitu dengan mengubah antropologi gereja dengan memasukkan citra positif dari dalam diri wanita ke dalam bidang ilmu tersebut.

23.  Abdul Somad. Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari dan memahami sifat-sifat yang dimiliki oleh semua jenis manusia secara luas.

24.  Adam Kuper dan Richard B. Lee. Antropologi merupakan suatu disiplin ilmu yang dilahirkan dari “Rahim” revolusi kaum borjuis bangsa Eropa dan tumbuh dewasa di bawah asuhan para kaum penjajah.

25.  Charles Darwin. Darwin mengaitkan ilmu antropologi ke dalam evolusi. Dalam hal ini, Darwin lebih menekankan pada kajian ilmu antropologi fisik yang berkembang dengan pesat melalui penelitian-penelitian tentang asal mula dan perkembangan manusia.

Ia berpendapat bahwa manusia berasal dari monyet yang seiring perkembangan zaman mengalami evolusi.

Pengertian antropologi menurut Charles Darwin adalah suatu studi keilmuan yang ingin membuktikan bahwa adanya perkembangan kebudayaan manusia dari masa ke masa dengan jangka waktu yang lama (evolusi).

26.  Alfred Redcliffe-Brown. Antropologi merupakan studi ilmu yang memandang masyarakat beserta struktur sosial sebagai organisme yang sama dengan anatomi tubuh yang saling berkaitan.

27.  Claude Levi-Strauss. Antropologi adalah suatu ilmu yang berkaitan dengan sistem pemikiran pada masyarakat yang ada pada cerita rakyat.

Ilmu ini mencoba untuk menganalisis dengan perspektif atau sudut pandang oposisi biner (berlawanan). Misalnya laki-laki dengan perempuan, atas-bawah, kanan-kiri, depan-belakang dan lain sebagainya.

28.  Dr. Alan Barnard. Antropologi lahir beriringan dengan munculnya konsep kontrak sosial dan persepsi tentang hakikat manusia. Selain itu juga tentang kehidupan bermasyarakat, dan kebudayaan yang beraneka ragam.

29.  Kamus Oxford. Antropologi menurut Kamus Oxford merupakan studi ilmu mengenai masyarakat dan budaya manusia beserta perkembangannya. Sehingga bisa diartikan bahwa antropologi merupakan studi keilmuan yang mempelajari tentang karakteristik fisiologis dan biologis, serta evolusi pada manusia.

30.  Encyclopedia Britannica. Antropologi yaitu studi ilmu kemanusiaan yang mempelajari tentang manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari sejarah evolusi, biologi, ciri-ciri masyarakat, hingga budaya yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya.

31.  Frank Robert Vivelo. Dalam bukunya yang berjudul “Cultural Anthropology Handbook: a Basic Introduction” pada tahun 1978. Antropologi merupakan suatu studi ilmu tentang manusia yang mencoba untuk menelaah dan mempelajari manusia secara budaya biologi.

32.  Simon Coleman dan Dr. Helen Watson. Antropologi adalah sebuah kajian mengenai manusia dan masyarakat. Baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dan manusia yang sedang berkembang ataupun yang sudah punah.

33.  Allan H. Smith dan John L. Fischer. Antropologi adalah ilmu yang berusaha untuk melihat dan mengamati manusia dari segala kompleksitasnya (seluruh aspek kehidupan manusia).

Aspek-aspek yang dipelajari dalam ilmu antropologi menurut Smith dan Fischer meliputi asal mula, sifat, ciri-ciri, kebudayaan, dan perkembangannya.

34.  Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari semua hasil karya dan cipta manusia.

35.  Ralph Linton. Menurut Ralph Linton dalam bukunya yang berjudul “The Study of Man” menyatakan pendapatnya bahwa: Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang manusia. Sehingga manusia menjadi titik sentral (utama) dari kajian studi ilmu ini.

36.  Yuni Sare. Antropologi yaitu sebuah ilmu yang mempelajari dan mengasah kepekaan hati, serta menantang pola pikir manusia untuk lebih terbuka.

37.  Prof. Dr. Nyoman Kutha Ratna. Antropologi merupakan suatu bidang keilmuan yang mempelajari tentang berbagai aspek kehidupan pada manusia.

38.  Ralph L. Beals dan Harry A. Hoyen, MD. Antropologi yaitu suatu ilmu yang mempelajari manusia dan semua hal atau perilaku yang dilakukannya.

39.  Serena Nanda. Antropologi merupakan studi keilmuan yang mempelajari tentang manusia sebagai organisme menyeluruh. Antropologi mencoba untuk memahami dan mempelajari semua aspek kehidupan manusia.

Bagaimana cara manusia tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya melalui interaksi kultural dan biologis, baik dari masa lampau hingga sekarang.

40.  Ulf Hannerz. Antropologi merupakan suatu disiplin ilmu yang berkaitan dengan keanekaragaman manusia.

41.  Alfred L. Kroeber. Antropologi adalah studi ilmu humaniora yang paling ilmiah dan humanis.Ilmu ini menggunakan metode penyelidikan ilmiah dan prinsip analisis, serta penalaran ilmiah.

Studi ilmu ini juga mencakup dimensi ekspresif, artistik, dan simbolik perilaku manusia. Sehingga semua antropolog berusaha untuk memperoleh apresiasi dan pemahaman tentang manusia secara lebih luas.

42.  E. Adamson Hoebel. Antropologi merupakan sebuah studi ilmu pengetahuan kehidupan tentang manusia dan kerjanya.

43.  Orang Awam di Indonesia. Antropologi yang terlintas di benak masyarakat pada umumnya atau awam hanya berfokus pada ilmu yang mempelajari mengenai fosil-fosil saja. Padahal definisi mengenai fosil ini hanyalah salah satu cabang antropologi yaitu arkeologi.

 

 

B.  SOSIOLOGI

  

Pengertian Sosiologi

Sosiologi berasal dari kata socius yang artinya teman atau sesama dan logos berarti cerita. Jadi menurut arti katanya sosiologi berarti cerita tentang teman atau kawan (masyarakat). Sebagai ilmu, sosiologi merupakan sebuah pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil pemikiran ilmiah dan dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain.

Sosiologi lahir sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, muncul pada abad ke-19, yang dipopulerkan oleh seorang filosof Prancis yang bernamaAuguste Comte (1798–1857). Di dalam bukunya Course De Philosophie Positive, ia menjelaskan bahwa untuk mempelajari masyarakat harus melalui urutan-urutan tertentu, yang kemudian akan sampai pada tahap akhir yaitu tahap ilmiah. Dengan demikian, Comte merintis upaya penelitian terhadap masyarakat, yang selama berabad-abad sebelumnya dianggap mustahil. Atas jasanya memperkenalkan istilah sosiologi maka Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi. Ia mengkaji sosiologi secara sistematis, sehingga sosiologi terlepas dari ilmu filsafat dan berdiri sendiri sejak pertengahan abad ke-19.

Gagasan Comte mendapat sambutan luas, terbukti dengan munculnya sejumlah ilmuwan di bidang sosiologi. Mereka antara lain, Pitirim A. Sorokin, Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, George Simmel, dan Max Weber. Mereka semua berjasa dalam menyumbangkan beragam pendekatan untuk mempelajari masyarakat yang sangat berguna bagi perkembangan sosiologi.

            

Definisi Sosiologi Menurut Beberapa Ahli

Berikut ini beberapa definisi tentang sosiologi:

1.    Roucek dan Warren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antarmanusia dalam kelompok-kelompok.

2.    Pitirim A. Sorokin, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari:

a.    Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala agama, gejala keluarga, dan gejala moral).

b.    Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial (gejala geografis, biologis)

3.    William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff, sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

4.    J. A. A. Von Dorn dan C. J. Lammers, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatanyang bersifat stabil.

5.    Max Weber, sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakantindakan sosial.

6.    Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

7.    Hassan Shadil, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat, menyelidiki ikatanikatan antara manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuknya hidup bersama serta perubahannya, perserikatan, kepercayaan, dan keyakinan.

8.    Paul B. Horton, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan kajian pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

9.    Soerjono Soekanto, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. 

Dari beberapa uraian para ahli tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tata hubungan dalam masyarakat, serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional empiris, bersifat umum dan dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain yang ingin mengetahuinya.

 

Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut:

a.    Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).

b.    Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.

c.     Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.

d.    Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

 

Hakikat Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut: 

1.    Sosiologi adalah ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam atau ilmu pasti (eksakta) karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.

2.    Sosiologi termasuk disiplin ilmu kategori, bukan merupakan disiplin ilmu normatif karena sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi, bukan apa yang seharusnya terjadi.

3.    Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan dalam perkembangannya sosiologi menjadi ilmu pengetahuan terapan (applied science).

4.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.

5.    Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsipprinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.

6.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.

7.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.

 

 

C.  HUBUNGAN ANTARA ANTROPOLOGI DAN SOSIOLOGI

 

Perbedaan Sosiologi dan Antropologi

Objek kajian sosiologi adalah masyarakat. Masyarakat selalu berkebudayaan. Masyarakat dan kebudayaan tidak sama, tetapi berhubungan sangat erat. Masyarakat menjadi kajian pokok sosiologi dan kebudayaan menjadi kajian pokok antropologi. Jika diibaratkan sosiologi merupakan tanah untuk tumbuhnya kebudayaan. Kebudayaan selalu bercorak sesuai dengan masyarakat. Masyarakat berhubungan dengan susunan serta proses hubungan antara manusia dan golongan. Adapun kebudayaan berhubungan dengan isi/corak dari hubungan antara manusia dan golongan. Oleh karena itu baik masyarakat atau kebudayaan sangat penting bagi sosiologi dan antropologi. Hanya saja, penekanan keduanya berbeda

           

            Konsep-Konsep dalam Sosiologi dan Antropologi

1.    Kebudayaan: Keseluruhan hasil belajar berupa perilaku yang dapat diwariskan secara sosial, yang meliputi gagasan-gagasan, nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, dan benda-benda kebudayaan milik kelompok atau masyarakat

8.    Nilai sosial: Gagasan kolektif (bersama-sama) tentang apa yang dianggap baik, penting, diinginkan, dan dianggap layak, sekaligus tentang yang tidak baik, tidak penting, tak diinginkan, dan tidak layak dalam sebuah kebudayaan

9.    Norma Sosial: Ukuran ideal perilaku manusia yang memberikan batas-batas bagi anggota masyarakat dalam mencapai tujuan hidupnya.

10.  Interaksi sosial: Proses hubungan antara dua pihak yang ditandai oleh adanya aksi (tindakan) yang dijawab dengan reaksi (tindakan balasan)

11.  Sosialisasi: Proses dengan mana seseorang memperoleh pengetahuan, ketrampilanketrampilan, dan sikap yang diperlukannya agar dapat berfungsi sebagai orang dewasa dan sekaligus sebagai pemeran aktif dalam satu kedudukan atau peranan tertentu di masyarakatnya.

12.  Perilaku menyimpang: Perilaku seseorang/sekelompok orang yang dianggap melanggar standar perilaku atau norma-norma yang berlaku dalam sebuah kelompok/masyarakat atau dianggap tidak menyesuaikan diri dengan kehendak umum masyarakat atau kelompok

13.  Struktur sosial: Pola hubungan-hubungan, kedudukan-kedudukan, dan jumlah orang yang memberikan kerangka bagi organisasi manusia, baik dalam kelompok kecil maupun keseluruhan masyarakat

14.  Konflik sosial: Proses sosial ketika orang perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi apa yang menjadi tujuannya dengan jalan menentang pihak lain yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan

15.  Mobilitas sosial: Gerakan berpindah orang-perorang dan kelompok-kelompok melalui ruang sosial dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya.

16.  Kelompok sosial: Dua atau lebih orang yang memelihara pola-pola hubungan yang stabil/ tetap selama rentang waktu tertentu

17.  Perubahan sosial: Perubahan signifikan yang terjadi sepanjang waktu dalam hal bentukbentuk perilaku dan budaya, termasuk nilai-nilai dan norma-norma

18.  Lembaga sosial: Suatu sistem tata kelakuan dan hubunga yang berpusat pada aktivitasaktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat

19.  Penelitian sosial: Upaya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang berkenaan dengan fenomena sosial atau kemasyarakatan berdasarkan cara kerja logika-empiris

 

Keterkaitan Sosiologi dengan Antropologi

Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar", "berakal"). Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. Secara Etimologi, Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Kehidupan manusia di masyarakat atau manusia dalam konteks sosialnya, meliputi berbagai aspek. Salah satu aspek yang bermakna dalam kehidupan manusia yang juga mencirikan kemajuannya yaitu kebudayaan. Kebudayaan, akar katanya dari kata buddayah, bentuk jamak dan buddhi yang berarti budi atau akal (Koentjaraningrat: 1990:9) Soejono Soekanto: 1990:188). Kata buddhayah dan atau buddhi itu berasal dan Bahasa Sanskerta. Dengan demikian, kebudayaan itu dapat diartikan sebagai “hal-hal yang berhubungan dengan budi dan atau akal”. Kebudayaan tidak hanya meliputi bahasa, peralatan, industri, seni, ilmu, hukum, pemerintahan, moral, dan keyakinan kepercayaan saja, melainkan meliputi juga peralatan material atau artefak yang merupakan penjelmaan kemampuan budaya yang menghasilkan pemikiran yang berefek praktis dalam bentuk bangunan, senjata, mesin, media komunikasi,perlengkapan seni, dan sebagainya. Konsep-konsep dasar Antropologi adalah:

1.    Kebudayaan adalah hasil ciptaan manusia yang disepakati bersama, untuk kepentingan bersama, dan dilaksanakan dengan memperhatikan norma yang berlaku.

2.    Tradisi, kebiasaan turun-temurun, sukar untuk terlepas dari masyarakat. Namun karena pengaruh komunikasi dan informasi yang terus-menerus melanda kehidupan masyarakat, tradisi tadi mengalami pergeseran. Paling tidak fungsinya berubah bila dibandingkan dengan maksud semula.

3.    Pengetahuan, hal yang diperoleh oleh manusia dalam kehidupannya melalui panca indra manusia.

4.    Ilmu, suatu tindakan sadar manusia dengan tujuan untuk meraih pemahaman dari apa yang diteliti dan dilakukannya. Tidak semua pengetahuan itu ilmu.

5.    Teknologi, teknologi merupakan ciptaan manusia yang bertujuan untuk memajukan peradaban manusia, teknologi mempengaruhi bagaimana peradaban manusia berubah dari waktu ke waktu.

6.    Norma, nilai-nilai yang mengatur, membatasi dan menjaga keserasian hidup bermasyarakat.

7.    Seni ialah hasil cipta rasa manusia yang bermanfaat bagi masyarakat dan sulit untuk ditiru oleh orang lain.

8.    Bahasa, merupakan suatu alat dalam masyarakat yang berguna dan mampu menyampaikan pesan antar orang satu dengan lainnya.

9.    Lambang, suatu bentuk tertentu yang mampu menyatakan hal tertentu dan memiliki maksud tertentu dari hal yang diwakilinya.

 

Hubungan Konsep Dasar Ilmu Sosial dengan Antropolgi dan Sosiologi

Konsep hubungan antara Geografi, Sosiologi, dan Sejarah adalah sejarah merupakan ilmu yang mempelajari tentang perbuatan manusia sedangkan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana berinteraksi dengan sesama manusia oleh karena itu ada kaitannnya antarkeduanya agar kehidupan manusia dapat berjalan dengan baik. Antropologi adalah ilmu yang terfokus pada sejarah perkembangan, khususnya perkembangan budaya dan masyarakat yang berada di dalamnya. Menurut ilmu antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Terdapat 3 wujud kebudayaan, yaitu:

1.    Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya

2.    Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat

3.    Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusiaSedangkan antropologi bermula dari sejarah perkembangan budaya maupun masyarakatnya.

Antropologi melihat masyarakat pedesaan. Sebaliknya, sosiologi melihat masyarakat perkotaan sebagai objek ilmunya. Antropologi dan sosiologi memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mencapai pengertian tentang asas-asas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya. Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. Dengan demikian sosiologi dan antropologi dapat dihubungkan dengan sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompok-kelompok, atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. Sebagai contoh, riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara, faktor-faktor, prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang.

Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia, sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia, serta proses dalam kelompoknya. Selama kelompok itu ada, maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk, cara-cara, standar, masalah, dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi. sedangkan dengan geografi kaitannya yaitu geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala alam yang ada di sekitar manusia oleh karena itu dengan adanya ilmu geografi membantu manusia untuk mengetahui tentang letak geografis bumi,keadaan alam sekitar. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah, sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode.